Amazon Rebut Takhta Walmart, Patahkan Rekor 13 Tahun
Amazon melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16.000 karyawannya yang tersebar di berbagai negara. ()
19:06
21 Februari 2026

Amazon Rebut Takhta Walmart, Patahkan Rekor 13 Tahun

- Amazon, marketplace kenamaan asal Amerika Serikat, diproyeksikan menyalip Walmart dalam daftar Fortune 500.

Daftar ini merangkum 500 perusahaan terbesar di AS berdasarkan total pendapatan tahunan dan disusun oleh majalah bisnis Fortune.

Daftar resmi Fortune 500 edisi 2026 baru akan dirilis pada Juni mendatang. Namun, berdasarkan laporan keuangan terbaru yang telah diumumkan masing-masing perusahaan, posisi puncak diperkirakan akan berubah.

Amazon melaporkan pendapatan tahunan sebesar 716,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 12.100 triliun) untuk tahun 2025 yang berakhir Desember 2025.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan pendapatan Walmart, yang mencapai 713,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 12.040 triliun) pada tahun fiskal yang berakhir Januari 2026.

Baca juga: Zuckerberg Susul Bos Amazon Pindah ke Bunker Triliuner

Karena metodologi Fortune 500 disusun murni berdasarkan total pendapatan tahunan, selisih tipis tersebut membuat Amazon secara matematis berada di posisi teratas. Meski demikian, kepastian peringkatnya tetap perlu menunggu pengumuman resmi.

Jika proyeksi ini terkonfirmasi, maka ini akan menjadi pertama kalinya Amazon melampaui Walmart dari sisi pendapatan tahunan dalam konteks peringkat Fortune 500.

Bila proyeksi ini sesuai dengan daftar Fortune 500 edisi 2026 nanti, maka posisi Walmart akan turun ke peringkat ke-2 untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.

Namun, rekornya di peringkat lima besar ditaksir akan tetap berlanjut hingga dekade berikutnya.

Estée Lauder gugat Walmart AFP/ROBYN BECK Estée Lauder gugat Walmart

Selama 13 tahun terakhir, posisi puncak daftar tersebut hampir selalu ditempati Walmart.

Dalam satu dekade terakhir, pendapatan Amazon terus tumbuh signifikan hingga perlahan mendekati Walmart. Bahkan pada periode 2018 hingga 2025, laju pertumbuhan Amazon tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan Walmart.

Sejak 2020, kedua perusahaan ini juga konsisten bersaing di dua besar daftar Fortune 500, mencerminkan ketatnya kompetisi antara kedua raksasa ritel konvensional dan marketplace tersebut.

Selain bisnis ritel, pertumbuhan Amazon juga ditopang bisnis lainnya termasuk layanan digital cloud hingga periklanan. Meski demikian, divisi ritel masih menjadi kontributor terbesar dibanding lainnya.

Baca juga: Gelombang PHK Amazon Berlanjut, 16.000 Karyawan Terdampak

Walmart juga mencoba peruntungan yang sama lewat bisnis periklanan. Akan tetapi pendapatannya hanya sekitar 6,4 miliar (sekitar Rp 108 triliun) pada tahun lalu, jauh lebih rendah dari Amazon yang lebih dari 68 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.147 triliun).

Selain itu keduanya juga investasi besar-besaran ke teknologi kecerdasan buatan (AI). Pada Januari lalu, Walmart mengumumkan kemitraan dengan Google untuk menjual produk lewat asisten AI Gemini.

Sementara Amazon membangun infrastruktur AI dengan menggelontorkan hingga 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.375 triliun) pada tahun ini, dihimpun KompasTekno dari Modern Retail, Jumat (20/2/2026).

Tag:  #amazon #rebut #takhta #walmart #patahkan #rekor #tahun

KOMENTAR