Direktur Utama Finpay, Rakhmad Tunggal Afifuddin. (Istimewa)
Layanan Digital Pekerja Migran Diperkuat KP2MI dan Finpay, Kirim Uang Lebih Mudah dan Minim Risiko
- Pekerja Migran Indonesia (PMI) memberikan kontribusi yang begitu besar bagi negara. Setiap tahun peminat menjadi PMI pun cukup tinggi. Kondisi ini harus menjadi perhatian agar PMI tersebut mendapat perlindungan yang baik, tidak hanya dari sisi keamanan, maupun finansial juga. Oleh karena itu, PT Finnet Indonesia (Finpay) melakukan digitalisasi remitansi melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Langkah ini dinilai penting karena PMI membutuhkan sistem pembayaran digital yang aman, terintegrasi, dan mudah diakses.
Direktur Utama Finpay, Rakhmad Tunggal Afifuddin mengatakan, pihaknya tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi pembayaran, tetapi juga memperluas peran sebagai enabler transformasi digital sektor publik. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KP2MI yang digelar di Gedung Bidakara 2, Jakarta Selatan, menjadi bagian dari strategi dalam memperkuat infrastruktur pembayaran nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagi perusahaan plat merah, Finpay menilai transformasi digital sebagai fondasi utama dalam membangun sistem remitansi yang efisien dan aman. Menurutnya, digitalisasi layanan keuangan bagi PMI harus dibangun di atas tiga aspek utama: keamanan sistem, kemudahan akses, dan integrasi lintas lembaga.
"Melalui integrasi sistem pembayaran Finnet ke dalam platform layanan KP2MI, proses pengiriman uang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan minim risiko," ujar Rakhmad, Sabtu (21/2). Rakhmad meengatakan, perusahaan komitmen memperluas cakupan layanan pembayaran digital ke berbagai sektor strategis. Finnet akan menghadirkan solusi pembayaran terintegrasi yang mempermudah remitansi. Selain itu, bisa membuka akses terhadap layanan keuangan lain yang dapat mendukung perencanaan keuangan keluarga secara lebih baik.
Finpay akan hadir bukan sekadar sebagai penyedia sistem pembayaran, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional. Integrasi dengan KP2MI menjadi wujud konkret kontribusi perusahaan dalam mendukung perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja migran.
Sementara itu, Wakil Menteri KP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta keamanan proses remitansi bagi PMI. "Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Direktur Utama Finpay, Rakhmad Tunggal Afifuddin mengatakan, pihaknya tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi pembayaran, tetapi juga memperluas peran sebagai enabler transformasi digital sektor publik. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KP2MI yang digelar di Gedung Bidakara 2, Jakarta Selatan, menjadi bagian dari strategi dalam memperkuat infrastruktur pembayaran nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagi perusahaan plat merah, Finpay menilai transformasi digital sebagai fondasi utama dalam membangun sistem remitansi yang efisien dan aman. Menurutnya, digitalisasi layanan keuangan bagi PMI harus dibangun di atas tiga aspek utama: keamanan sistem, kemudahan akses, dan integrasi lintas lembaga.
"Melalui integrasi sistem pembayaran Finnet ke dalam platform layanan KP2MI, proses pengiriman uang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan minim risiko," ujar Rakhmad, Sabtu (21/2). Rakhmad meengatakan, perusahaan komitmen memperluas cakupan layanan pembayaran digital ke berbagai sektor strategis. Finnet akan menghadirkan solusi pembayaran terintegrasi yang mempermudah remitansi. Selain itu, bisa membuka akses terhadap layanan keuangan lain yang dapat mendukung perencanaan keuangan keluarga secara lebih baik.
Finpay akan hadir bukan sekadar sebagai penyedia sistem pembayaran, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional. Integrasi dengan KP2MI menjadi wujud konkret kontribusi perusahaan dalam mendukung perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja migran.
Sementara itu, Wakil Menteri KP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta keamanan proses remitansi bagi PMI. "Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tag: #layanan #digital #pekerja #migran #diperkuat #kp2mi #finpay #kirim #uang #lebih #mudah #minim #risiko