Abaikan Trump, Israel Balas Serang Iran, Ledakan Terdengar di 3 Kota
Ilustrasi perang Iran. Asap membubung di Ibu Kota Teheran, Iran, setelah serangan rudal Israel pada Sabtu (28/2/2026). Jurnalis AFP melaporkan ada dua ledakan di ibu kota pagi itu. Mengapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA di Tengah Konflik Timur Tengah?(AFP/ATTA KENARE)
09:54
8 Juni 2026

Abaikan Trump, Israel Balas Serang Iran, Ledakan Terdengar di 3 Kota

- Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan di tiga kota pada Senin (8/6/2026). 

"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," demikian unggahan televisi pemerintah di Telegram, dikutip dari AFP. 

Sementara, tentara Israel mengatakan angkatan udaranya telah menyerang target di Iran barat dan tengah.

"Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim Iran di Iran barat dan tengah," demikian unggahan Pasukan Pertahanan Israel di Telegram.

Serangan ini sekaligus mengabaikan desakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mendesak Israel tak membalas serangan Iran.

Baca juga: Trump Anggap Konflik dengan Iran Hanya Latihan Militer, Bukan Perang Besar

Iran bakal serang Israel sepekan penuh

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, serangan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) baru permulaan.

IRGC menegaskan akan menyerang Israel selama sepekan penuh hingga mereka menghentikan operasi militer di Beirut, Lebanon.

"Operasi ini bukanlah peristiwa yang berlalu begitu saja, melainkan awal dari serangkaian serangan berkelanjutan selama seminggu penuh," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Trump Desak Israel Tak Balas Iran: Masing-masing Sudah Bersenang-senang

"Gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan sepanjang waktu selama tujuh hari ke depan hingga musuh gentar dan menghentikan kejahatannya," tambah pernyataan itu.

IRGC memperingatkan, setiap penargetan wilayah Iran akan disambut dengan respons yang dahsyat dan di luar dugaan.

IRGC menyebut operasi militer ini sebagai surat peringatan keras setelah jet tempur Israel membombardir kawasan pinggiran selatan Kota Beirut, Lebanon.

Baca juga: Serangan Baru Permulaan, Iran Akan Bombardir Israel Seminggu Penuh

Israel lewati batas toleransi

Kondisi bangunan dan kendaraan yang hangus terbakar setelah serangan Israel di permukiman Corniche Al Mazraa, Beirut, Lebanon, 8 April 2026. Sekitar pukul 18.00 WIB, serangkaian serangan Israel menghantam tanpa peringatan.AFP/IBRAHIM AMRO Kondisi bangunan dan kendaraan yang hangus terbakar setelah serangan Israel di permukiman Corniche Al Mazraa, Beirut, Lebanon, 8 April 2026. Sekitar pukul 18.00 WIB, serangkaian serangan Israel menghantam tanpa peringatan.

Kepala komando pusat militer Iran menilai, Israel telah melanggar seluruh batas toleransi lewat agresi militernya di Beirut. 

Teheran menuntut agar Israel segera menghentikan total seluruh kampanye militernya di tanah Lebanon.

"Operasi malam ini adalah sebuah peringatan. Jika agresi semacam itu terulang, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Zionis-AS di wilayah tersebut," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Senin.

Teheran juga menegaskan posisi diplomatiknya bahwa setiap draf kesepakatan damai untuk mengakhiri perang secara permanen di masa depan wajib menghentikan konflik paralel yang saat ini berkecamuk di Lebanon.

Baca juga: Di Ambang Perang dengan Israel, Iran Tutup Sebagian Wilayah Udaranya

Israel bombardir Lebanon

Pada Minggu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, tentaranya telah menyerang pusat komando Hizbullah di distrik Dahiyeh, Beirut, sebagai tanggapan atas tembakan ke arah wilayah Israel.

Serangan itu menewaskan dua orang dan melukai 20 lainnya.

Israel telah memperingatkan akan menyerang daerah tersebut jika Hizbullah menyerang Israel utara.

Hizbullah kemudian mengkonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke dua barak tentara Israel pada Minggu pagi.

Tag:  #abaikan #trump #israel #balas #serang #iran #ledakan #terdengar #kota

KOMENTAR