Harga Bitcoin Ambles ke Bawah 70.000 Dollar AS, Apa Penyebabnya?
Harga bitcoin. Harga bitcoin (BTC) kembali tertekan di tengah aksi jual aset berisiko. Pada Kamis (5/2/2026), harga bitcoin anjlok ke bawah 70.000 dollar AS, level yang terakhir kali disentuh pada November 2024. ()
20:32
5 Februari 2026

Harga Bitcoin Ambles ke Bawah 70.000 Dollar AS, Apa Penyebabnya?

- Harga bitcoin (BTC) kembali tertekan di tengah aksi jual aset berisiko. Pada Kamis (5/2/2026), harga bitcoin anjlok ke bawah 70.000 dollar AS, level yang terakhir kali disentuh pada November 2024.

Berdasarkan data CoinMetrics, harga bitcoin sempat merosot hingga 69.055,46 dollar AS. Pada pukul 08.09 waktu timur AS (ET), harganya berada di kisaran 69.552 dollar AS.

Pada pukul 08.16 ET, bitcoin tercatat di 69.377,30 dollar AS atau turun 4.061,29 poin (-5,53 persen).

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke Kisaran 72.000 Dollar AS

Dikutip dari CNBC, Kamis (5/2/2026), penurunan harga bitcoin menjadi sorotan pelaku pasar. Sejumlah analis menilai 70.000 dollar AS merupakan level kunci yang perlu dicermati.

Jika harga bitcoin bertahan di bawah titik tersebut, tekanan lanjutan dinilai berpotensi terjadi.

James Butterfill, Head of Research CoinShares, menyebut 70.000 dollar AS sebagai “key psychological level”.

"Jika level ini gagal dipertahankan, maka pergerakan menuju kisaran 60.000 hingga 65.000 dollar AS menjadi cukup mungkin terjadi," ujarnya.

Harga bitcoin (BTC) kembali tertekan di tengah aksi jual aset berisiko. Pada Kamis (5/2/2026), harga bitcoin anjlok ke bawah 70.000 dollar AS Harga bitcoin (BTC) kembali tertekan di tengah aksi jual aset berisiko. Pada Kamis (5/2/2026), harga bitcoin anjlok ke bawah 70.000 dollar AS

Tertekan Aksi Jual dan Likuidasi

Pelemahan harga bitcoin terjadi setelah aksi jual besar pada saham teknologi di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (4/2/2026). Tekanan tersebut kemudian merambat ke pasar kripto.

Pada saat yang sama, pasar komoditas juga bergerak fluktuatif. Harga perak kembali anjlok pada Kamis (5/2/2026), sementara harga emas berada dalam tekanan.

Faktor lain yang membebani pasar adalah likuidasi, yakni ketika posisi trader otomatis ditutup karena harga menyentuh batas tertentu.

Data Coinglass menunjukkan lebih dari 2 miliar dollar AS posisi beli (long) dan jual (short) di pasar kripto telah dilikuidasi sepanjang pekan ini hingga Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Bitcoin Jatuh ke Level Terendah Sejak April, Investor Waspadai Tekanan Lanjutan

Turun dari Rekor 126.000 Dollar AS

Secara tren, harga bitcoin telah mengalami penurunan sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas 126.000 dollar AS pada Oktober 2025 lalu. Saat ini, posisinya sekitar 40 persen di bawah level puncak tersebut.

Aset kripto lain bergerak lebih dalam. Ether dan XRP tercatat mengalami pelemahan yang lebih besar dibandingkan bitcoin.

Maja Vujinovic, CEO Digital Assets FG Nexus, mengatakan reli kenaikan lurus yang sebelumnya diharapkan banyak pelaku pasar belum terwujud.

"Reli kenaikan lurus yang diharapkan banyak orang belum benar-benar terwujud. Bitcoin tidak lagi diperdagangkan berdasarkan hype. Narasinya sudah sedikit kehilangan daya tariknya, dan kini lebih diperdagangkan murni berdasarkan likuiditas serta arus modal," ujarnya. 

Baca juga: Bitcoin Tergelincir 3,15 Persen, Pasar Kripto Kembali Dilanda Tekanan

Permintaan Institusi Berbalik

Di tengah kondisi ini, peran investor institusi juga menjadi perhatian. Jika sebelumnya investor besar dinilai menopang harga, kini tren tersebut disebut berubah.

“Permintaan dari institusi telah berbalik secara signifikan,” tulis CryptoQuant dalam laporannya pada Rabu (4/2/2026).

CryptoQuant mencatat, exchange-traded funds (ETF) di AS yang pada periode sama tahun lalu membeli 46.000 bitcoin, kini justru melakukan aksi jual bersih pada 2026.

Laporan itu juga menyoroti indikator teknikal penting. Bitcoin disebut telah menembus ke bawah rata-rata pergerakan 365 hari untuk pertama kalinya sejak Maret 2022.

Sejak penembusan tersebut, harga bitcoin telah turun 23 persen dalam 83 hari, lebih buruk dibandingkan fase awal pasar bearish 2022.

Rata-rata pergerakan (moving average) merupakan istilah teknikal yang merujuk pada rata-rata harga penutupan aset dalam periode tertentu.

Menurut CryptoQuant, kondisi tersebut mengindikasikan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran 70.000 dollar AS hingga 60.000 dollar AS.

Tag:  #harga #bitcoin #ambles #bawah #70000 #dollar #penyebabnya

KOMENTAR