Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
Lembaga pemeringkat Moody’s pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. [Antara]
21:07
5 Februari 2026

Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif

Baca 10 detik
  • Moody's pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif karena tata kelola dan efektivitas kebijakan yang melemah.
  • Penurunan outlook ini menyusul pembekuan indeks pasar modal oleh MSCI Inc pekan lalu, yang berdampak pada IHSG.
  • Kementerian Keuangan mengapresiasi peringkat Baa2 tetap dipertahankan, sembari menegaskan upaya transformasi ekonomi berkelanjutan.

Lembaga pemeringkat Moody’s pada Kamis (5/2/2026) menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Ini merupakan pukulan terbaru untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setelah pekan lalu MSCI Inc membekukan indeks pasar modal dan menyebabkan IHSG ambruk.

Moody's dalam keterangannya mengatakan outlook peringkat Indonesia kini negatif, meski masih dipertahankan di level layak investasi Baa2, karena melihatnya adanya tanda-tanda pelemahan tata kelola serta semakin berkurangnya efektivitas kebijakan.

“Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit diprediksi, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor,” tegas keterangan Moody’s.

"Jika terus berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang sudah lama dibangun, yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan," ungkap Moody’s.

Moody's mengatakan pihaknya akan menurunkan rating Indonesia jika kebijakan fiskal Indonesia semakin ekspansif tanpa diiringi reformasi pendapatan, keluarnya modal asing dalam jumlah besar atau adanya pelemahan perusahaan-perusahaan BUMN.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat Baa2, peringkat kedua terendah dalam kategori layak investasi (investment grade).

Menanggapi penilaian Moody's itu Kementerian Keuangan menyatakan apresiasi dan menegaskan bahwa pemerintah sedang melakukan transformasi ekonomi untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.

"Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody's yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif," tulis Kemenkeu dalam siaran persnya.

Kemenkeu mengatakan pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi. Pemerintah terus memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik.

"Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Selain itu, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara akan dioptimalkan," lanjut Kemenkeu.

Kemenkeu menerangkan pemerintah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat.

"Indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat sejak Semester II 2025 dengan berbagai indikator yang membaik. Hal ini juga dikonfirmasi dengan kinerja pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 sebesar 5,39 persen yang melebihi ekspektasi pasar," beber Kemenkeu.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #moodys #turunkan #outlook #peringkat #indonesia #negatif

KOMENTAR