Orang-orang Langka yang Kebal Terhadap HIV
Sebuah peringatan Hari AIDS yang jatuh setiap tanggal 2 Desember di Manila, FIlipina.(AFP/TED ALJIBE)
10:24
6 Juni 2026

Orang-orang Langka yang Kebal Terhadap HIV

Para ilmuwan sedang meneliti individu-individu langka yang tubuhnya tampaknya mampu memberikan perlindungan alami terhadap HIV. Pemahaman mengenai kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan strategi baru untuk menyembuhkan infeksi HIV.

Selama lebih dari tiga dekade, Loreen Willenberg (71) dikenal di kalangan ilmuwan sebagai anomali yang menarik.

Willenberg dinyatakan positif HIV pada tahun 1992. Namun, virus itu tidak bisa mengalahkan sistem kekebalannya dan tetap tertekan di dalam tubuhnya. 

Perempuan yang bekerja sebagai desainer lanskap ini mampu menjalani kehidupan normal selama beberapa dekade, meskipun tidak pernah menerima pengobatan apa pun untuk penyakit yang dianggap mematikan tersebut.

Baca juga: Penyebab Solo Duduki Peringkat 2 Kasus HIV/AIDS Terbanyak di Jateng, Tembus 112 Selama 2026

"Dokter selalu mengatakan bahwa respons imun saya terhadap HIV sangat unik. Selama bertahun-tahun, mereka tidak yakin, tetapi mereka tahu saya berbeda," katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC pada Agustus 2025. 

Kekebalan alami terhadap HIV

Willenberg, yang meninggal dunia pada April tahun ini, bisa dibilang "pengendali elit" paling terkenal di dunia. Pengendali elit merupakan sebuah istilah yang diberikan kepada sebagian kecil individu positif HIV yang tubuhnya entah bagaimana mampu mengendalikan virus tanpa intervensi apapun. 

Sekitar 0,5 persen dari semua orang yang terinfeksi HIV termasuk dalam kelompok luar biasa ini. Dan para ilmuwan percaya bahwa mereka memegang kunci untuk membantu jutaan orang di seluruh dunia mengalahkan HIV.

Kemampuan tubuh Willenberg untuk bertahan dengan virus HIV lebih luar biasa jika melihat kondisi kesehatannya. Di tahun 2022, ia didiagnosis menderita kanker paru stadium empat, yang telah menyebar ke otaknya. 

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Vaksin HIV Berbasis DNA, Dinilai Lebih Tepat Sasaran

 Loreen Willenberg yang punya kekebalan alami terhadap HIV.Dok BBC Loreen Willenberg yang punya kekebalan alami terhadap HIV.

Meski demikian, ia merespons pengobatan dengan sangat baik. Operasi serta rangkaian terapi obat yang intensif berhasil mengecilkan ukuran tumornya.

Namun, ada satu hal yang membuat para ilmuwan terkejut. Pengobatan kanker yang dijalaninya bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan sel kanker secara efektif. Dalam kondisi seperti ini, virus HIV yang mungkin masih bersembunyi di dalam tubuh seharusnya kembali aktif dan berkembang biak.

Baca juga: Mengapa Virus HIV/AIDS Tidak Dapat Ditularkan Melalui Gigitan Nyamuk?

Akan tetapi, kenyataannya berbeda. Ketika para peneliti memeriksa sel-sel tubuh Willenberg secara menyeluruh untuk mencari jejak HIV, mereka tetap tidak menemukan tanda keberadaan virus tersebut. Bahkan dengan metode pemeriksaan yang sangat sensitif, HIV tidak terdeteksi sama sekali. 

Temuan ini semakin memperkuat keyakinan bahwa tubuh Willenberg memiliki kemampuan yang sangat langka dalam mengendalikan, bahkan mungkin menghilangkan, virus HIV secara alami.

Itulah mengapa, pada konferensi International AIDS Society tahun 2025, Xu Yu, seorang profesor kedokteran di Ragon Institute of Mass General Brigham, MIT dan Harvard yang telah melakukan penelitian ekstensif untuk mencari tanda-tanda HIV di tubuh Willenberg, membuat pernyataan dramatis. Willenberg, katanya, kemungkinan besar telah bebas dari HIV.

Kabar luar biasa ini terasa pahit. Sebab beberapa bulan kemudian, Willenberg menyerah pada kanker yang telah ia lawan, meninggal dunia pada April 2026. 

Baca juga: Kasus Infeksi Menular Seksual dan HIV Melonjak, Dokter Ingatkan Pentingnya Pencegahan

Namun, warisan yang ditinggalkannya sangatlah penting, bukti bahwa salah satu penyakit menular paling mematikan yang muncul dalam satu abad terakhir dapat dikalahkan.

Memberikan harapan baru pada pengobatan HIV

Profesor Xu Yu mengatakan, para "pengendali elit" seperti Willenberg menyiratkan bahwa dalam keadaan sangat langka, sistem imun tubuh pada akhirnya bisa mengalahkan HIV dengan sendirinya.

"Setelah kami menganalisis miliaran sel, sebenarnya tidak ada satupun virusnya (di tubuh Willenberg)," katanya. 

Ada optimisme serupa dari pengontrol elit lain dari Argentina, seorang wanita anonim berusia tiga puluhan yang dikenal sebagai pasien Esperanza (bahasa Spanyol untuk "Harapan"), yang juga dianggap berpotensi sembuh dari HIV.

Didorong oleh kisah-kisah luar biasa ini, para ilmuwan seperti Yu telah menggali lebih dalam tentang biologi pengontrol elit.

Mereka percaya bahwa sistem kekebalan tubuh yang luar biasa dari orang-orang ini menyimpan petunjuk untuk mengembangkan pengobatan generasi baru yang mengarah pada penyembuhan.

Baca juga: Kisah Pria 68 Tahun yang Diklaim Sembuh dari HIV dan Kanker Usai Transplantasi Sel Punca dengan Mutasi Genetik

Memahami mekanisme biologinya

Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa para pengontrol elit membawa gen unik yang meningkatkan sistem kekebalan adaptif mereka atau memori jangka panjang tubuh terhadap virus dan patogen lainnya. 

Secara khusus, pada para pengontrol elit, tampaknya salah satu bagian dari pertahanan tubuh mereka, yang disebut sel T CD8+ efektif dalam menghambat virus HIV.

Namun, hal itu masih menyisakan pertanyaan tentang bagaimana sel T CD8+ yang sangat aktif ini dapat menekan HIV secara terus-menerus. 

Pada tahun 2020, Yu dan timnya melakukan penelitian terhadap 64 pengontrol elit, yang mengungkapkan bahwa mereka tampaknya telah mengunci virus tersebut di segmen DNA yang luas yang dikenal sebagai "gurun gen", di mana virus tersebut hanya dapat menimbulkan sedikit kerusakan.

Baca juga: Pria Swiss yang Disebut Pasien Jenewa Diklaim Jadi Orang Ke-6 yang Sembuh dari HIV

"Virus-virus yang utuh itu ada di sana, tetapi mereka terparkir di area yang tidak memungkinkan mereka untuk melakukan apa pun lagi," kata Yu. "Ini... benar-benar memberi kita cetak biru tentang seperti apa penyembuhan fungsional itu."

Sel pembunuh alami

Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa fenomena yang sama dapat terjadi pada kelompok khusus lain dari individu yang terinfeksi HIV yang disebut "pengontrol pasca-perawatan".

Berbeda dengan pengontrol elit, orang-orang ini awalnya memang membutuhkan obat antiretroviral untuk menekan virus. Namun, setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut selama dua dekade, mereka mampu lepas dari obat tanpa mengalami kekambuhan HIV.

Diperkirakan bahwa dalam kasus ini, obat-obatan tersebut dapat membantu menekan HIV, memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk memaksa virus masuk ke gurun gen.

Namun, sel T CD8+ mungkin hanya sebagian dari cerita. Dalam beberapa tahun terakhir, riset lebih lanjut telah mengidentifikasi populasi sel imun lain yang mungkin juga berperan dalam mengarahkan HIV ke wilayah tanpa gen.

Baca juga: Inilah Orang Kedua di Dunia yang Sembuh dari HIV, Pulih Berkat Obat Berisiko Tinggi

Para ilmuwan menyebutnya sebagai sel pembunuh alami. Peneliti bidang imun tubuh dari Afria Selatan, Christina Thobakgale, sudah lama mendalami tentang sel alami ini.

"Sel pembunuh itu mungkin hidup dan berfungsi di lokasi yang lebih dalam di dalam tubuh, seperti usus, kelenjar getah bening, atau saluran reproduksi tempat HIV cenderung bersembunyi dan bereplikasi," katanya.

Jika penelitian lebih lanjut membuktikan hal ini benar, vaksin terapeutik dapat mencoba mengaktifkan sel pembunuh alami tidak hanya di dalam darah, tetapi juga di kelenjar getah bening dan jaringan lain dengan tujuan meniru biologi pengendali elit.

"Salah satu tantangan terbesar dalam menyembuhkan HIV adalah virus yang bersembunyi di reservoir jauh di dalam tubuh," kata Thobakgale. 

"Sel pembunuh alami yang sangat aktif dan efisien mungkin dapat membantu membersihkan dan menghancurkan kantong-kantong HIV yang tersembunyi ini," katanya.

Jalan menuju obat penyembuh atau bahkan vaksin untuk mencegah penularan HIV memang masih panjang. Namun, pekerjaan para ilmuwan ini jelas sangat terbantu oleh individu langka yang masuk dalam kelompok pengendali elit ini.

Baca juga: Kasus HIV di Thailand Naik Tajam, Anak Muda Jadi Kelompok Paling Rentan

Tag:  #orang #orang #langka #yang #kebal #terhadap

KOMENTAR