Sempat Klaim Hancur, Trump Kini Sebut Iran Masih Punya 22 Persen Rudal
Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.(GARDA REVOLUSI IRAN via AFP)
09:54
6 Juni 2026

Sempat Klaim Hancur, Trump Kini Sebut Iran Masih Punya 22 Persen Rudal

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan, Iran diperkirakan masih memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari total persediaan rudal dan drone miliknya. 

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara bersama NBC News pada Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir AFP.

Hal itu dia ucapkan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dalam sepekan terakhir meskipun kesepakatan gencatan senjata sedang berjalan.

Baca juga: Presiden Lebanon Murka Iran Terlalu Ikut Campur: Ini Bukan Negara Kalian

"Mereka masih memiliki kapasitas. Mereka memiliki beberapa rudal, mereka memiliki beberapa drone. Saya akan mengatakan, secara persentase, mungkin 21, 22 persen dari rudal mereka," ujar Trump.

Angka persenjataan terbaru yang dirilis Trump ini terbilang lebih tinggi dibandingkan klaimnya pada Mei.

Kala itu, Trump mengeklaim bahwa sisa rudal Iran hanya berada di angka 18 persen. 

Pengakuan ini sekaligus mematahkan klaim sepihak Trump sebelumnya yang kerap menyatakan telah menghancurkan total kapasitas tempur Iran untuk berperang.

Sementara itu, situasi di kawasan terus memanas setelah Kuwait menyatakan berhasil mencegat 30 rudal balistik yang dilepaskan.

Baca juga: Baru Saja Perang Disebut Berakhir, Iran Akui Tembakkan Rudal ke Kapal Perang AS

Kuwait menuding peluncuran rudal tersebut dilakukan Iran. 

Di sisi lain, militer Iran juga sempat mengeklaim telah menembakkan rudal peringatan ke arah dua kapal perusak AS di Teluk Oman.

Menurut laporan media pemerintah Iran, seperti dikutip AFP, dua kapal perusak AS meninggalkan Teluk Oman “setelah penembakan rudal peringatan” oleh pasukan Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah IRNA, militer Iran menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai balasan terhadap pelanggaran aturan maritim dan pelecehan.

Militer Iran juga menyebut angkatan laut AS melakukan pembajakan kapal komersial dan kapal tanker minyak.

Baca juga: Iran Tolak Ide Trump Bertemu Mojtaba, Sebut Tak Realistis

Serangan terbaru ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut bahwa perang antara AS dan Iran telah berakhir.

Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) dengan cepat membantah laporan tersebut.

"Pasukan Iran tidak menyerang atau menembaki kapal perang Angkatan Laut AS. Melakukan hal tersebut akan menjadi pelanggaran berat terhadap gencatan senjata," tulis Centcom.

Centcom juga mengatakan, pasukannya terus beroperasi secara bebas di perairan regional dan menjalankan blokade tandingan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga: Trump Berkelakar soal Mojtaba Khamenei, Ungkap Hubungannya dengan Pemimpin Baru Iran

Tag:  #sempat #klaim #hancur #trump #kini #sebut #iran #masih #punya #persen #rudal

KOMENTAR