Maroko Dituduh Bantai Anjing Liar Usai Ditunjuk Tuan Rumah Piala Dunia 2030
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada tanggal 5 Desember 2025 di Washington, DC.(GETTY IMAGES via AFP/POOL)
19:00
21 Februari 2026

Maroko Dituduh Bantai Anjing Liar Usai Ditunjuk Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Maroko tengah mendapat pengawasan internasional usai disebut melakukan pembantaian massal terhadap anjing liar jelang gelaran Piala Dunia FIFA 2030.

Investigasi The Athletic bulan lalu mengungkap sebuah rumah jagal di Marrakech yang digunakan untuk memproses anjing-anjing tangkapan tanpa pengawasan publik.

Saksi menyebut hewan-hewan itu dijerat dan dijepit, lalu diangkut ke penampungan. 

Sebagian diduga ditembak, diracun, atau dibiarkan kelaparan, sementara lainnya dijejalkan ke kandang sempit tanpa cahaya dan ventilasi.

Baca juga: FIFA Berencana Perluas Piala Dunia Antarklub Jadi 48 Tim

Investigasi gabungan dan kampanye advokasi yang dikomando oleh Koalisi Internasional untuk Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan (IAWPC) menuduh bahwa ratusan ribu anjing dibunuh setiap tahunnya.

Mereka memberi peringatan bahwa masih ada tiga juta anjing yang berpotensi menjadi korban "pembantaian massal" berikutnya.

Aktor peraih nominasi Oscar dan aktivis Mark Ruffalo, menjadi sosok yang paling tegas menentang aksi tersebut yang ia sebut sebagai "kegagalan moral".

Baca juga: Geger Pengaduan 120 Halaman ke ICC: Petinggi FIFA dan UEFA Terseret Isu Kemanusiaan di Palestina

“Membunuh jutaan anjing untuk persiapan acara olahraga global bukanlah kemajuan, melainkan kegagalan moral,” tulis Ruffalo dalam sebuah unggahan di X.

“Solusi yang manusiawi itu ada, dan memilih belas kasih daripada kekerasan adalah tanggung jawab yang kita semua pikul.”

Pembantaian Meningkat Setelah Pengumuman Piala Dunia 2030

IAWPC telah menyusun laporan 91 halaman berisi bukti foto dan kesaksian tentang praktik seperti penembakan, racun strychnine, dan pembakaran.

Kelompok itu menilai pembunuhan meningkat sejak Maroko ditetapkan pada 2023 sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan Spanyol dan Portugal. 

Aktivis memperkirakan sekitar 300.000 hewan dibunuh tiap tahun sebelum pengumuman tersebut, dan jumlahnya terus bertambah.

Baca juga: FIFA Siapkan Dana Rp1,2 Triliun untuk Gaza, Trump: Bintang Dunia Akan Dilibatkan

“Setelah (pengumuman penunjukkan Piala Dunia 2030), pembunuhan anjing meningkat drastis,” kata IAWPC dalam sebuah laporan.

“Akibatnya, kekhawatiran muncul bahwa Maroko akan melanjutkan rencana mereka untuk pembantaian massal 3 juta anjing.”

Suporter Maroko di Piala Afrika 2025.DOK PRABOWO WIRATMOKO JATI Suporter Maroko di Piala Afrika 2025.

Bantahan dari Pemerintah, FIFA Turun Tangan

Pemerintah Maroko membantah keras bahwa negaranya telah melakukan pembantaian massal kepada anjing liar.

“Sama sekali tidak benar bahwa Maroko berencana untuk membasmi anjing liar menjelang Piala Dunia FIFA 2030,” kata seorang juru bicara menanggapi laporan tahun lalu.

Sementara itu, FIFA mengatakan pihaknya bekerja sama dengan IAWPC untuk menyampaikan rekomendasi tentang kesejahteraan hewan kepada pihak berwenang Maroko.

Baca juga: 4 Fase Transformasi Sepak Bola Gaza, FIFA Siapkan 50 Lapangan Mini hingga Akademi Modern

“Dengan selesainya proses penawaran, FIFA sedang menindaklanjuti dengan mitra lokalnya dengan tujuan untuk memastikan komitmen ditegakkan,” kata juru bicara FIFA kepada publikasi tersebut.

Metode yang diklaim IAWPC mencakup "keracunan dengan strychnine baik melalui penyuntikan langsung ke anjing atau melalui pencampuran dengan makanan".

IAWPC juga menuduh bahwa senapan dan pistol digunakan untuk menembak anjing oleh para pria bersenjata yang berpatroli di jalanan untuk mencari hewan-hewan tersebut.

“Anjing-anjing itu dibiarkan mati kehabisan darah, seringkali meronta-ronta dan menjerit kesakitan,” demikian tertulis dalam petisi tersebut.

Baca juga: Presiden FIFA dan UEFA Dilaporkan ke ICC atas Dugaan Membantu Kejahatan Perang

“Tubuh mereka sering dibiarkan membusuk di tempat mereka jatuh. Anjing-anjing juga diburu dan dijebak dengan alat penjepit ala abad pertengahan lalu dilemparkan ke bagian belakang truk bersama anjing-anjing lain yang ketakutan.”

“Anjing-anjing ini dibawa untuk dibunuh di 'klinik palsu'. Mereka dibakar di insinerator atau dibawa dan dibuang di kuburan massal. Tidak semua anjing mati saat dibuang.”

Tag:  #maroko #dituduh #bantai #anjing #liar #usai #ditunjuk #tuan #rumah #piala #dunia #2030

KOMENTAR