Tekanan Global Berlanjut, Bank Mandiri Fokus Kredit Tahan Guncangan.
– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memandang 2026 masih diwarnai tantangan, seiring ketidakpastian global yang belum mereda.
Bank pelat merah ini tetap menjaga optimisme dengan menyeimbangkan ekspansi bisnis dan kehati-hatian, sambil mempertahankan peran sebagai agent of development.
Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 0,93 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 55,78 triliun. Laba yang diatribusikan kepada pemilik juga tercatat Rp 56,3 triliun.
Kinerja tersebut ditopang pendapatan bunga bersih Rp 106 triliun. Capaian ini sejalan dengan pengelolaan aset produktif dan struktur pendanaan yang dinilai solid.
Baca juga: Dividen Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp 225 Triliun dalam 25 Tahun
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut tekanan global masih datang dari berbagai arah. Risiko eksternal mencakup dinamika geopolitik, kebijakan perdagangan global, serta volatilitas harga komoditas ekspor.
“Dapat kami sampaikan bahwa memasuki awal tahun 2026 ini tantangan yang kami cermati masih berasal dari ketidakpastian global yang belum sepenuhnya meredah. Mulai dari dinamika geopolitik, arah kebijakan perdagangan, hingga volatilitas harga dari komoditas yang berasal dari Indonesia,” ujar Riduan saat konferensi pers daring, Kamis (5/2/2026).
Kondisi domestik juga belum sepenuhnya pulih. Riduan menilai pelonggaran kebijakan moneter belum berdampak merata ke sektor riil. Penurunan suku bunga masih membutuhkan waktu agar tersalurkan ke aktivitas ekonomi dan pembiayaan.
“Di dalam negeri meskipun kebijakan moneter sudah lebih akomodatif, transmisi penurunan suku bunga ke sektor riil masih bertahap sehingga dampaknya ke aktivitas ekonomi dan pembiayaan belum merata,” paparnya.
Risiko industri perbankan dinilai masih terkendali. Per November 2025, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan industri berada di kisaran 2,21 persen. Bank Mandiri tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sektor yang sensitif terhadap pelemahan permintaan dan fluktuasi harga komoditas.
Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp 1.895 T pada 2025, Ini Penopangnya
Merespons situasi tersebut, Bank Mandiri mengarahkan penyaluran kredit ke sektor prospektif dengan daya tahan tinggi. Strategi ini ditopang disiplin manajemen risiko, kemampuan underwriting, serta pemantauan portofolio pembiayaan.
“Karena itu di Bank Mandiri secara konsisten mengarahkan penyaluran kredit itu ke sektor-sektor yang prospektif dan punya resiliensi yang mumpuni. Didukung dengan disiplin daripada Bank Mandiri yang mempunyai kemampuan underwriting yang baik dan pemantauan portofolio yang ketat,” kata Riduan.
Pendekatan tersebut menjaga kualitas aset tetap solid. Rasio NPL Bank Mandiri tercatat di bawah 1 persen. NPL coverage ratio mencapai 253 persen sebagai bantalan menghadapi potensi tekanan ekonomi.
“Hasilnya kualitas aset di Bank Mandiri sebagaimana yang kami sampaikan tadi tetap solid dengan NPL terjaga di bawah 1 persen. Kemudian NPL coverage ratio yang kami bentuk masih cukup kuat dengan angka 253 persen sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penurunan kualitas aset dan tekanan daripada resiko ekonomi ke depan,” lanjutnya.
Bank Mandiri menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian pada periode mendatang. Fokus diarahkan ke pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan manajemen risiko, serta pemanfaatan ekosistem dan kapabilitas digital banking.
Sebagai bank BUMN, Bank Mandiri tetap menjalankan peran strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Peran ini diwujudkan melalui keterlibatan dalam berbagai program pemerintah yang menyasar sektor produktif.
“Dalam menjalankan peran sebagai agent of development, kami berkomitmen untuk memperkuat sektor produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Riduan.
Dukungan tersebut tercermin lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat. Hingga akhir 2025, Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp 41 triliun kepada lebih dari 360.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Kualitas kredit tetap terjaga.
Tag: #tekanan #global #berlanjut #bank #mandiri #fokus #kredit #tahan #guncangan