Tak Hanya Diabetes, Ini 7 Dampak Gula Berlebih bagi Kesehatan
Ilustrasi apa tanda-tanda tubuh kelebihan gula?(Freepik/jcomp)
20:36
6 Januari 2026

Tak Hanya Diabetes, Ini 7 Dampak Gula Berlebih bagi Kesehatan

Gula mudah sekali untuk dijumpai dalam makanan sehari-hari, mulai dari minuman manis, camilan, hingga makanan olahan.

Meski memberi rasa nikmat dan energi cepat, konsumsi gula berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, tidak hanya meningkatkan risiko diabetes.

Sejumlah jurnal seperti "The Impact of Free Sugar on Human Health" menunjukkan bahwa masalah utama bukan berasal dari gula alami yang terkandung dalam buah atau susu, melainkan gula tambahan (added sugar) yang banyak ditemukan dalam makanan dan minuman olahan.

Gula jenis ini berkontribusi besar terhadap lonjakan kalori tanpa disertai nilai gizi yang memadai.

Menurut ulasan Healthline, asupan gula tambahan yang terlalu tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis dan gangguan metabolik, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat diabetes.

1. Meningkatkan risiko obesitas

Gula berlebih, terutama dalam bentuk minuman manis, dapat meningkatkan berat badan secara signifikan.

Minuman bergula tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat, sehingga seseorang cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak tanpa disadari.

Kelebihan asupan kalori inilah yang kemudian disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu obesitas, yang merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis.

2. Memicu penyakit jantung

Konsumsi gula tambahan yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Pola makan tinggi gula juga dapat meningkatkan tekanan darah, peradangan, serta kadar trigliserida dalam darah.

Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner serta stroke.

Tanpa telur, gula pasir, mentega, dan terigu, Exquise Patisserie menghadirkan seri kue terbaru bertajuk Healthy Cake.DOK. Exquise Patisserie Tanpa telur, gula pasir, mentega, dan terigu, Exquise Patisserie menghadirkan seri kue terbaru bertajuk Healthy Cake.

3. Mengganggu kesehatan hati

Asupan gula berlebih, khususnya fruktosa, dapat membebani kerja hati.

Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, fruktosa diolah menjadi lemak di hati, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkoholik.

Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi peradangan hati hingga kerusakan hati yang lebih serius.

4. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Meski bukan satu-satunya penyebab, konsumsi gula berlebihan berperan dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Pola makan tinggi gula dapat memicu resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal.

Akibatnya, kadar gula darah sulit dikendalikan dan risiko diabetes pun meningkat, terutama bila disertai kelebihan berat badan dan kurang aktivitas fisik.

5. Berdampak pada kesehatan mental

Tak banyak disadari, konsumsi gula berlebih juga berpengaruh pada kesehatan mental.

Beberapa studi observasional menunjukkan adanya kaitan antara pola makan tinggi gula dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan suasana hati.

Lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis dapat memicu perubahan energi dan mood, membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, mudah marah, atau tidak bersemangat.

6. Mempercepat penuaan kulit

Gula berlebih dapat mempercepat proses penuaan melalui mekanisme yang disebut glikasi, yaitu reaksi antara gula dan protein dalam tubuh.

Proses ini merusak kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.

Akibatnya, kulit lebih cepat mengalami keriput dan kehilangan elastisitas.

7. Meningkatkan risiko gigi berlubang

Dampak gula terhadap kesehatan gigi sudah lama diketahui. Bakteri di mulut memanfaatkan gula sebagai sumber energi dan menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi.

Jika konsumsi gula tinggi tidak diimbangi dengan kebersihan gigi yang baik, risiko gigi berlubang dan masalah kesehatan mulut pun meningkat.

Berapa batas aman konsumsi gula?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar asupan gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total asupan energi harian, bahkan lebih baik jika dibatasi hingga di bawah 5 persen.

Untuk mencapainya, masyarakat dianjurkan mengurangi konsumsi minuman manis, membaca label gizi pada produk kemasan, serta lebih memilih makanan segar dan utuh seperti buah, sayur, biji-bijian, dan protein tanpa tambahan gula.

Mengurangi gula bukan berarti menghilangkan rasa manis sepenuhnya, melainkan membangun pola makan yang lebih seimbang.

Dengan membatasi asupan gula tambahan, risiko berbagai masalah kesehatan dapat ditekan dan kualitas hidup pun meningkat.

Tag:  #hanya #diabetes #dampak #gula #berlebih #bagi #kesehatan

KOMENTAR