Speech Delay pada Anak: Orang Tua Harus Waspada terhadap Gejala dan Tanda Disetiap Bertambahnya Usia
Ilustrasi Speech Delay atau keterlambatan berbicara pada anak (freepik.com)
08:16
16 Februari 2024

Speech Delay pada Anak: Orang Tua Harus Waspada terhadap Gejala dan Tanda Disetiap Bertambahnya Usia

- Speech delay atau keterlambatan bicara merupakan kondisi yang terjadi ada anak yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan berbicara, sesuai dengan perkembangan usianya.

Hal tersebut menjadi masalah yang umum dijumpai pada anak-anak yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi mereka.

Oleh karena itu, orang tua harus waspada terhadap speech delay atau keterlambatan bicara. Orang tua harus waspada terhadap gejala, jenis, dan penyebab, agar dapat segera membawa anak ke tenaga profesional.

Berikut akan dijelaskan secara mendalam mengenai speech delay pada anak, serta beberapa hal yang perlu diketahui orang tua.

Speech Delay

Speech delay adalah gangguan yang dapat menyebabkan anak terlambat berbicara. Dalam kondisi ini, anak yang mengalami speech delay mengalami keterlambatan berbicara dibandingkan anak seusianya.

Selain itu, speech delay atau keterlambatan bicara terjadi pada saat anak belum mencapai kemampuan berbahasa.

Meskipun dari usia anak, yang seharusnya dapat berbicara, pada kondisi ini, kemungkinan anak akan mengalami kesulitan memahami orang lain, serta mengekspresikan diri.

Dilansir dari healthline.com, beberapa acuan untuk mengetahui gejala speech delay atau keterlambatan bicara pada anak, dapat dilihat melalui setiap perkembangan usia, yang dijelaskan sebagai berikut.

1. Usia Awal hingga Satu Tahun

Bahasa biasanya mulai berkembang sekitar usia 4-6 bulan. Pada masa ini, anak seharusnya sudah mengeluarkan suara mengoceh.

Selain itu, anak juga harus menunjukkan pemahaman terhadap lingkungannya, melalui hal-hal seperti tertawa.

Jika anak tidak bersuara atau mengeluarkan suara lain pada usia dua bulan, ini bisa menjadi tanda awal keterlambatan bicara.

Biasanya, sejak usia tujuh bulan, anak sudah bisa bereaksi terhadap suara dan memahami kata-kata dasar.

2. Usia Satu hingga Dua Tahun

Pada tahun kedua kehidupan, anak seharusnya mampu memahami bagian-bagian dasar tubuh, serta perintah, dan pertanyaan sederhana.

Pada usia ini, anak harus mempelajari kata-kata baru dan mulai menggunakan beberapa kombinasi dua kata.

Selain itu, anak akan bereaksi terhadap hal-hal seperti gambar, cerita, dan lagu. Mereka juga akan mulai mengajukan pertanyaan sederhana.

3. Usia Dua hingga Tiga Tahun

Pada usia ini, anak seharusnya sudah mulai menggunakan dua hingga tiga kombinasi kata dengan lebih teratur.

Anak usia 3 tahun pada umumnya dapat menggunakan sekitar 1.000 kata. Mereka seharusnya sudah cukup mempunyai kosakata untuk menyebutkan sebagian besar benda di sekitar mereka.

Orang tua seharusnya dapat memahami ucapan anak. Orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan anak, cenderung paling memahami mereka. Selain itu, pada usia ini anak biasanya dapat melakukan hal-hal sebagai berikut

Menyebut dirinya dan memanggil nama orang lain dengan namanya sendiri.

Menggunakan kata benda, kata sifat, dan kata kerja dalam kalimat tiga dan empat kata.

Membentuk jamak.

Mengajukan pertanyaan.

Bercerita, mengulang lagu anak-anak, dan menyanyikan

Tanda-Tanda Speech Delay

Usia dua tahun: anak menggunakan kurang dari 50 kata.

Usia dua tahun setengah: tidak menggunakan frasa dua kata atau kombinasi kata benda dan kata kerja yang unik.

Usia tiga tahun: tidak menggunakan sekitar 200 kata dan tidak menanyakan nama sesuatu.

Segala usia: tidak dapat mengucapkan kata-kata yang telah dipelajari sebelumnya.

Editor: Hanny Suwin

Tag:  #speech #delay #pada #anak #orang #harus #waspada #terhadap #gejala #tanda #disetiap #bertambahnya #usia

KOMENTAR