Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
Di tengah meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pola makan sehat anak, muncul fenomena baru yang justru membuat sebagian anak berisiko kekurangan gizi.
Keinginan memberikan makanan terbaik sering kali dibarengi dengan rasa takut berlebihan terhadap sejumlah bahan makanan, termasuk lemak.
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A., mengungkapkan bahwa masih banyak orang tua yang menganggap lemak sebagai sesuatu yang harus dihindari, bahkan saat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Padahal, anggapan tersebut tidak berlaku untuk bayi dan balita.
Ia menceritakan pengalamannya menangani seorang anak perempuan berusia sekitar 20 bulan dengan berat badan hanya sekitar 8,5 kilogram. Setelah ditelusuri, orang tua anak tersebut ternyata sangat membatasi berbagai bahan makanan karena terpengaruh informasi yang beredar di media sosial.
"Saya sampai kaget ketika orang tuanya mengatakan anaknya tidak pernah diberikan lemak karena menganggap lemak itu jahat. Padahal untuk anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun, lemak sangat penting," ujar dr. Ian.
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya (Dok. Bumboo)Menurutnya, banyak orang tua memahami bahwa gula, garam, dan lemak perlu dibatasi pada orang dewasa. Namun, aturan tersebut tidak bisa diterapkan begitu saja pada anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan pesat.
"Lemak wajib ada di tiap menu MPASI anak. Kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun itu sekitar 39 persen dari total kebutuhan kalorinya setiap hari, sedangkan di atas dua tahun sekitar 34 persen," jelasnya.
Lemak merupakan salah satu dari tiga makronutrisi utama selain karbohidrat dan protein. Tubuh anak membutuhkan lemak dalam jumlah besar karena berperan penting dalam pertumbuhan organ, penyerapan vitamin, hingga perkembangan otak.
Dr. Ian menjelaskan bahwa sekitar 80 persen perkembangan otak manusia terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan. Salah satu komponen utama pembentuk otak adalah lemak, terutama lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6.
"Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal," katanya.
Selain mendukung perkembangan otak, lemak juga membantu penyerapan berbagai vitamin penting seperti vitamin A, D, E, dan K yang semuanya larut dalam lemak. Tanpa asupan lemak yang cukup, penyerapan vitamin-vitamin tersebut menjadi kurang maksimal.
Tak hanya lemak tak jenuh, lemak jenuh yang selama ini sering mendapat citra negatif juga memiliki peran penting bagi anak. Jika pada orang dewasa konsumsi lemak jenuh perlu dibatasi karena berisiko meningkatkan kolesterol dan penyakit jantung, pada anak lemak jenuh justru menjadi sumber energi yang sangat dibutuhkan.
"Untuk orang dewasa memang perlu dihindari. Tapi bagi anak, lemak jenuh justru sangat penting untuk menyumbang kalori utama. Bila anak kurang nutrisi, berat badannya kurang, berikanlah lemak jenuh," tutur dr. Ian.
Ia menjelaskan bahwa satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori energi, jauh lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein yang masing-masing hanya menghasilkan 4 kilokalori.
Karena itu, lemak berperan besar dalam membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung kenaikan berat badan anak.
Sumber lemak yang bisa diberikan kepada anak pun beragam, mulai dari susu, keju, mentega, daging, ayam, ikan, hingga santan. Lemak dapat dimasukkan langsung saat proses memasak MPASI atau ditambahkan sebagai topping pada makanan yang sudah jadi.
Bumboo Fat Oil Gunakan Lemak Hewani Asli
Di sisi lain, kebutuhan orang tua akan pilihan yang praktis turut melahirkan berbagai produk pendukung MPASI berbasis lemak. Salah satunya adalah Bumboo Fat Oil yang diperkenalkan oleh BareFood Indonesia sebagai pelengkap menu MPASI.
Produk ini tersedia dalam tiga varian, yakni lemak sapi (Bumboo Beef Fat Oil), lemak ayam (Bumboo Chicken Fat Oil), dan minyak zaitun (Bumboo EVOO).
Menurut CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto, produk tersebut dikembangkan untuk membantu orang tua memastikan setiap suapan yang masuk ke tubuh anak memiliki nilai gizi dan kalori yang optimal.
"Walaupun yang masuk cuma tiga sampai empat suap, pastikan harus padat gizi dan padat kalori. Salah satu sumber kalori adalah lemak hewani," ujar Jeffrey.
Ia menjelaskan bahwa Bumboo Fat Oil menggunakan lemak hewani asli yang diproses tanpa pengawet dan tanpa perisa tambahan.
Produk ini juga dipadukan dengan minyak nabati dan minyak kelapa sehingga menghasilkan kombinasi berbagai jenis lemak yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang.
Selain kandungan nutrisinya, aroma yang dihasilkan dari penggunaan bawang bombai segar juga diharapkan dapat membantu meningkatkan selera makan anak yang sedang mengalami fase Gerakan Tutup Mulut (GTM) atau picky eater.
Pengalaman serupa dibagikan oleh Umma Mega yang pernah menghadapi tantangan ketika putranya, Ritsuki, mengalami kesulitan makan saat mereka tinggal di Jepang.
"Umma selalu cari makanan yang menggugah selera, aromanya enak. Nah, Bumboo Fat Oil ini jadi solusi yang Umma butuhkan. Apalagi kalau ditambahkan ke menu kesukaannya, yaitu ayam kecap dan mi ayam yang dibuat sendiri di rumah," tutup dia.
Tag: #stop #anggap #lemak #jahat #alasan #mengapa #anak #justru #wajib #mengonsumsinya