Kekecewaan Bernardo Tavares Usai Persebaya Kalah Telak dari Persijap
Pemain asing Persebaya Surabaya Francisco Rivera melewati halauan pemain Persijap Jepara pada laga pekan ke-22 Super league 2025-2026 yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Sabtu (21/2/2026) malam.(Dokumentasi Persebaya Surabaya )
12:21
22 Februari 2026

Kekecewaan Bernardo Tavares Usai Persebaya Kalah Telak dari Persijap

– Persebaya Surabaya menelan hasil buruk dalam dua pekan berturut-turut di Super league 2025-2026.

Terbaru, Persebaya takluk pada pekan ke-22 saat menjalani laga tandang melawan Persijap Jepara, Sabtu (21/2/2026) malam.

Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, tim beralias Bajul Ijo harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3.

Tiga gol lawan dicetak oleh Iker Guarrotxena (32, 90+12') serta satu gol tambahan dari Alexis Gomez (71').

Sedangkan Persebaya hanya mampu membalas satu gol melalui eksekusi penalti Bruno Moreira (90+2').

Baca juga: Catatan Bernardo Tavares Usai Persebaya Takluk di Markas Persijap

Gagal Dapat Penalti Bikin Emosi Tim Kurang Stabil

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan hasil buruk timnya tidak lepas dari kegagalan pemain mengontrol emosi di lapangan.

Terutama, setelah Persebaya tidak mendapat penalti meski menurutnya ada pelanggaran yang dilakukan pemain Persijap di area kotak 16 meter.

Ia yakin bahwa insiden yang terjadi di babak pertama itu seharusnya berbuah penalti bagi Persebaya.

Tavares pun mengkritik wasit Yoko Suprianto yang tidak mau melakukan cek VAR terhadap insiden tersebut.

“Saya tahu bahwa di babak pertama seharusnya penalti dan saya tidak tahu mengapa semua ini begitu lucu bagi Indonesia. Di China, Inggris, itu penalti, juga situasi di mana kami seharusnya mendapat tiga penalti dalam pertandingan,” ujar pelatih asal Portugal itu.

“VAR tidak mau melihat ini, VAR seharusnya bertaruh apakah penalti itu diberikan,” imbuhnya.

Baca juga: Hasil Persijap Vs Persebaya 3-1: Iker Guarrotxena jadi Mimpi Buruk Bajul Ijo

Situasi tersebut membuat kondisi emosi pemain Persebaya kurang stabil karena merasa kepemimpinan wasit yang kurang fair dan jeli.

Hal ini diakui Tavares membuat pemain gagal mengontrol emosi, yang berujung kartu merah bagi Rachmat Irianto di menit ke-86. Sehingga, Persebaya bermain dengan sepuluh orang.

“Kami berharap mendapat penalti dan setelah itu sulit untuk mengendalikan emosi. Kami perlu lebih baik dalam mengendalikan emosi,” ujarnya lagi.

Aksi pada laga Super League 2025-2026 Persijap vs Persebaya di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2/2026).PERSEBAYA OFFICIAL Aksi pada laga Super League 2025-2026 Persijap vs Persebaya di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2/2026).

Tambahan Waktu yang Terlalu Singkat

Selain keputusan wasit yang tidak memberikan penalti untuk Persebaya, Tavares juga menyoroti tambahan waktu yang cukup singkat.

Tambahan waktu selama dua menit menurutnya kurang ideal karena laga banyak terhenti.

Tavares menganggap pemain Persijap sering buang-buang waktu ketika sudah unggul.

“Kiper mereka sejak unggul di babak pertama dan wasit hanya memberi waktu dua menit,” kata Bernardo Tavares.

Baca juga: Bernardo Tavares Soal Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Persebaya Runtuh

“Tapi ini normal melawan Persebaya, menurut saya pertandingan terakhir juga sama dan yang saya bicarakan di sini, tidak ada yang peduli,” sambungnya.

Kekalahan dari Persijap membuat Persebaya belum beranjak dari posisi ke-5 di klasemen sementara Super league 2025-2026 dengan perolehan 35 poin.

Bajul Ijo rawan tergeser Persita Tangerang yang memiliki poin sama dan baru akan menjalani laga melawan Persib Bandung.

Tag:  #kekecewaan #bernardo #tavares #usai #persebaya #kalah #telak #dari #persijap

KOMENTAR