IPO SpaceX Kapan? Cek Jadwal, Harga Saham, dan Valuasinya
Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.(Ist)
09:13
7 Juni 2026

IPO SpaceX Kapan? Cek Jadwal, Harga Saham, dan Valuasinya

- IPO SpaceX atau penawaran umum perdana saham perusahaan antariksa milik Elon Musk menjadi sorotan pasar keuangan global. Aksi korporasi yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026 itu diperkirakan menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.

Dikutip dari CNN, Minggu (7/6/2026), SpaceX menargetkan penghimpunan dana sebesar 75 miliar dollar AS melalui penjualan 555,6 juta saham.

Dengan harga saham awal 135 dollar AS per lembar, perusahaan membidik valuasi sekitar 1,77 triliun dollar AS hingga 1,8 triliun dollar AS atau setara hampir Rp 29.000 triliun.

Baca juga: Jelang IPO, SpaceX Diguyur Rp 16 Triliun per Bulan dari Google

Nilai tersebut akan menempatkan SpaceX di jajaran 10 perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat dan berpotensi menjadi perusahaan publik paling bernilai kesembilan di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini.

Besarnya skala transaksi ini membuat pencarian mengenai IPO SpaceX kapan, IPO SpaceX harga saham, hingga IPO SpaceX nilai meningkat menjelang pencatatan saham perdana di bursa Nasdaq.

Jika berhasil menghimpun dana sesuai target, IPO SpaceX akan melampaui rekor yang saat ini dipegang perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, yang meraup dana 29,4 miliar dollar AS saat melantai di bursa pada 2019.

Baca juga: Dokumen IPO SpaceX Tak Bisa Diakses di Hong Kong dan China

Harga saham IPO SpaceX dipatok 135 dollar AS

Menurut dokumen yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), SpaceX menetapkan harga IPO sebesar 135 dollar AS per saham.

Keputusan tersebut tergolong tidak lazim karena perusahaan langsung menetapkan satu harga saham, bukan menawarkan rentang harga seperti yang umum dilakukan dalam proses IPO.

SpaceX akan melepas sekitar 4,3 persen sahamnya kepada publik. Jumlah saham yang beredar bebas atau free float yang relatif kecil ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan harga saham setelah pencatatan perdana.

Riset Yardeni Research, menyebutkan, kecilnya jumlah saham yang tersedia di pasar berpotensi memicu persaingan pembelian ketika berbagai dana indeks mulai mengakumulasi saham SpaceX.

Baca juga: IPO SpaceX Dibanderol Rp 2,43 Juta per Saham, Valuasi Tembus Rp 31.904 Triliun

Bisnis antariksa dan AI jadi penopang valuasi

SpaceX didirikan Elon Musk pada 2002 sebagai perusahaan pengembangan roket dan layanan peluncuran antariksa.

Perusahaan kemudian memperluas bisnisnya melalui Starlink, layanan internet berbasis satelit yang kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama perusahaan.

Pada Februari 2026, Musk juga menggabungkan SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI yang menaungi platform media sosial X.

Dalam dokumen IPO, SpaceX tidak hanya menyoroti pengembangan eksplorasi antariksa dan misi ke Bulan serta Mars, tetapi juga rencana pengembangan kecerdasan buatan dan pusat data berbasis luar angkasa.

Perusahaan menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung kebutuhan belanja modal yang besar pada bisnis antariksa dan AI.

Baca juga: Elon Musk Diprediksi Akuisisi Intel lewat SpaceX

Saham Tesla menguat lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis (22/1/2026) setelah Elon Musk mengklaim robotaxi Tesla beroperasi tanpa pengawas keselamatan di Austin, Texas.WIKIMEDIA COMMONS/THE WHITE HOUSE Saham Tesla menguat lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis (22/1/2026) setelah Elon Musk mengklaim robotaxi Tesla beroperasi tanpa pengawas keselamatan di Austin, Texas.

Masih rugi meski pendapatan tumbuh

Prospektus IPO menunjukkan pendapatan SpaceX pada 2025 mencapai 18,67 miliar dollar AS atau naik sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar 4,94 miliar dollar AS.

Dikutip dari The Motley Fool, apabila menggunakan valuasi sekitar 1,77 triliun dollar AS, saham SpaceX diperdagangkan dengan rasio harga terhadap penjualan (price-to-sales ratio) mendekati 95 kali.

Sebagai perbandingan, rasio serupa pada sejumlah perusahaan teknologi besar jauh lebih rendah. Nvidia diperdagangkan pada kisaran 21,3 kali penjualan, Tesla 15,1 kali, Alphabet 10,7 kali, Apple 10,3 kali, Microsoft 10 kali, Meta Platforms 7,5 kali, dan Amazon 3,7 kali.

Karena itu, sejumlah analis menilai investor membayar premi yang sangat tinggi terhadap prospek pertumbuhan bisnis SpaceX di masa depan.

Baca juga: IPO SpaceX Bisa Jadi yang Terbesar, Harga Saham Dipatok 135 Dollar AS

Analis ingatkan risiko valuasi tinggi

Yardeni Research menilai antusiasme pasar terhadap perusahaan-perusahaan berbasis kecerdasan buatan perlu dicermati karena sebagian besar valuasi masih bertumpu pada proyeksi pertumbuhan yang belum sepenuhnya terbukti.

Yardeni juga menyoroti bahwa belum ada pembuktian konsep atau proof of concept terkait rencana peluncuran pusat data ke luar angkasa yang menjadi salah satu bagian strategi bisnis SpaceX.

Sementara itu, The Motley Fool menyebut IPO SpaceX memiliki sejumlah tantangan, mulai dari model bisnis yang membutuhkan investasi sangat besar hingga posisi perusahaan yang masih mencatatkan kerugian.

Media tersebut juga menyoroti sejarah sejumlah IPO besar yang mengalami koreksi setelah masa pencatatan awal. Saham Facebook, yang kini bernama Meta Platforms, misalnya, sempat turun sekitar 38 persen dalam enam bulan setelah IPO.

Baca juga: SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?

Elon Musk tetap pegang kendali perusahaan

Elon Musk yang saat ini memiliki sekitar separuh saham SpaceX akan tetap menjadi pemegang kendali utama setelah IPO.

Melalui struktur saham dengan hak suara khusus, Musk diperkirakan menguasai sekitar 82,4 persen hak suara perusahaan setelah pencatatan saham perdana.

Dengan valuasi IPO sebesar 1,77 triliun dollar AS, nilai kepemilikan Musk di SpaceX diperkirakan mencapai sekitar 841 miliar dollar AS.

Jika digabungkan dengan kepemilikannya di Tesla yang bernilai hampir 300 miliar dollar AS, kekayaan Musk berpotensi menembus 1,1 triliun dollar AS dan menjadikannya triliuner pertama di dunia.

SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.

Gagal dapat jalur cepat ke S&P 500

Di tengah persiapan IPO, SpaceX juga menghadapi hambatan terkait peluang masuk ke indeks S&P 500.

Mengutip Reuters, S&P Global memutuskan tidak mengubah persyaratan keanggotaan indeks tersebut, termasuk syarat profitabilitas dan masa pencatatan saham.

Keputusan itu membuat SpaceX belum bisa memperoleh jalur cepat menuju S&P 500 meskipun memiliki kapitalisasi pasar sangat besar.

S&P menegaskan ukuran perusahaan tidak cukup untuk mendapatkan pengecualian terhadap syarat yang berlaku.

Untuk masuk ke S&P 500, perusahaan harus membukukan laba berdasarkan standar akuntansi Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) pada kuartal terakhir dan secara kumulatif selama empat kuartal terakhir.

Karena masih membukukan rugi bersih hampir 5 miliar dollar AS pada 2025, SpaceX belum memenuhi persyaratan tersebut.

Baca juga: Jelang IPO, SpaceX Disebut Berpeluang Dimerger dengan Tesla

Peluang masuk Nasdaq-100 lebih cepat

Berbeda dengan S&P, Nasdaq telah mengubah aturan agar perusahaan berkapitalisasi besar yang baru IPO dapat lebih cepat masuk ke indeks Nasdaq-100.

Aturan baru yang berlaku sejak 1 Mei 2026 memangkas masa tunggu masuk Nasdaq-100 dari sekitar tiga bulan menjadi hanya 15 hari perdagangan bagi perusahaan yang memenuhi kriteria kapitalisasi pasar tertentu.

Selain itu, FTSE Russell juga memperkenalkan aturan fast-entry yang memungkinkan perusahaan seperti SpaceX masuk ke Russell U.S. Equity Indexes dan FTSE Global Equity Index Series hanya beberapa hari setelah pencatatan saham.

Jika masuk ke berbagai indeks tersebut, dana indeks dan ETF yang melacak indeks terkait akan diwajibkan membeli saham SpaceX dalam jumlah besar.

Baca juga: Kekayaan Elon Musk Berpotensi Tembus Rp 17.800 Triliun Usai IPO SpaceX

Bisakah investor Indonesia membeli saham SpaceX?

Minat terhadap IPO SpaceX Indonesia juga meningkat menjelang pencatatan saham perusahaan di Nasdaq.

Dilansir dari The Guardian, hingga seperempat saham yang ditawarkan dalam IPO berpotensi dialokasikan kepada investor ritel, porsi yang lebih besar dibandingkan kebanyakan IPO berukuran jumbo.

Namun, akses langsung ke masa penawaran perdana umumnya hanya tersedia melalui broker tertentu yang tergabung dalam sindikasi IPO.

Bagi investor Indonesia, cara yang paling memungkinkan untuk memiliki saham SpaceX adalah melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan akses perdagangan saham Amerika Serikat setelah saham resmi tercatat di Nasdaq.

Meski menawarkan prospek pertumbuhan dari bisnis antariksa, internet satelit, dan kecerdasan buatan, sejumlah analis mengingatkan bahwa saham SpaceX tetap memiliki risiko tinggi. 

Hal ini karena valuasinya yang mahal, kebutuhan modal yang besar, serta ketidakpastian profitabilitas perusahaan di masa depan.

Tag:  #spacex #kapan #jadwal #harga #saham #valuasinya

KOMENTAR