Stephanie Cavalli, Model 49 Tahun Membuka Peragaan Chanel di Paris
Peragaan busana haute couture Chanel di Paris menarik perhatian publik pada awal Februari 2026. Bukan hanya karena koleksinya, tetapi juga sosok model yang membuka acara tersebut.
Stephanie Cavalli, model berusia 49 tahun dengan rambut perak alami, menjadi pembuka peragaan Chanel untuk koleksi musim semi/panas 2026.
Kehadirannya memunculkan perbincangan tentang usia, pengalaman hidup, dan perubahan standar kecantikan di dunia mode.
Baca juga: Dulu Manusia Silver Kini Jadi Model hingga Dilirik Agensi Korea, Ini Kisah Mike Octavian
Mencuri perhatian di Paris Haute Couture Week
Peragaan Chanel ini merupakan debut Matthieu Blazy sebagai direktur kreatif untuk lini haute couture rumah mode asal Prancis tersebut.
Blazy menghadirkan deretan model dari berbagai usia, sesuatu yang jarang terlihat di panggung haute couture.
Stephanie Cavalli menjadi sorotan utama karena tampil sebagai pembuka acara.
Menurut Blazy, model yang lebih matang membawa kedalaman tersendiri pada busana yang ditampilkan.
“Mereka memiliki pengalaman hidup dan telah melihat dunia, sehingga memberi makna berbeda pada pakaian,” ujar Blazy, seperti dikutip dari South China Morning Post.
Baca juga: Dari Model ke Founder Skincare, Perjalanan Virginy Valentine Hadirkan Produk Kecantikan yang Aman
Latar belakang Stephanie Cavalli
Tangkapan layar akun Instagram Stephanie Cavalli @stephanie_cavalli. Stephanie Cavalli mencuri perhatian setelah membuka peragaan haute couture Chanel di Paris pada usia 49 tahun.
Stephanie Cavalli memiliki latar belakang keluarga Karibia dan Italia. Ketertarikannya pada dunia mode tumbuh sejak kecil ketika ia sering menemani ayahnya, seorang kolektor barang antik, berkeliling pasar loak di Roma.
“Saya selalu terpesona saat masuk ke toko antik dan menemukan banyak benda berharga,” kenang Cavalli.
Pada 2002, Cavalli pindah ke Amerika Serikat. Kini, ia membagi waktu antara Paris dan New York.
Ia menikah dengan Elvio Critelli, seorang seniman tato asal Italia, dan memiliki tiga anak.
Selain berkarier sebagai model, Cavalli juga mengelola butik pakaian vintage bernama La Garçonne di Callicoon, New York.
Baca juga: Pangeran Nikolai dari Denmark Pilih Karier Sebagai Model
Karier model yang berkembang di usia 40-an
Cavalli sebenarnya sudah mengenal dunia modeling sejak usia muda. Namun, ia baru aktif berjalan di runway sekitar tiga tahun terakhir. Debut runway-nya terjadi pada peragaan Tibi koleksi spring-summer 2024.
Sejak saat itu, ia bekerja sama dengan sejumlah merek ternama, seperti Proenza Schouler, Miu Miu, Lacoste, dan Rachel Comey.
Cavalli dikenal tampil apa adanya, termasuk memilih mempertahankan rambut abu-abu alaminya.
Pengalaman membuka peragaan Chanel
Sebelum tampil di Paris, Chanel lebih dulu mengajak Cavalli untuk peragaan Métiers d’Art 2026 di New York. Kesempatan tersebut berlanjut ke panggung haute couture di Paris.
Dalam wawancara dengan Vogue, Cavalli mengaku tidak pernah membayangkan bisa membuka peragaan Chanel di usia 40-an.
“Saya merasa seperti berjalan di atas awan,” ujarnya.
Baca juga: Olivia Dean Memukau dengan Gaun Chanel di Grammy Awards 2026
Cavalli juga mengungkap bahwa Matthieu Blazy secara langsung menyampaikan permintaannya saat sesi fitting pertama.
“Dia mengatakan terinspirasi oleh saya dan meminta saya membuka show. Saya senang, tetapi juga gugup karena itu tanggung jawab besar,” kata Cavalli.
Makna kehadiran model dewasa di panggung mode
Kehadiran Stephanie Cavalli di panggung haute couture Chanel dinilai mencerminkan perubahan di industri mode. Usia tidak lagi menjadi batas utama untuk tampil di panggung besar. Pengalaman hidup, kepercayaan diri, dan keaslian justru semakin dihargai.
Melalui penampilannya di Paris, Cavalli menunjukkan bahwa dunia mode kini bergerak ke arah yang lebih inklusif dan realistis.
Baca juga: Gaya Kim Go eun di Front Row Chanel Paris, Elegan dengan Nuansa Krem
Tag: #stephanie #cavalli #model #tahun #membuka #peragaan #chanel #paris