Perubahan Rambut Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan, Ini 6 Gejalanya
Ilustrasi rambut.(Dok. Freepik/benzoix)
20:10
5 Februari 2026

Perubahan Rambut Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan, Ini 6 Gejalanya

- Rambut kerap dianggap hanya sebagai penunjang penampilan dan kepercayaan diri. Namun di balik fungsi estetiknya, rambut ternyata bisa menjadi alarm awal yang memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan seseorang.

Dokter kulit menyebut, perubahan pada rambut, mulai dari rontok berlebihan hingga pertumbuhan yang melambat, sering kali berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu di dalam tubuh. 

Berikut enam cara rambut memberi tahu bahwa tubuh mungkin sedang tidak baik-baik saja, seperti dilansir HuffPost, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Rambut Rontok Bisa Bersifat Sementara, Ketahui Kapan Perlu ke Dokter

1. Rambut rontok berlebihan bisa menandakan masalah tiroid

Jika rambut terasa lebih mudah rontok, baik saat keramas, menyisir, maupun saat bangun tidur, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh ketombe atau tak cocok dengan sampo. 

Rambut rontok yang terjadi secara merata di seluruh kulit kepala juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kelenjar tiroid.

“Ketika ada masalah pada tiroid, rambut sering kali menjadi salah satu bagian tubuh pertama yang menunjukkan perubahan,” ujar Dr. Hamdan Abdullah Hamed, dokter spesialis kulit bersertifikat dan salah satu pendiri PowerYourCurls.com.

Selain rontok, gangguan tiroid juga dapat membuat rambut tumbuh lebih lambat, terasa lebih kering, dan tampak kasar. 

Baca juga: Gangguan Tiroid Bisa Sebabkan Susah Tidur

Dokter kulit global dan pendiri merek perawatan kulit, Dr. Vanita Rattan menambahkan, penipisan rambut biasanya terjadi secara menyeluruh, bukan membentuk area botak tertentu. Bahkan, sebagian orang juga mengalami penipisan rambut di bagian luar alis.

Menurut Hamed, hal ini terjadi karena hormon tiroid berperan penting dalam metabolisme tubuh, termasuk siklus pertumbuhan rambut. 

Rambut yang tumbuh lebih lambat bisa berkaitan dengan hipotiroidisme, sedangkan rambut yang rontok lebih cepat daripada pertumbuhannya bisa mengarah pada hipertiroidisme.

Baca juga: Kapan Benjolan di Leher karena Tiroid Harus Diangkat?

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

2. Rambut menipis bisa jadi tanda kekurangan zat besi

Rambut rontok juga sering menjadi gejala awal dari kekurangan zat besi, terutama pada perempuan. Kondisi ini kerap luput disadari karena tidak selalu disertai keluhan fisik lain.

“Kadar zat besi yang rendah adalah salah satu penyebab rambut rontok yang paling sering terabaikan,” kata Rattan. 

Ia menjelaskan, rambut biasanya rontok lebih banyak saat keramas atau disisir, sementara kepadatan rambut perlahan menurun tanpa terlihat area botak yang jelas.

Baca juga: Terlalu Banyak Minum Matcha Bisa Hambat Penyerapan Zat Besi, Ini Kata Ahli

Hamed menambahkan, penipisan rambut akibat kekurangan zat besi sering terlihat di bagian atas kepala atau sisi rambut. Rambut juga tampak kusam, rapuh, dan tidak tumbuh sekuat sebelumnya. 

Secara ilmiah, rendahnya kadar ferritin menyebabkan pasokan oksigen ke folikel rambut terganggu, sehingga menghambat pertumbuhan rambut.

3. Perubahan rambut bisa berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon

Ketidakseimbangan hormon tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga kondisi rambut. 

Perubahan kadar estrogen, testosteron, kortisol, hingga hormon tiroid dapat memicu rambut rontok, menipis di area tertentu, atau bahkan muncul bercak rambut yang hilang.

“Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan rambut rontok berlebihan atau menipis di area spesifik,” kata Hamed.

Baca juga: Bukan Cuma Hormon, Ini 6 Penyebab Perempuan Sering Merasa Lelah

Rattan menambahkan, kondisi ini juga bisa memicu pertumbuhan rambut berlebih di wajah, terutama pada perempuan yang mengalami menopause atau memiliki kondisi seperti PCOS. 

Selain jumlah dan pola tumbuhnya, tekstur rambut pun bisa berubah, menjadi lebih kering, rapuh, atau justru lebih berminyak dari biasanya.

4. Rambut rontok mendadak bisa menjadi tanda stres berlebih

Stres yang berkepanjangan dapat berdampak langsung pada kesehatan rambut. Salah satu tanda paling umum adalah rambut rontok dalam jumlah besar, terutama saat menyisir atau keramas.

“Sebagian orang mengalami penipisan rambut secara menyeluruh, sementara yang lain mendapati rambutnya berhenti tumbuh untuk sementara waktu,” ujar Hamed.

Baca juga: Hormon DHT Jadi Penyebab Utama Kebotakan Pria, Dokter Jelaskan Cara Mencegahnya

Rattan menjelaskan, stres dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium, yaitu ketika hormon stres mendorong banyak folikel rambut masuk ke fase rontok secara bersamaan. 

Kondisi ini sering terjadi setelah peristiwa berat, tekanan fisik, atau periode emosional yang intens. Meski demikian, kabar baiknya, rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah stres terkelola dengan baik.

5. Rambut rapuh bisa menandakan kekurangan nutrisi

Rambut yang mudah patah, tampak kusam, tumbuh lambat, atau disertai kulit kepala yang terasa kencang dan berketombe bisa menjadi tanda adanya kekurangan nutrisi tertentu.

“Kekurangan zinc, biotin, vitamin D, protein, atau omega-3 dapat membuat rambut menjadi lebih lemah dan rapuh,” kata Rattan.

Baca juga: 4 Cara Mengurangi Kerusakan Rambut akibat Terlalu Sering Diwarnai

Masalah ini juga bisa berkaitan dengan kesehatan pencernaan. Menurut Rattan, gangguan penyerapan nutrisi di usus dapat membuat tubuh kesulitan menyerap zat penting, meskipun asupan makanan terlihat sudah seimbang. 

Akibatnya, rambut mengalami kerontokan, pertumbuhan melambat, dan kualitasnya menurun dari waktu ke waktu.

6. Rambut kering dan kusam bisa jadi sinyal dehidrasi

Dehidrasi tidak hanya memengaruhi organ dalam, tetapi juga kondisi rambut. Rambut bisa terasa kusut, sangat kering, mudah bercabang, kehilangan kilau, hingga membuat kulit kepala terasa gatal dan mengelupas.

Baca juga: Mengapa Rambut Bisa Rontok Setelah Melahirkan? Ini Penjelasan Dokter

“Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah ke akar rambut berkurang, sehingga rambut kekurangan nutrisi dan kelembapan,” jelas Hamed.

Rattan menambahkan, dehidrasi memang tidak selalu menyebabkan rambut rontok dari akarnya, tetapi dapat melemahkan batang rambut dan memperburuk kesehatan kulit kepala. 

Rambut pun tampak lebih kusam, mengembang, dan mudah patah. Meski tidak bisa dijadikan satu-satunya alat diagnosis, perubahan pada rambut dapat menjadi petunjuk awal bahwa tubuh sedang mengalami masalah. 

Memperhatikan kondisi rambut bisa menjadi langkah sederhana untuk lebih peka terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: 8 Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif, Mulai dari Jaga Pola Makan

Tag:  #perubahan #rambut #bisa #jadi #tanda #masalah #kesehatan #gejalanya

KOMENTAR