Harga Emas Hari Ini Cetak Rekor Baru di Tengah Pelemahan Dollar AS
Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)
11:28
29 Januari 2026

Harga Emas Hari Ini Cetak Rekor Baru di Tengah Pelemahan Dollar AS

— Harga emas dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Kamis (29/1/2026), melanjutkan reli kuat yang telah berlangsung sejak awal pekan.

Logam mulia ini mencatat rekor tertinggi baru, ditopang oleh pelemahan signifikan dollar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya permintaan investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip Mining.com, harga emas dunia melonjak menembus level 5.300 dollar AS per ounce dan sempat bergerak lebih tinggi dalam perdagangan intraday.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026

Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.Shutterstock/VladKK Pemerintah resmi mengenakan bea keluar untuk ekspor emas. Kebijakan ini dinilai bisa menekan margin emiten tambang, meski harga sahamnya masih bergerak positif.

Kenaikan tersebut terjadi seiring indeks dollar AS melemah ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir terhadap sekeranjang mata uang utama.

Penurunan nilai tukar dollar AS membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global terhadap logam mulia tersebut.

Di dalam negeri, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak Rp 165.000 per gram menjadi Rp 3,168 juta.

Ini merupakan rekor harga emas Antam tertinggi sepanjang sejarah.

Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 29 Januari 2026: Melonjak Rp 165.000 per Gram Jadi Rp 3,168 Juta

Dollar AS melemah, pasar ubah arah

Pelemahan dollar AS terjadi di tengah perubahan sentimen pasar terhadap kebijakan ekonomi AS. Reuters melaporkan, tekanan terhadap dollar AS meningkat setelah pelaku pasar mencermati pernyataan pejabat pemerintah AS serta dinamika kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan, ia tidak terlalu mengkhawatirkan pelemahan dollar AS. Dalam pernyataannya kepada media, Trump mengatakan bahwa “nilai dollar AS sangat bagus”.

Ilustrasi uang dollar AS. Biaya sekolah YIS menggunakan kurs dollarPEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi uang dollar AS. Biaya sekolah YIS menggunakan kurs dollar

Komentar ini oleh pasar dinilai memperkuat persepsi bahwa pemerintah AS tidak akan mengambil langkah agresif untuk menopang mata uangnya dalam waktu dekat.

Tekanan terhadap dollar AS juga dipicu oleh spekulasi terkait arah kepemimpinan The Fed. Trump menyatakan akan segera mengumumkan calon ketua The Fed, memunculkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter ke depan bisa lebih longgar.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Dunia Terbang ke Level Baru

Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur terhadap dollar AS dan beralih ke aset safe haven, termasuk emas.

Reli harga emas terjadi hampir tanpa jeda

Lonjakan harga emas kali ini disebut sebagai salah satu pergerakan harian terbesar dalam sejarah perdagangan logam mulia.

Economic Times mencatat, harga emas mengalami kenaikan lebih dari 200 dollar AS per ounce hanya dalam satu sesi perdagangan, menjadikannya lonjakan satu hari terbesar dalam denominasi dollar AS.

Reuters melaporkan, harga emas spot telah menembus level 5.200 dollar AS per ounce dan terus bergerak naik, mencatat rekor baru hampir setiap hari. Reli emas berlangsung hampir tanpa jeda, mencerminkan kuatnya minat beli di pasar global.

Baca juga: Harga Emas Melonjak Tembus 5.500 Dollar AS, Cetak Rekor Baru Lagi

Peter Grant, wakil presiden sekaligus ahli strategi logam di Zaner Metals, mengatakan bahwa reli harga emas saat ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar.

“Reli logam mulia ini berlangsung hampir tanpa henti, dengan minat beli yang tetap kuat bahkan ketika terjadi koreksi kecil,” ujar Grant, dikutip dari Channel News Asia.

Permintaan safe haven menguat

Kuatnya permintaan terhadap emas juga tidak terlepas dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas.

Ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global mendorong pelaku pasar mencari aset yang dinilai mampu menjaga nilai.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 29 Januari 2026: Galeri 24-UBS Naik

Business Times melaporkan, arus dana ke aset safe haven meningkat signifikan, tidak hanya pada emas tetapi juga perak.

Harga perak bahkan ikut mendekati level tertinggi baru, menandakan minat luas terhadap logam mulia sebagai kelas aset.

Dalam laporan terpisah, Reuters menyebut investor global semakin berhati-hati terhadap prospek ekonomi jangka menengah, terutama setelah sejumlah indikator menunjukkan perlambatan di beberapa negara maju.

Kondisi tersebut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian.

Baca juga: Emas dan Runtuhnya Dongeng Kestabilan Ekonomi Modern

Dampak kebijakan The Fed

Dari sisi kebijakan moneter, perhatian pasar tertuju pada keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, namun pernyataan pejabat The Fed dinilai masih membuka ruang bagi perubahan kebijakan ke depan.

Meskipun suku bunga tidak diturunkan, pasar tetap memproyeksikan potensi pelonggaran kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.

Ekspektasi tersebut turut mendukung harga emas, mengingat logam mulia cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Tag:  #harga #emas #hari #cetak #rekor #baru #tengah #pelemahan #dollar

KOMENTAR