Bos Danantara Sebut BUMN Kelola 75 Rumah Sakit, Mayoritas Berkinerja Buruk
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani ditemui usai rapat tertutup dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
19:04
5 Februari 2026

Bos Danantara Sebut BUMN Kelola 75 Rumah Sakit, Mayoritas Berkinerja Buruk

Danantara Indonesia memastikan pemangkasan jumlah badan usaha milik negara terus berlanjut. Jumlah BUMN ditargetkan turun dari 1.034 entitas menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan.

Konsolidasi dilakukan lintas sektor untuk mendorong efisiensi dan produktivitas perusahaan pelat merah. Fokus diarahkan pada entitas yang tidak selaras dengan bisnis inti induk usaha serta mencatatkan kinerja buruk.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, banyak BUMN mengelola unit usaha di luar kompetensi utama. Kondisi ini dinilai membebani kinerja secara keseluruhan.

Rosan mencontohkan pengelolaan rumah sakit. BUMN saat ini mengelola sekitar 75 rumah sakit, namun sebagian besar tidak menunjukkan kinerja yang baik.

“Kami memiliki 75 rumah sakit, dan sebagian besar beroperasi dengan buruk,” ujar Rosan dalam CNA Summit 2026 di Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Purbaya Mau Ambil Alih PNM buat KUR, Bos Danantara: Kami Terbuka...

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor perhotelan. BUMN tercatat mengelola sekitar 137 hotel, meski banyak di antaranya berada di bawah perusahaan yang tidak bergerak di bidang perhotelan.

“Ada perusahaan konstruksi, tetapi malah mengelola kegiatan lain. Ada perusahaan yang bahkan memiliki bisnis garmen, padahal sebenarnya mereka adalah perusahaan bandara,” ungkap Rosan.

Rosan menilai struktur semacam itu membuat perusahaan kehilangan fokus. Konsolidasi pun terus didorong agar BUMN kembali menjalankan usaha sesuai kompetensi utamanya.

Danantara menyiapkan berbagai opsi penataan. Langkah yang ditempuh mencakup privatisasi hingga penutupan perusahaan yang tidak layak dipertahankan.

“Kita berharap akan melakukan privatisasi, atau langsung menutup beberapa (perusahaan),” kata Rosan.

Rosan menambahkan, selama tiga bulan terakhir Danantara telah menutup sekitar 100 perusahaan. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya penajaman fokus bisnis BUMN.

“Kita sebenarnya ingin mereka kembali ke inti bisnisnya,” ucap dia.

Baca juga: Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II-2026

Target akhir dari konsolidasi ini adalah perbaikan kinerja keuangan BUMN. Efisiensi operasional dan kualitas sumber daya manusia juga menjadi sasaran utama.

“Kami bisa mengurangi jumlah perusahaan menjadi sekitar 300 untuk produktivitas yang lebih baik, efisiensi, dan juga SDM,” pungkas Rosan.

Tag:  #danantara #sebut #bumn #kelola #rumah #sakit #mayoritas #berkinerja #buruk

KOMENTAR