Krakatau Steel Sebut Baja Wuhan Sempat Masuk dengan Bea 0 Persen
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengungkapkan, baja dari Wuhan sempat masuk ke Indonesia dengan bea masuk 0 persen.
Direktur Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo mengatakan, baja dari Wuhan itu berbeda impor dari China beberapa waktu sebelumnya yang juga sempat dikenai bea masuk 0 persen.
Padahal, Wuhan merupakan kota di China tapi seakan-akan administrasi importasi itu berasal dari negara yang berbeda.
“Iya dia kan 0 persen kan. Cuma satu tuh, dari Wuhan ke sini 0 persen,” kata Hernowo saat ditemui di kompleks pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Krakatau Steel Siap Pasok Baja Bahan Produksi Kapal PT PAL
Setelah diketahui mengimpor baja tanpa bea masuk, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya bertindak dengan menerapkan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD).
Dumping merupakan praktek eksportir menjual barang di pasar luar negeri dengan harga lebih murah ketimbang negara maupun di bawah ongkos produksi.
BMAD menjadi instrumen kebijakan pemerintah melindungi industri dengan produk sejenis sehingga persaingan bisa lebih adil.
“Ini sama Kemendag sudah terbit, dia tarifnya dinaikin jadi 17,5 persen,” ujar Hernowo.
Sebelum temuan kasus baja dari Wuhan, baja impor dari China juga sempat tidak dibebani bea masuk.
Namun, kini pemerintah melalui Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) yang bernaung di bawah Kemendag telah mematok bea masuk 17,5 persen.
Menurut Hernowo, ekosistem industri di China sedang menghadapi masalah karena produktivitas yang tinggi tidak diikuti dengan serapan yang setimpal.
Baca juga: Trump Berencana Pangkas Tarif Baja dan Aluminium Jelang Pemilu
Akhirnya, China menghadapi banjir barang produk dalam negeri mereka sendiri. Selain pada baja, hal ini juga terjadi pada produk tekstil.
“Makanya kan semua negara hari ini memproteksi supaya barang China enggak boleh masuk. Nah, ini semua nih. Indonesia sudah mulai nih,” tutur Hernowo.
Sebelumnya, mantan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengungkapkan industri baja nasional sudah begitu lama sengsara karena kondisi pasar yang tidak adil.
Menurutnya, pelaku industri baja bisa melawan gempuran produk China asalkan persaingan berlangsung adil.
Ketua Dewan Pengawas Iron and Steel Industry Association (IISIA) itu mengatakan, produk China masuk dengan curang seperti, circumvention untuk menghindari bea masuk, under invoicing (laporan palsu pada faktur), dan tax rebate (pemotongan pajak).
“Mereka melakukan under-invoicing, mereka melakukan circumvention, mereka melakukan tax rebate, ya yang tentunya tidak akan bisa membuat bersaing secara sehat,” ujar Silmy dalam Musyawarah Nasional (Munas) IISIA di kawasan Sudirman, Jakarta.
Tag: #krakatau #steel #sebut #baja #wuhan #sempat #masuk #dengan #persen