Tak Semua Permainan Baik, Ini Kriteria Bermain yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Ilustrasi Anak Bermain(Pexels)
19:40
7 Juni 2026

Tak Semua Permainan Baik, Ini Kriteria Bermain yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Setiap orangtua memiliki gaya parenting-nya masing-masing, ada yang lebih leluasa dalam membiarkan anak bermain sepuasnya, ada juga yang menerapkan aturan secara ketat ketika memberikan sesi bermain bagi anak.

Namun, ternyata menurut psikolog, ada kriteria bermain tersendiri yang dapat memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Psikolog Klinis dan Keluarga Pritta Tyas mengatakan, aktivitas seperti bermain menyimpan banyak sekali proses belajar yang membantu anak mengembangkan keterampilan penting untuk bekal di masa depan.

"Bermain itu tidak berdiri sendiri. Jadi bermain dan belajar ini satu proses yang dilakukan anak dalam satu waktu, dua-duanya dapat," terang Pritta dalam acara LEGO Playground "Main dan Jadi Hebat" di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat (05/06).

Jadi, apa saja kah kriterianya? Simak selengkapnya di sini.

Baca juga: Mengapa Anak Perlu Banyak Bermain? Ini Penjelasan Psikolog

Kriteria Bermain yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Anak

Suasana LEGO Playground ?Main dan Jadi Hebat? di Grand Indonesia yang diadakan dari 5 Juni hingga 19 Juli 2026Lego Indonesia Suasana LEGO Playground ?Main dan Jadi Hebat? di Grand Indonesia yang diadakan dari 5 Juni hingga 19 Juli 20261. Mendorong kreativitas

Menurut Pritta, salah satu ciri aktivitas bermain yang bermanfaat adalah mampu mendorong anak berpikir kreatif.

Kreativitas, menurut Pritta, muncul ketika anak diberi kesempatan untuk menemukan berbagai alternatif dalam menyelesaikan suatu tantangan atau masalah.

"Ketika seorang anak bisa mencari beberapa alternatif cara untuk menyelesaikan suatu masalah," tutur Pritta.

2. Melatih anak memecahkan masalah

Selain kreativitas, permainan yang baik juga perlu melatih kemampuan problem solving atau memecahkan masalah.

Baca juga: Dokter Anjurkan Anak Bermain di Luar Ruangan Minimal 2 Jam Sehari, Ini Manfaatnya

Kemampuan ini berkembang ketika anak menghadapi hambatan selama bermain dan berusaha mencari solusi secara mandiri maupun dengan sedikit pendampingan dari orang tua.

"Anak berusaha membuat sesuai dengan hasil akhirnya yang sudah ada di situ," kata Pritta.

3. Mengasah ketangguhan

Kriteria berikutnya adalah kemampuan permainan tersebut untuk melatih ketangguhan atau resiliensi anak.

Menurut Pritta, banyak orangtua khawatir anak-anak saat ini mudah menyerah. Padahal, ketangguhan tidak harus dibangun melalui tekanan atau hukuman, tapi bisa juga dilatih dengan perlahan melalui aktivitas bermain.

Baca juga: 6 Hobi yang Bantu Menjaga Otak Tetap Tajam, Termasuk Bermain Game

"Jadi, kalau kita pengen anak kita resilien, kalau kita pengen anak kita tangguh, itu sebenarnya sangat bisa dibentuk perlahan-lahan lewat bermain," ungkap Pritta.

4. Melatih anak penasaran dan berpikir kritis

Pritta menambahkan, aktivitas bermain yang baik juga mampu mendorong anak berpikir kritis.

Anak tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga terdorong untuk bertanya, bereksperimen, dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru dari permainan yang sedang dijalani.

"Kita pengennya anak-anak kita itu kritis, bertanya, 'kenapa kok aku harus buat ini?', 'memangnya kalau sudah ini aku bisa buat apa lagi'. Jadi curiosity muncul dari situ," katanya.

Baca juga: Kurangi Waktu Anak Bermain Gadget, Ini 5 Aktivitas Penggantinya

Bermain juga perlu melibatkan orangtua

Suasana LEGO Playground ?Main dan Jadi Hebat? di Grand Indonesia yang diadakan dari 5 Juni hingga 19 Juli 2026Lego Indonesia Suasana LEGO Playground ?Main dan Jadi Hebat? di Grand Indonesia yang diadakan dari 5 Juni hingga 19 Juli 2026Selain jenis permainan, keterlibatan orangtua menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Pritta menjelaskan, kualitas hubungan antara orangtua dan anak menjadi fondasi utama dalam proses pengasuhan. Karena itu, bermain bersama dapat menjadi salah satu cara membangun kedekatan emosional.

"Connection before correction. Jadi kalau mau mengingatkan anak PR, mau mengingatkan anak makan yang benar, tidur, semuanya dasarnya harus connection dulu. Anak trust sama kita, kualitas hubungannya baik. Dan kualitas hubungan baik itu salah satu caranya adalah bermain," ujar Pritta.

Bermain memungkinkan orangtua untuk bisa masuk ke dalam dunia anak, memahami sudut pandangnya, serta membangun rasa percaya dan komunikasi yang lebih baik.

Baca juga: Penelitian Ungkap Pentingnya Waktu Bermain Ayah dan Anak

Ia mengutip temuan Lego Play Well Study 2026 yang menunjukkan bahwa orangtua idealnya meluangkan sekitar lima jam setiap pekan untuk bermain bersama anak. Pritta mencontohnkan sebuah skenario, jika dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari satu anak, orangtua idealnya tetap meluangkan waktu dengan durasi yang sama untuk setiap anak.

"Karena biasanya (tiap anak) minatnya beda," kata Pritta.

Selain itu, kehadiran orangtua secara penuh saat bermain juga menjadi faktor yang menentukan kualitas interaksi tersebut.

"Kalau bisa papa-mamanya tidak sambil bermain handphone, tidak sambil mengecek notifikasi. Jadi full main sama anak," tegas Pritta.

Baca juga: Bukan Tidak Penting, Ini yang Terjadi pada Otak Anak Saat Mereka Bermain

Lego sebagai salah satu medium bermain

(dari kiri ke kanan) Kanina Hanindita, General Manager Marketing Communication & Operations at Grand Indonesia, Nonviyanti, Senior Division Manager at MAP Aktif Adiperkasa, Pritta Tyas, Clinical and Family Psychologist, Quinn Salman, Actrees and Singer, Yulia Suraatmadja, Senior Brand Manager and Site Lead Indonesia Marketing at The LEGO Group, pada acara LEGO Playground ?Main dan Jadi Hebat?, Jumat, 5 Juni 2026.Lego Indonesia (dari kiri ke kanan) Kanina Hanindita, General Manager Marketing Communication & Operations at Grand Indonesia, Nonviyanti, Senior Division Manager at MAP Aktif Adiperkasa, Pritta Tyas, Clinical and Family Psychologist, Quinn Salman, Actrees and Singer, Yulia Suraatmadja, Senior Brand Manager and Site Lead Indonesia Marketing at The LEGO Group, pada acara LEGO Playground ?Main dan Jadi Hebat?, Jumat, 5 Juni 2026.Sebagai salah satu medium bermain, Lego menyediakan berbagai aktivitas yang dirancang untuk mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, sampai rasa percaya diri anak.

Menurut Pritta, proses merakit Lego juga melatih kemampuan visual spasial, yakni kemampuan membayangkan posisi, bentuk, dan susunan objek dalam ruang.

Kemampuan tersebut banyak dibutuhkan dalam berbagai profesi, misalnya saja desainer dan arsitek.

Baca juga: Kebutuhan Psikologis Anak 5-12 Tahun, dari Bermain hingga Rasa Aman

"Pada saat anak bermain, dia harus bisa membayangkan di titik mana saya harus memasang bagian yang ini. Nah itu kemampuan visual spasial," jelasnya.

Dengan semangat membangun ruang bagi anak dan orangtua bermain secara leluas, Lego Indonesia kembali menghadirkan Lego Playground "Main dan Jadi Hebat" di Main Atrium East Mall Level 1 Grand Indonesia sampai dengan Minggu, 19 Juli 2026.

“Bermain adalah salah satu cara paling efektif bagi anak untuk belajar dan tumbuh. Kami ingin mendorong anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain, sekaligus membantu orangtua merasa yakin bahwa mendukung anak bermain adalah bagian penting dari tumbuh kembang mereka,” ujar Cedric Roose, General Manager for India and Asia Emerging Markets, The LEGO Group.

Tag:  #semua #permainan #baik #kriteria #bermain #yang #mendukung #tumbuh #kembang #anak

KOMENTAR