1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
Agen BRILink Bambang Marogono yang menjadi BRILink terbaik di Klaten pada 2021. (Suara.com/Irwan Febri)
17:52
6 Juni 2026

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI mencatat perluasan layanan keuangan berbasis keagenan melalui BRILink terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di seluruh Indonesia.

Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink secara nasional telah melampaui 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa. Capaian tersebut setara dengan menjangkau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.

Ekspansi ini menunjukkan peran BRILink sebagai ujung tombak layanan keuangan inklusif yang mendekatkan akses perbankan hingga ke pelosok desa.

Seiring dengan capaian nasional tersebut, pertumbuhan BRILink juga terlihat di daerah, termasuk Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 1.108 agen BRILink aktif yang tersebar di berbagai kecamatan.

Jumlah tersebut menempatkan Klaten sebagai salah satu dari 10 kantor cabang dengan agen BRILink terbanyak dari total 33 kantor cabang di bawah Regional Office Yogyakarta, berdasarkan data per 21 April 2026.

Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, Sugeng Priyanto, saat meninjau agen BRILink Bambang Margono, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, Sugeng Priyanto, saat meninjau agen BRILink Bambang Margono, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Klaten kebetulan BRI unitnya banyak, sekitar 32 unit. Semakin banyak unitnya, semakin banyak agen BRILink. Jadi, salah satu dengan jumlah agen BRILink terbanyak se-Kanwil Yogyakarta," kata Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, Sugeng Priyanto, kepada Suara.com.

Bahkan, pencapaian BRI Cabang Klaten dalam pengembangan BRILink pernah menempati posisi kedua dari 33 cabang BRI di RO Yogyakarta pada medio tahun 2022-2023.

"Dulu ada peringkat, sekitar tahun 2022-2023. Peringkatnya berdasarkan nilai-nilai, ada jumlah agen, fee based income, transaksi, sales volume, dan lain-lain. Itu peringkat dua," imbuhnya.

Jumlah Transaksi Tembus 1 Juta, Perputaran Uang Rp1,13 Triliun

Tingginya aktivitas masyarakat melalui BRILink terlihat dari jumlah transaksi yang terus tumbuh. Hingga 22 April 2026, transaksi BRILink di Klaten tercatat lebih dari 1 juta transaksi.

Total sales volume atau perputaran uang yang tercatat mencapai Rp1,13 triliun hingga 22 April 2026. Aktivitas tersebut turut menyumbang fee based income (FBI) bagi BRI Cabang Klaten sebesar lebih dari Rp1,9 miliar.

Angka itu menunjukkan bahwa BRILink kini tidak hanya menjadi layanan tambahan, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat di Klaten.

Pemilik agen BRILink, Bambang Margono, saat melayani kosumen di tokonya. (Suara.com/Irwan Febri)Pemilik agen BRILink, Bambang Margono, saat melayani kosumen di tokonya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kalau agen BRILink kan tujuan utamanya fee based, uang yang dihasilkan dari agen BRILink untuk BRI di Klaten. Tahun ini sampai April sudah sekitar Rp1,9 miliar," ujar Sugeng.

Ia menambahkan, skema pembagian fee antara BRI dan agen bersifat proporsional.

"Nanti fee kan pembagiannya fitfy-fifty, buat agen 50 persen dan BRI 50 persen. Kalau BRI dapat Rp1,9 M, agen minimal juga Rp1,9 M juga atau bahkan lebih karena kan dapat dari nasabah secara langsung juga," lanjut alumni UNY tersebut.

Salah satu agen BRILink di Klaten,  Bambang Margono, pun mengaku sehari-sehari mampu melayani rata-rata 70 transaksi selama lima bulan terakhir. Sejak menjadi agen dari tahun 2013, dirinya merasakan peningkatan ekonomi yang signifikan.

Hasil dari menjadi agen mampu membuatnya membeli toko dan dulunya disewa. Ia juga membeli tiga tanah di sekitar rumahnya sebagai investasi di masa tua.

"Alhamdulillah punya pemasukan. Toko ini dulu ngontrak, waktu masih pertama jadi agen BRILink. Sekarang toko sudah jadi milik sendiri dan direnovasi seperti sekarang," ungkap Bambang.

"Tiap hari bisa megang uang, bisa beli tanah, sudah tiga kali. Motor yang dulunya tidak baru yang bisa beli baru. Mudah-mudahan ya semakin maju usahanya," lanjutnya.

Manfaat BRILink Dirasakan Masyarakat

Keberadaan agen yang tersebar hingga desa-desa membuat masyarakat lebih mudah melakukan transaksi menjadi lebih fleksibel, tidak terbatas jam kerja bank.

Keberadaan agen BRILink turut membantu meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat karena layanan perbankan kini semakin mudah dijangkau.

Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, Sugeng Priyanto, saat meninjau agen BRILink Bambang Margono, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, Sugeng Priyanto, saat meninjau agen BRILink Bambang Margono, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Dampaknya sekarang, masyarakat kapanpun dan berapapun bisa. Kalau di bank terbatas waktu, dari jam 8 sampai jam 3 sore," ujar Sugeng.

"Kalau di agen BRILink kan tidak ada batasan waktu. Nasabah mau bangun tidur ke agen BRILink bisa. Kalau dulu harus ke kantor nunggu kantor dulu," lanjutnya.

"Sekarang bangun tidur belum mandi mau langsung transaksi transfer dan tarik tunai bisa, tidak harus ke bank. Mau malam misalkan anaknya ngekos sekolah di luar daerah, butuh uangnya malam bisa setor malam," tuturnya menambahkan.

Hal ini turut dirasakan oleh Puji Astuti selaku nasabah di Klaten yang kerap menggunakan BRILink. Menurutnya, bertransaksi di BRILink lebih efisien karena tidak perlu mengantre.

Ia bahkan berharap semakin banyak adanya BRILink di desa. Bahkan, harapannya bisa ada di setiap RW (Rukun Warga) atau dukuh.

Pelanggan BRILink Bambang Margono, yakni Puji Astuti, usai melakukan transaksi pada Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)Pelanggan BRILink Bambang Margono, yakni Puji Astuti, usai melakukan transaksi pada Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

"Saya sering ke BRILink karena lebih efisien waktunya sama tidak usah antre. Dekat dari rumah. Aslinya BRI juga dekat, tapi antre," ujar Puji Astuti.

"Kalau bisa ya lebih merata. Ini kan tempat ramai ya. Kalau yang tempat, seperti warung-warung sekitar rumah per dukuh atau RW ada. Harapannya lebih banyak lagi," imbuhnya.

Meski jumlah agen terus meningkat, BRI Cabang Klaten menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas agen aktif.

“Sebenarnya kami tidak mengejar kuantitas, lebih ke kualitas. Kalau jumlah sebenarnya banyak, ada 4.614. Tapi yang aktif transaksi 1.108 tadi,” ujar Sugeng.

“Sekarang kami fokus di 2026, dari yang sebelumnya belum aktif transaksi menjadi aktif transaksi. Memperbaiki kualitasnya, bukan hanya menambah jumlah,” tuturnya menutup.

Dari jaringan agen yang terus berkembang hingga perputaran uang yang mencapai triliunan rupiah, BRILink di Klaten menunjukkan bagaimana layanan keuangan sederhana dari warung-warung kecil mampu menjadi penggerak besar ekonomi masyarakat, sekaligus mendekatkan akses perbankan hingga ke pelosok desa.

Editor: Irwan Febri

Tag:  #1108 #agen #brilink #jangkau #desa #desa #klaten #perputaran #uang #tembus #rp113 #triliun

KOMENTAR