Gerindra Tegaskan Kepemimpinan Prabowo Dibentuk dari Hasil Proses Panjang
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jabar. (Tangkapan Layar YouTube Setpres)
18:40
5 Februari 2026

Gerindra Tegaskan Kepemimpinan Prabowo Dibentuk dari Hasil Proses Panjang

Pengalaman hidup Presiden Prabowo Subianto yang tumbuh dari perjalanan proses, dinilai mampu menghadirkan kebijakan yang penuh kehati-hatian.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyatakan pengalaman hidup tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kepemimpinan Prabowo.

“Kepemimpinan Pak Prabowo tidak lahir dari ruang kosong. Ia dibentuk oleh proses panjang kehidupan yang keras dan penuh perubahan,” kata Azis Subekti kepada wartawan, Kamis (5/2).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, sejak kecil Prabowo mengikuti irama hidup ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, seorang ekonom dan pemikir yang hidupnya kerap bersinggungan dengan kekuasaan, kadang berada di pusatnya, kadang di luarnya.

Dari pengalaman itu, lanjut Azis, tumbuh kebiasaan membaca keadaan dan mengambil sikap. Ketegasan lahir bukan karena keinginan mendominasi, melainkan karena perubahan yang terlalu cepat sering menghukum keraguan.

“Ketegasan beliau bukan untuk menekan, tetapi untuk memastikan negara tidak berjalan dalam kebimbangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Prabowo menyaksikan ayahnya hidup bersama gagasan dan melihat bagaimana gagasan tidak selalu diterima dengan ramah oleh kekuasaan. Dari sana, tertanam pemahaman bahwa berpikir dan bersikap memiliki harga.

“Pak Prabowo sejak awal belajar bahwa kebenaran tidak selalu populer, tetapi tetap harus diperjuangkan," ungkapnya.

Dari sang ibu, Dora Marie Sigar, datang nilai yang lebih membumi yakni kejujuran, keberanian, dan keterbukaan sebagai kebiasaan hidup. Sikap lugas yang kerap ditunjukkan Prabowo dalam ruang publik dinilai bukan hasil pencitraan.

“Itu karakter asli beliau, bukan sikap yang dibuat-buat karena jabatan,” tuturnya.

Kesadaran tentang urusan publik juga hadir melalui sejarah keluarga, termasuk figur sang kakek, Margono Djojohadikusumo. Kisah-kisah itu menanamkan pemahaman bahwa keterlibatan dalam urusan negara selalu membawa risiko dan tanggung jawab besar.

“Dari keluarganya, Pak Prabowo memahami bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hadiah,” beber Azis.

Ketika Prabowo memilih jalan militer, lanjut Azis, keputusan itu menjadi kelanjutan logis dari pencarian kejelasan hidup. Sebab, militer mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan.

“Di militer, Pak Prabowo ditempa untuk bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan, dan itu membentuk naluri kepemimpinannya,” tegasnya.

Memasuki ruang sipil dan politik, kata Azis, tantangan kepemimpinan berubah. Ketegasan harus berjalan seiring dialog dan legitimasi publik.

“Pak Prabowo paham bahwa memimpin negara demokratis tidak bisa hanya dengan perintah, tetapi juga dengan mendengar," urainya.

Ia menegaskan, kepemimpinan Presiden Prabowo tidak dibangun dari hasil kekuasaan. Melainkan dari proses panjang menghadapi perubahan, risiko dan keputusan sulit.

“Kekuasaan bagi Pak Prabowo bukan tujuan, melainkan alat untuk bekerja dan memikul tanggung jawab yang lebih besar,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #gerindra #tegaskan #kepemimpinan #prabowo #dibentuk #dari #hasil #proses #panjang

KOMENTAR