Persija Tekuk PSM Makassar, Shayne Pattynama Soroti Kerasnya Persaingan di Super League
Pemain Persija Jakarta, Shayne Pattynama, akhirnya merasakan pengalaman perdana tampil di kandang baru timnya, Jakarta International Stadium (JIS).(KOMPAS.com/INDRA CITRA SENA)
11:47
22 Februari 2026

Persija Tekuk PSM Makassar, Shayne Pattynama Soroti Kerasnya Persaingan di Super League

Pemain Persija Jakarta, Shayne Pattynama, akhirnya merasakan pengalaman perdana merumput di kandang baru timnya, Jakarta International Stadium (JIS).

Debutnya di stadion megah tersebut terjadi saat Macan Kemayoran menjamu PSM Makassar dalam lanjutan pekan ke-22 kompetisi Super League 2025-2026, Jumat (20/2/2026).

Meski pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tuan rumah, Shayne Pattynama memberikan sejumlah catatan penting.

Pemain berdarah Maluku ini mengagumi kemegahan arsitektur stadion, namun ia tidak segan melontarkan kritik terhadap kondisi lapangan yang dirasakannya langsung selama pertandingan berlangsung.

Kekaguman Shayne terhadap infrastruktur Jakarta International Stadium terpancar saat ia menemui awak media di Jakarta pada Sabtu kemarin.

Baca juga: Puji Megahnya JIS, Shayne Pattynama Blak-blakan Kritik Kualitas Rumput Kandang Persija

Baginya, bermain di depan dukungan penuh The Jakmania di stadion berkapasitas besar adalah pengalaman yang luar biasa, menyusul penampilannya sebelumnya di Gelora Bung Karno.

“Bagus, itu sangat bagus. JIS adalah stadion yang sangat bagus,” ujar Shayne Pattynama.

Namun, pemain berusia 27 tahun ini menggarisbawahi kualitas permukaan lapangan yang dinilainya kurang maksimal untuk pertandingan kasta tertinggi.

“Lapangannya tidak terlalu bagus sejujurnya,” ungkap mantan pemain KAS Eupen tersebut.

Meski begitu, ia tetap terkesan dengan estetika bangunan secara keseluruhan.

“Namun, stadion itu sendiri sangat cantik. Saya ingin bermain lebih banyak laga di JIS, dan juga GBK tentu saja. Tapi, itu sangat menyenangkan,” jelasnya.

Tantangan Fisik di Liga Indonesia

Baca juga: Persija Hadapi Malut United, Shayne Pattynama Tak Sabar Kunjungi Kampung Halaman

Selain soal fasilitas, penggawa Timnas Indonesia ini juga berbagi pengalamannya menjajaki kerasnya level kompetisi Super League.

Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama (tengah)KOMPAS.com/Pratama Yudha Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama (tengah)

Berbekal pengalaman di Eropa dan Liga Thailand, Shayne menilai sepak bola Indonesia memiliki karakteristik yang sangat menuntut kebugaran fisik pemain karena tempo permainan yang cepat.

“Seperti yang saya katakan, liga di sini sangat fisik dan cepat. Banyak pemain yang sering naik dan turun, dan itu sangat menuntut,” ungkap Shayne.

Menurutnya, tidak ada laga yang bisa dimenangkan dengan mudah di liga ini karena kualitas pemain lokal maupun asing yang sangat kompetitif.

“Namun juga kualitas liga di sini sangat bagus. Banyak sekali pemain bagus di sini. Dan, tidak ada satu pun laga yang mudah di sini,” imbuhnya.

Ia mengakui bahwa setiap tim di Indonesia memiliki pemain-pemain berkualitas, baik dari talenta lokal maupun legiun asing, seperti dari Brasil, yang membuat persaingan semakin ketat.

“Banyak pemain yang bagus. Pemain dari Indonesia sendiri juga sangat bagus. Lalu juga beberapa pemain Brasil dan juga negara-negara lain juga bagus,” tuturnya.

Menikmati Tantangan dari Pesan Jordi Amat

Ketangguhan liga domestik ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Shayne sebelum ia memutuskan bergabung dengan Persija Jakarta.

Baca juga: Persija Kembali Jaga Keangkeran JIS Usai Kalahkan PSM Makassar

Ia teringat akan pesan dari rekan setimnya di tim nasional yang sudah lebih dulu berkarier di tanah air terkait tantangan yang akan dihadapi.

“Pertama kali saya berbicara dengan Jordi (Amat) dia berkata, 'Di sini tidak akan mudah. Akan menantang di setiap laganya dan itu sulit'. Itulah mengapa saya menyukai tantangan,” pungkas Shayne Pattynama.

Tag:  #persija #tekuk #makassar #shayne #pattynama #soroti #kerasnya #persaingan #super #league

KOMENTAR