Begini Strategi Bank Woori Saudara Jaga Daya Saing 2026
Bank Woori Saudara fokus menggarap bauran produk pendanaan untuk genjot daya saing di 2026.(Dok. BWS)
18:52
5 Februari 2026

Begini Strategi Bank Woori Saudara Jaga Daya Saing 2026

– PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS) berupaya untuk menggenjot daya saing di 2026 melalui optimalisasi portofolio penghimpunan dana.

Bank asal Korea Selatan tersebut kini fokus menggarap bauran produk pendanaan yang inovatif untuk mendongkrak dana pihak ketiga (DPK).

Bank yang masuk Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) II dengan modal inti sebesar Rp 11,7 triliun itu tercatat memiliki DPK sebesar Rp 34,5 triliun per November 2025.

Komposisinya terdiri dari giro sebesar Rp 3,9 triliun, tabungan sebesar Rp 4 triliun, serta deposito Rp 26,6 triliun.

Untuk mendorong pertumbuhan DPK, BWS fokus memperkuat bauran produk yang dimiliki, baik untuk segmen individu maupun segmen korporasi. Pada segmen individu atau ritel, BWS memiliki tujuh produk tabungan yang menyasar berbagai segmen.

Baca juga: Bank Woori Saudara Dorong Penetrasi Nasabah Ritel lewat Layanan Transfer Online

Produk tabungan BWS meliputi Tabungan Woori Saudara, Tabungan Premium, Tabungan Cerdas, Tabungan K-Pop, Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel), TabunganKu, dan Tabungan WiGo yang fokus pada ekspatriat asal Negeri Ginseng.

Selain tabungan, BWS juga memiliki Tabungan Berjangka (Taska) yang terbagi ke dalam tiga produk utama. Pertama, Taskasure yang menggabungkan tabungan berjangka dengan asuransi jiwa.

Kedua, Taska Gift yang merupakan produk tabungan berjangka rupiah yang memberikan keuntungan kepada nasabah berupa hadiah. Ketiga, Taska Impian yang menawarkan suku bunga kompetitif.

Sementara, untuk segmen korporasi, BWS menyediakan berbagai produk dan layanan, mulai dari tabungan, cicilan, giro, hingga deposito. Memasuki 2026, BWS akan terus mengoptimalkan strategi bauran produk pendanaan tersebut.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi menilai, momentum yang dapat diambil perbankan pada 2026 adalah transmisi kebijakan moneter yang akomodatif.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan DPK, Bank Woori Saudara Lakukan Strategi Ini

Menurutnya, suku bunga yang sudah dipangkas 125 basis poin (bps) sepanjang 2025 menjadi 4,75 persen akan mulai terlihat dampaknya di 2026.

“Ada lagi transmisi kebijakan yang umum terjadi. Namun, dampak pada 2026 akan mulai terasa. Era suku bunga yang lebih rendah bisa jadi momentum perbankan untuk optimalkan struktur DPK dengan fokus pada pertumbuhan dan juga menarik likuiditas murah,” ujar Leonardo.

Apa yang dimaksud sebagai likuiditas murah oleh Leonardo adalah proporsi tabungan dan giro dalam DPK atau current account saving account (CASA).

Ia menilai bahwa dalam konteks perbankan, struktur CASA atau dana murah masih dapat dioptimalkan pada 2026.

“Fokus bank juga diarahkan perbaikan struktur funding. Peningkatan CASA dapat menurunkan cost of fund sehingga NIM perbankan masih dapat terjaga,” terang Leonardo.

Baca juga: Incar Dana Murah, Bank Woori Saudara Andalkan Tabungan Khusus Gen Z dan Milenial

Dalam konteks BWS, Leonardo melihat bahwa bauran produk dijalankan dengan baik dan optimal akan menjadi katalis positif pertumbuhan DPK yang ditopang oleh dana murah.

“Jika optimal, struktur CASA akan lebih baik dan mendongkrak daya saing bank di segmen KBMI II,” ucapnya.

Tag:  #begini #strategi #bank #woori #saudara #jaga #daya #saing #2026

KOMENTAR