Selain Atlet, Orang Biasa Juga Bisa Alami Cedera Lutut ACL
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, dilaporkan mengalami cedera ACL serius yang akan membuatnya absen hingga akhir musim 2024-2025.(AFP/PAUL ELLIS)
09:24
5 Juni 2026

Selain Atlet, Orang Biasa Juga Bisa Alami Cedera Lutut ACL

- Atlet, khususnya pelari atau pemain bola, memang jauh lebih berisiko mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL), karena tingginya intensitas pergerakan fisik di lapangan.

ACL merupakan cedera ligamen di lutut yang mencegah tulang kering bergeser terlalu ke depan. Robekan itu sering terjadi saat berhenti mendadak, memutar, atau melompat lalu mendarat dengan posisi lutut salah.

Namun, cedera tersebut sebenarnya bisa dialami siapa saja. Orang non-atlet dengan otot paha lemah, obesitas, atau usia lanjut (meniskus rapuh) juga berisiko.

Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi di Mount Elizabeth Hospitals Singapura, dr. Alan Cheung, mengungkap, orang biasa yang menjalani gaya hidup kurang bergerak juga beresiko.

Baca juga: Tips Mencegah Cedera Ligamen ACL Saat Olahraga, Termasuk Jangan Lewatkan Pemanasan

"Siapa pun dapat mengalami cedera ACL jika jatuh dengan posisi yang salah. Jadi, bahkan jika Anda sedang berjalan dan tersandung, bisa merobek ACL Anda," jelas dr. Cheung dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com di Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Khusus untuk cedera meniskus, jenis kerusakannya sangat dipengaruhi oleh faktor pertambahan usia pasien. Pada atlet, robekan di bagian ini bisa terjadi akibat gerakan putaran kuat atau tekanan berlebih secara mendadak.

"Namun pada orang yang lebih tua, di atas usia 50 tahun, meniskus sebenarnya dapat berdegenerasi secara alami dan robek secara spontan dengan gerakan yang jauh lebih sedikit," ungkap dr. Cheung.

Baca juga: Nyeri Otot Setelah Olahraga, Normal dan Tanda Cedera?

Menimbang antara fisioterapi atau operasi

Banyak orang takut menghadapi operasi ketika mengalami cedera ACL. Padahal, tindakan pengobatan yang diambil akan disesuaikan dengan berat ringannya cedera.

"Kondisi ini biasanya tidak dianggap sebagai sebuah keadaan darurat. Namun, banyak dokter bedah melakukan observasi dulu dua atau tiga minggu fisioterapi sebelum mempertimbangkan operasi," tutur dr. Cheung.

Penentuan langkah medis sangat bergantung pada profil pasien, tuntutan aktivitas harian, serta tingkat keparahan robekan. Namun, cedera ini wajib diobati.

"Keputusan untuk menjalani operasi perlu dibuat secara personal. Jika masih muda, berolahraga, dan kembali bermain dengan ACL yang robek, lutut mungkin akan lemas lagi, dan merusak struktur lain seperti meniskus serta tulang rawan," ucap dr. Cheung.

Hal tersebut pada akhirnya dapat memicu keausan sendi dan osteoartritis dini. 

"Tetapi, pada pasien yang sudah tua, tidak berolahraga, dan tidak ingin melewati masa rehabilitasi yang panjang, maka tidak perlu operasi," papar dia.

Baca juga: Masalah Lutut Tak Hanya karena Usia, Cedera Jadi Pemicu Utama

Peran bedah robotik dalam memaksimalkan pembedahan

Pembedahan ortopedi saat ini sudah sangat maju, termasuk pemanfaatan sistem robotik yang membuat tindakan menjadi lebih akurat.

"Robot memungkinkan ahli bedah untuk merencanakan operasi secara jauh lebih detail hingga ke tingkat sub-milimeter dan sub-derajat," terang dr. Cheung.

"Kemudian, teknologi ini mampu melakukan operasi tersebut dengan kemudahan yang luar biasa, serta memberi banyak data seketika saat beroperasi," sambung dia.

Meskipun sistem robotik sangat canggih, kehadiran teknologi ini sama sekali tidak bisa menggantikan insting dan keahlian dokter di ruang operasi. Teknologi ini dirancang murni sebagai alat bantu teknis.

Baca juga: Cedera Main Padel, Dokter Sebut Siku dan Lutut Paling Rentan

"Robotik tidak menghilangkan keahlian ahli bedah karena hal itu sebenarnya hanya sekitar 30-40 persen dari operasi itu sendiri," kata dr. Cheung.

"Robot hanya melakukan pemotongan tulang, saya tetap harus melakukan pendekatan jaringan lunak, penanganan jaringan lunak, penutupan luka, serta memberikan penyuluhan kepada pasien," lanjut dia.

Kompetensi dokter yang menangani, tetap menjadi faktor penentu utama bagi kesuksesan pemulihan pasien.

Tag:  #selain #atlet #orang #biasa #juga #bisa #alami #cedera #lutut

KOMENTAR