Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp 1.895 T pada 2025, Ini Penopangnya
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat penyaluran kredit hingga akhir Desember 2025 sebesar Rp 1.895 triliun, tumbuh 13,4 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri ditopang oleh kinerja yang merata di seluruh segmen bisnis. Salah satunya adalah segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang tumbuh 4,88 persen (YoY).
Ekspansi kredit juga didukung oleh dana pihak ketiga (DPK) yang menyentuh Rp 2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen (YoY).
Baca juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025
Ilustrasi kredit, kredit perbankan. Bank optimistis kredit dan likuiditas tetap tumbuh hingga akhir tahun.
“Hingga Desember 2025, total kredit mencapai Rp 1.895 triliun dan DPK mencapai sebesar Rp 2.105 triliun. Hal ini menjadikan peran aktif Bank Mandiri dalam menjaga aliran pembiayaan ke seluruh segmen ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Direktur Corporate Banking BMRI, Mochamad Rizaldi, saat konferensi pers secara daring, Kamis (5/2/2026).
“Penting untuk kami sampaikan bahwa pertumbuhan kredit yang kuat tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh dengan sehat sekitar 40 persen year on year,” paparnya.
Selain itu, struktur pendanaan emiten perbankan pelat merah ini tetap terjaga dengan baik melalui pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 12,6 persen menjadi Rp 1.431,4 triliun.
Senada, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan, pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.
Baca juga: Lewat Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih untuk Turunkan Stunting
“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” kata Riduan.
Kualitas aset dan profitabilitas
Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025 seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan.
Kondisi ini tercermin pada rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,96 persen di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 56,3 triliun sepanjang 2025.
Baca juga: Lewat Layanan Kopra, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih senilai Rp 106 triliun dengan tren positif seiring pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang tetap solid.
Penguatan profitabilitas juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan.
Pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen (YoY) menjadi Rp 48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.
“Pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang,” lanjut Riduan.
Tag: #bank #mandiri #bmri #salurkan #kredit #1895 #pada #2025 #penopangnya