Dokter Jelaskan Keunggulan Akupunktur Saat Program Hamil
- Kehamilan secara alami tak selalu mudah untuk dicapai oleh sebagian perempuan. Berbagai masalah, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, kualitas ovum yang kurang optimal, bisa menyebabkan gangguan kesuburan.
Di tengah berbagai metode reproduksi berbantu yang tersedia, akupunktur kini semakin banyak dilirik sebagai terapi pendamping untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan.
Praktik pengobatan yang berasal dari stimulasi titik-titik tertentu pada tubuh ini dinilai dapat mendukung kesehatan reproduksi jika dilakukan secara tepat dan terukur.
Menurut Dokter Spesialis Akupunktur Medik Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, akupunktur dapat menjadi bagian dari persiapan kehamilan, baik bagi perempuan yang menjalani program hamil alami maupun prosedur IVF (bayi tabung).
Baca juga: Menunda Menikah hingga di Atas 30 Tahun, Dokter Ingatkan Risiko Kehamilan Setelah Usia 35
Membantu menormalkan siklus menstruasi
Salah satu tantangan yang cukup sering dialami perempuan saat merencanakan kehamilan adalah siklus haid yang tidak teratur.
Kondisi ini dapat mempersulit prediksi masa subur dan berdampak pada peluang terjadinya pembuahan.
Menurut dr. Laura, akupunktur dapat membantu memperbaiki keteraturan siklus menstruasi melalui stimulasi sistem hormonal dan perbaikan keseimbangan fungsi tubuh.
“Akupunktur juga bisa dilakukan untuk persiapan kehamilan. Misalnya ada gangguan siklus haid yang maju-mundur. Kita bisa bantu terapi supaya lebih rutin,” ujar dr. Laura dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Benarkah Akupuntur Bisa Atasi Mual dan Muntah saat Hamil?
Melalui terapi yang dilakukan secara berkala, tubuh didorong untuk mencapai keseimbangan hormonal yang lebih baik sehingga siklus menstruasi dapat menjadi lebih teratur.
Meskipun demikian, hasil terapi tentu tidak dapat diperoleh secara instan.
“Namun harus dilakukan selama 3 bulan dan dalam waktu 2 kali seminggu,” jelasnya.
Durasi tersebut diperlukan karena akupunktur bekerja secara bertahap dengan membantu tubuh menyesuaikan fungsi biologisnya secara alami.
Baca juga: 5 Cara Sederhana Menjaga Hormon Kortisol Tetap Stabil agar Tak Sebabkan Penyakit
Mendukung keberhasilan program bayi tabung
Selain membantu program hamil alami, akupunktur juga kerap dimanfaatkan sebagai terapi pendamping bagi pasangan yang menjalani prosedur IVF.
Dr. Laura menjelaskan, akupunktur dapat membantu meningkatkan kualitas persiapan reproduksi sebelum proses pengambilan sel telur dilakukan.
“Kemudian untuk IVF juga akupunktur bisa membantu dan sudah terbukti bisa meningkatkan jumlah ovum untuk pick-up. Untuk praktik ini kami biasanya bekerja sama dengan obgyn,” katanya.
Dalam prosedur bayi tabung, jumlah dan kualitas ovum menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan.
Baca juga: Kapan Usia Terbaik untuk Program Bayi Tabung? Ini Kata Dokter
Akupunktur diyakini dapat meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi, mendukung respons ovarium terhadap stimulasi hormon, dan membantu menciptakan kondisi tubuh yang lebih optimal sebelum proses pengambilan sel telur.
Kolaborasi antara dokter akupunktur dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi menjadi hal penting agar terapi berjalan sesuai kebutuhan medis pasien.
“Dokter obgyn akan meresepkan obat-obatan yang diperlukan dan kami dokter akupuntur akan tambahkan terapi untuk ovum pick-up dan keberhasilan implantasi yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Jangan Asal Pilih Skincare untuk Bayi, Jangan Tergiur Klaim Alami
Membantu mempertahankan embrio setelah implantasi
Manfaat akupunktur tidak berhenti pada tahap pembuahan atau transfer embrio. Terapi ini juga dapat diberikan setelah kehamilan terjadi untuk mendukung proses implantasi embrio di rahim.
“Ketika kehamilan sudah terjadi, akupunktur bisa untuk mempertahankan embrio yang sudah diimplantasi,” ungkap dr. Laura.
Pada tahap awal kehamilan, kestabilan kondisi rahim sangat penting untuk mendukung perkembangan embrio.
Akupunktur bekerja dengan membantu relaksasi tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, serta mendukung keseimbangan sistem saraf otonom yang berperan dalam menjaga kondisi tubuh selama awal kehamilan.
Meski demikian, terapi ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan dilakukan berdasarkan pengawasan medis.
Baca juga: Tiap Jam Satu Ibu Meninggal karena Komplikasi Kehamilan dan Melahirkan
Harus dilakukan oleh tenaga tersertifikasi
Dr. Laura menegaskan, keamanan menjadi aspek utama dalam terapi akupunktur, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan atau sudah berada pada tahap awal kehamilan.
Pemilihan titik stimulasi yang tidak tepat justru dapat menimbulkan risiko. Oleh karenanya, pasien disarankan tidak sembarangan memilih tempat terapi.
“Pastikan pilih layanan atau dokter akupunktur medik yang sudah tersertifikasi, sebab ada beberapa kontradiksi dan titik-titik yang tidak boleh dipakai pada ibu hamil maupun yang merencanakan kehamilan,” tegasnya.
Akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter bersertifikasi memiliki pendekatan berbasis ilmu kedokteran, dengan pertimbangan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
Baca juga: Meletakkan Laptop di Atas Paha Bisa Menurunkan Kesuburan Pria, Benarkah?
Tag: #dokter #jelaskan #keunggulan #akupunktur #saat #program #hamil