7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
Foto sebagai ilustrasi bencana tanah bergerak. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
18:28
5 Februari 2026

7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi

Baca 10 detik
  • Tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, sejak 1 Februari 2026, memaksa 804 jiwa mengungsi karena kerusakan 250 rumah.
  • Bencana dipicu hujan ekstrem pada tanah labil, menyebabkan fasilitas umum vital seperti jalan dan sekolah rusak parah.
  • Pemprov Jateng menetapkan tanggap darurat 14 hari serta merencanakan relokasi permanen warga ke hunian yang lebih aman.

Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sejak sejak Minggu (1/2/2026) dan memuncak pada Senin (2/2/2026).

Fenomena geologi ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur desa.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan relokasi warga ke hunian aman.

“Saya minta seluruh unsur siaga. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan. Jangan sampai ada kejadian susulan yang tidak ter-cover,” tegas Luthfi, Rabu (4/2/2026).

Berikut 7 fakta terkait bencana tanah bergerak di Tegal:

1. Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (4/2/2026), sebanyak 250 rumah warga dilaporkan terdampak pergerakan tanah yang masih dinamis.

Kondisi ini memaksa sedikitnya 804 jiwa untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke titik-titik aman, termasuk gedung sekolah dan tenda darurat.

2. Fasilitas Umum dan Pendidikan Hancur

Bencana ini tidak hanya menyasar rumah warga. Infrastruktur vital seperti jalan utama desa retak dan terputus, jembatan rusak, serta bendungan irigasi terdampak, termasuk fasilitas keagamaan dan kesehatan.

Selain itu, fasilitas pendidikan seperti beberapa bangunan TK dan Pondok Pesantren Al-Adalah mengalami kerusakan berat, sehingga aktivitas belajar mengajar terhenti.

3. Dipicu Hujan Ekstrem dan Kondisi Tanah Labil

Berdasarkan keterangan dari portal resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, bencana tanah gerak di desa Padasari sudah terjadi sejak Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ini memuncak pada Senin (2/2/2026) setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari.

Secara geologis, kawasan Jatinegara memang dikenal memiliki struktur tanah yang labil dan berada di area perbukitan, sehingga rentan mengalami pergeseran saat curah hujan ekstrem.

4. Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal telah secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari dan mengaktifkan Posko Komando.

Sebagai langkah penanganan, sebanyak 42 KK atau 128 Jiwa saat ini diungsikan ke rumah salah satu warga di RT 23 RW 06, sementara 526 santri Pondok Pesantren Al-Adalah telah dipindahkan ke lokasi yang aman.

Selama masa ini, fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, operasional dapur umum dengan kapasitas ribuan porsi, serta layanan kesehatan di posko terpadu.

5. Gubernur Ahmad Luthfi Kucurkan Bantuan Ratusan Juta

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespons cepat bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, dengan turun langsung ke lokasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan dana ratusan juta rupiah (sekitar Rp210 juta hingga Rp300 juta dalam berbagai laporan) guna mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

6. Relokasi Permanen dan Pembangunan Huntap

Mengingat kondisi tanah yang tidak memungkinkan lagi untuk ditempati, Gubernur menegaskan bahwa solusi jangka panjang adalah relokasi.

Warga akan dipindahkan ke Hunian Sementara (Huntara) sebelum nantinya dibangunkan Hunian Tetap (Huntap) yang layak dan aman.

Pemprov Jateng akan menangani pembangunan, sementara Pemkab Tegal bertugas memetakan lokasi dengan dasar hukum yang jelas.

7. Peristiwa Serupa di Desa Kajen

Pergerakan tanah juga terjadi di Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kabupaten Tegal, akibat hujan deras beberapa hari terakhir berdampak pada 32 rumah warga pada Kamis (29/1/2026).

Awalnya retakan kecil, kemudian meluas ke hampir seluruh bangunan, merusak bagian belakang rumah dan kamar mandi, hingga beberapa tembok runtuh. (Dinda Pramesti K)

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #fakta #bencana #tanah #bergerak #tegal #warga #mengungsi

KOMENTAR