Putin Tolak Mentah-mentah Ajakan Bertemu Zelensky: Tidak Ada Gunanya
- Presiden Rusia Vladimir Putin menolak ajakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bertemu langsung dan membahas penghentian perang.
Putin menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak melihat adanya urgensi untuk memenuhi permintaan tersebut.
Penolakan ini merespons surat terbuka yang dikirimkan Zelensky pada Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Bukan Balas Lawatan Trump dan Putin, Xi Jinping Pilih Kunjungi Kim Jong Un
Dalam suratnya, Zelensky mendesak diadakannya negosiasi langsung dan gencatan senjata, sebagaimana dilansir BBC.
Di sisi lain, surat terbuka yang dikirimkan Zelensky sebenarnya ditulis dengan nada menantang dan cenderung mengejek.
Dalam surat tersebut, Zelensky sempat menyindir Putin dengan menyebut bahwa setelah 26 years berkuasa, usia mulai berdampak pada sang Presiden Rusia.
Zelensky juga mengungkit serangan Ukraina baru-baru ini ke wilayah Rusia, termasuk serangan di St Petersburg pada Kamis, yang dia sebut sebagai aksi kunjungan.
Baca juga: Zelensky Kirim Surat Langka ke Putin, Ajukan Permohonan Langsung
Putin pun melabeli surat tersebut sebagai pesan yang "kasar" dan langsung menolak mentah-mentah tawaran pertemuan itu.
Berbicara dalam forum ekonomi tahunan Rusia di St Petersburg pada Jumat (5/6/2026), Putin mempertanyakan ketulusan di balik surat terbuka yang dikirimkan oleh pemimpin Ukraina tersebut.
"Saya tidak melihat ada gunanya untuk saat ini," kata Putin ketika ditanya apakah dia akan menerima tawaran Zelensky.
"Apakah itu cara untuk menciptakan kondisi pertemuan tatap muka atau cara untuk tidak mengadakan pertemuan? Saya pikir yang kedua," tambahnya.
Baca juga: Elite Rusia Mulai Bosan dengan Perang, Tak Yakin Putin Bisa Menang atas Ukraina
Putin kembali menegaskan posisi Moskwa bahwa pembicaraan damai harus mendahului gencatan senjata apa pun.
Dia menilai, gencatan senjata tanpa adanya kesepakatan konkret hanya akan dimanfaatkan oleh Ukraina untuk menghimpun kembali kekuatan mereka.
"Satu-satunya tujuan (bagi pihak Ukraina) adalah untuk menghentikan kemajuan angkatan bersenjata kami. Namun kita membutuhkan kesepakatan, bukan untuk enam bulan, bukan untuk tiga bulan, melainkan untuk jangka panjang," tegas Putin.
Dia menambahkan bahwa pembicaraan tingkat teknis harus diselesaikan terlebih dahulu.
Baca juga: Teori Putin Punya Pemeran Pengganti Mencuat Setelah Ia Disapa dengan Nama Berbeda
"Biarkan para ahli bekerja dan merumuskan beberapa solusi. Setelah itu, kita baru bisa bertemu," papar Putin.
Putin juga menggarisbawahi bahwa operasi militer Rusia hanya akan berhenti jika target mereka telah terpenuhi seluruhnya.
"Tindakan militer akan berakhir suatu hari nanti, kami berasumsi demikian. Tanpa ragu, itu akan berakhir setelah kami mencapai tujuan yang telah kami tetapkan untuk diri kami sendiri," ujarnya.
Respons Kyiv
Mendengar respons penolakan dari Kremlin, Zelensky langsung meluapkan kekecewaannya melalui sebuah unggahan di platform Telegram. Dia menilai Rusia telah menutup pintu diplomasi.
"Dia hanya tidak ingin mengakhiri perang. Saya pikir banyak orang di dunia yang kecewa dengan jawaban ini," tulis Zelensky, seraya menambahkan bahwa Rusia memilih perang lagi.
Baca juga: Terobsesi Umur Panjang, Putin Danai Proyek Anti Penuaan Rp 463 T
Hingga saat ini, kedua belah pihak masih berada pada posisi yang berseberangan secara diametral.
Rusia bersikeras agar Ukraina menarik pasukannya dari wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia, serta membatalkan niatnya untuk bergabung dengan NATO.
Sebaliknya, Kyiv menolak keras untuk menyerahkan sejengkal pun wilayahnya.
Ukraina berkaca pada sejarah bahwa konsesi apa pun kepada Moskwa hanya akan memicu invasi baru di masa depan, mengingat invasi penuh tahun 2022 ini terjadi delapan tahun setelah Rusia menganeksasi Semenanjung Crimea.
Baca juga: Putin Janji Lunasi Utang Pribadi Tentara Rusia jika Mau Gabung dalam Perang Ukraina
Tag: #putin #tolak #mentah #mentah #ajakan #bertemu #zelensky #tidak #gunanya