Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Tunggu Kejelasan Proses Demutualisasi
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
20:17
5 Februari 2026

Mau Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Tunggu Kejelasan Proses Demutualisasi

- Danantara Indonesia akan menunggu kejelasan aturan yang disiapkan regulator sebelum akhirnya masuk menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya akan menghormati proses demutualisasi yang saat ini masih berada dalam ranah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

"Tentu kami sifatnya menunggu dulu prosesnya ini dari OJK maupun dari Bursa Efek Indonesia, proses seperti apa, karena itu kan pasti ada prosesnya," ucapnya ditemui usai acara CNA Summit 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Bos Danantara Sebut BUMN Kelola 75 Rumah Sakit, Mayoritas Berkinerja Buruk

Demutualisasi merupakan proses perubahan struktur kepemilikan dan pengelolaan BEI dari yang sebelumnya dimiliki oleh para anggota bursa (AB) menjadi perusahaan berbadan hukum yang berorientasi korporasi.

Rosan mengatakan, demutualisasi akan memisahkan keanggotaan dan kepemilikan yang selama ini masih menyatu dan didominasi oleh perusahaan sekuritas. Dengan demikian, kepemilikan BEI terbuka bagi pihak lain.

Maka dari itu, Danantara akan menunggu terlebih dahulu rampungnya proses demutualisasi, baru menentukan langkah-langkah untuk menjadi pemegang saham BEI.

"Kalau demutualisasi sudah terjadi, pemisahan antara anggota dan kepemilikan, ya kita terbuka juga untuk ikut di dalam Bursa Efek Indonesia ini dari segi kepemilikannya," ucap Rosan.

Baca juga: Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II-2026

Ia menyebut, keterlibatan sovereign wealth fund (SWF) di bursa efek pada dasarnya merupakan praktik yang lazim di tingkat global. Di berbagai negara, porsi kepemilikan SWF di bursa bervariasi, mulai dari sekitar 15 persen hingga di atas 30 persen.

"Kan juga hampir semua bursa di dunia itu sudah terjadi demutualisasi, dan SWF manfaatnya juga menjadi bagian dari bursanya. Jadi pada intinya kita menunggu tapi kita juga terbuka untuk masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia," pungkas Rosan.

Tag:  #jadi #pemegang #saham #danantara #tunggu #kejelasan #proses #demutualisasi

KOMENTAR