Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) mengeluarkan lima jurus jitu untuk meredam aksi pelemahan nilai tukar rupiah yang terus-menerus.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat, meski rupiah terpuruk.
Karena itu, pemerintah akan terus memastikan kebijakan fiskal berjalan optimal agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara berkelanjutan.
"Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat," ujar Menkeu di Jakarta yang dikutip Minggu (7/6/2026).
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan rupiah dan dolar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sejumlah pemangku kepentingan ekonomi untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi sekaligus memperkuat sinergi kebijakan.
Dari pertemuan itu, terdapat sejumlah langkah yang akan ditempuh pemerintah dan BI untuk menjaga stabilitas rupiah.
1. Memperkuat Sinergi Fiskal dan Moneter
Langkah pertama adalah mempererat koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia agar kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan selaras. Sinkronisasi kebijakan dinilai penting agar dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih efektif.
2. Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Pemerintah dan BI juga sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas kurs rupiah. Langkah ini menjadi salah satu fokus utama mengingat nilai tukar memiliki pengaruh besar terhadap inflasi, investasi, dan aktivitas ekonomi nasional.
3. Meningkatkan Daya Tarik Instrumen Keuangan Domestik
Jurus berikutnya adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Langkah ini diharapkan dapat menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia sehingga memperkuat pasokan valuta asing dan menopang pergerakan rupiah.
Strategi tersebut juga diharapkan dapat menjaga minat investor terhadap aset-aset keuangan dalam negeri di tengah persaingan dengan instrumen investasi global.
4. Menjaga Likuiditas Pasar Uang dan Perbankan
Selain menarik arus modal masuk, pemerintah dan BI juga berupaya memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Ketersediaan likuiditas yang memadai dinilai penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung aktivitas pembiayaan dunia usaha.
Likuiditas yang terjaga juga dapat membantu mengurangi gejolak di pasar keuangan ketika terjadi tekanan dari faktor eksternal.
5. Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat
Menkeu menjelaskan, penguatan rupiah bukan hanya penting bagi pasar keuangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat. Nilai tukar yang stabil dapat membantu menekan biaya produksi, terutama bagi industri yang masih mengandalkan bahan baku impor.
Dengan demikian, tekanan kenaikan harga barang dapat ditekan sehingga masyarakat berpeluang memperoleh harga yang lebih terjangkau.
Menurut Menkeu, sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia pada akhirnya ditujukan untuk menjaga stabilitas ekonomi secara menyeluruh, mulai dari tingkat makro hingga rumah tangga.
Tag: #mulai #panik #rupiah #terus #loyo #pemerintah #keluarkan #jurus #jitu