Trump Buka-bukaan Soal Iran: Mereka Kuat, Punya Harga Diri Tinggi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara kesehatan di South Court Auditorium, Gedung Putih, Washington DC, 18 Mei 2026. AS Serang Iran Setelah Laporan Kesepakatan Perang Bertentangan, Situs Militer Jadi Sasaran (AFP/KENT NISHIMURA)
10:42
6 Juni 2026

Trump Buka-bukaan Soal Iran: Mereka Kuat, Punya Harga Diri Tinggi

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa para pemimpin Iran memiliki harga diri yang tinggi dan tetap kuat.

Hal tersebut disampaikan Trump dalam program "Meet the Press" di NBC News yang dirilis pada Jumat (5/6/2026).

Saat ditanya mengapa para pemimpin Iran belum juga bersedia menyepakati perjanjian damai meskipun berada dalam posisi sulit, Trump menyatakan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu.

Baca juga: Iran Tolak Ide Trump Bertemu Mojtaba, Sebut Tak Realistis

"Karena mereka kuat. Mereka bangga. Ada hal-hal yang tidak pernah mereka duga akan mereka lakukan, yang kini harus mereka lakukan. Mereka tidak punya pilihan, dan itu membutuhkan sedikit waktu," ujar Trump, sebagaimana dilansir Reuters.

Trump menambahkan, meskipun sebagian besar fasilitas manufaktur drone dan rudal Iran telah hancur akibat serangan, Teheran diperkirakan masih memiliki sekitar seperlima dari total pasokan rudal mereka.

"Mereka memiliki beberapa rudal, mereka memiliki beberapa drone. Saya akan mengatakan dari segi persentase, mungkin 21 persen hingga 22 persen dari rudal mereka," tutur Trump.

"Itu jumlah rudal yang banyak, tetapi tidak seperti saat pertama kali kita menyerang," lanjutnya.

Baca juga: Trump Berkelakar soal Mojtaba Khamenei, Ungkap Hubungannya dengan Pemimpin Baru Iran

Pernyataan tersebut mengemuka di tengah eskalasi terbaru yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026). 

Pasukan militer AS dilaporkan melancarkan serangan terhadap situs radar pantai milik Iran.

Langkah ini diambil setelah AS menembak jatuh empat drone yang diluncurkan oleh Iran menuju Selat Hormuz, yang diyakini militer AS tengah menargetkan lalu lintas maritim regional.

Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) melalui media sosial X mengonfirmasi bahwa serangan balasan AS menyasar situs pengawasan Iran yang berada di Goruk dan Pulau Qeshm, yang terletak di Selat Hormuz.

Insiden ini diprediksi akan semakin mempersulit upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Baca juga: Menlu dan DPR AS Ribut soal Trump Sering Tertidur saat Rapat

Perang tersebut pecah sejak Israel dan AS melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.

Saat ini, AS dan Iran sebenarnya tengah terlibat dalam negosiasi tidak langsung untuk mengamankan kesepakatan sementara guna menghentikan perang. 

Lewat kesepakatan tersebut, isu-isu krusial termasuk program nuklir Iran akan ditunda untuk pembahasan pada perundingan berikutnya.

Sebagai bagian dari perjanjian damai, Teheran menuntut akses kembali ke miliaran dollar pendapatan minyak mereka, dispensasi atas sanksi ekspor minyak mentah, pencabutan blokade AS di pelabuhan-pelabuhan Iran, serta kendali atas Selat Hormuz. 

Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi selat strategis tersebut, yang kini telah diblokade secara efektif oleh Iran.

Baca juga: Manuver Trump di Timur Tengah, Ingin Akhiri 2 Perang dalam 1 Kesepakatan

Tag:  #trump #buka #bukaan #soal #iran #mereka #kuat #punya #harga #diri #tinggi

KOMENTAR