Kenapa Password Mudah Dibobol? Jawabannya Ada di Jenis Sandi
Ringkasan Berita:
- Banyak akun digital dibobol bukan karena sistem keamanannya lemah, melainkan akibat jenis sandi yang digunakan terlalu mudah ditebak. Password pendek, pola umum, dan kebiasaan memakai sandi yang sama berulang kali masih sering dilakukan, meski risikonya tinggi.
- Ulasan dari laman Internxt menunjukkan sebagian besar pengguna masih mengandalkan password 6–16 karakter dengan kombinasi sederhana, termasuk angka berurutan atau informasi pribadi. Jenis sandi ini rentan ditembus melalui serangan brute-force dan dictionary attack yang mampu menebak jutaan kombinasi dalam waktu singkat.
- Sebagai alternatif, passphrase dinilai lebih aman karena lebih panjang dan kompleks, sehingga jauh lebih sulit dipecahkan. Selain memilih jenis sandi yang tepat, perubahan kebiasaan pengguna—seperti tidak memakai ulang password dan memanfaatkan fitur keamanan tambahan—menjadi kunci untuk mengurangi risiko pembobolan akun.
- Banyak akun dibobol bukan karena sistem keamanannya lemah, melainkan karena jenis sandi yang digunakan penggunanya terlalu mudah ditebak.
Password pendek, pola umum, hingga kebiasaan memakai sandi yang sama berulang kali masih menjadi praktik lazim, padahal risiko peretasannya sangat tinggi.
Di sinilah penting memahami bahwa tidak semua sandi menawarkan tingkat perlindungan yang sama, jenis password yang dipilih bisa menjadi penentu utama apakah akun aman atau justru mudah dibobol.
Untuk memahami mengapa hal ini terus terjadi, kita perlu melihat lebih jauh jenis sandi yang paling sering digunakan pengguna, sekaligus celah keamanan yang kerap luput disadari. Selengkapnya KompasTekno menguraikan penjelasannya.
Baca juga: Dapat E-mail Reset Password Instagram? Korbannya Ternyata Capai 17 Juta Akun
Password pendek dan pola umum masih jadi pilihan pengguna
Berdasarkan ulasan dari laman Internxt, sebagian besar pengguna internet masih mengandalkan password pendek yang mudah diingat.
Umumnya, password hanya terdiri dari 6 hingga 16 karakter dan menggunakan kombinasi sederhana, seperti deretan angka, kata kamus, atau informasi pribadi seperti nama dan tanggal lahir. Jenis sandi ini memang praktis, tetapi sangat rentan ditembus.
Internxt menyoroti bahwa password dengan pola umum mudah dipatahkan melalui serangan brute-force maupun dictionary attack.
Bahkan, alat peretas modern mampu menebak jutaan kombinasi sandi dalam waktu singkat, terlebih jika password tersebut termasuk dalam daftar sandi populer yang kerap digunakan banyak orang.
Kenapa Password lebih rentan dibanding Passphrase?
Masalah utama password terletak pada panjang dan strukturnya. Semakin pendek sandi yang digunakan, semakin sedikit pula kemungkinan kombinasi karakter yang harus ditebak sistem peretasan.
Inilah yang membuat password konvensional relatif cepat dibobol, meski sudah dilengkapi huruf besar, angka, dan simbol. Sebaliknya, passphrase menawarkan tingkat keamanan lebih tinggi karena terdiri dari rangkaian kata acak yang jauh lebih panjang.
Panjang karakter inilah yang meningkatkan kompleksitas sandi secara signifikan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk memecahkannya bisa melonjak dari hitungan tahun menjadi ratusan tahun.
Kebiasaan pengguna yang membuat sandi mudah ditembus
Selain jenis sandi, kebiasaan pengguna turut memperparah risiko pembobolan akun. Internxt mencatat banyak pengguna masih memakai password yang sama untuk beberapa akun, jarang mengganti sandi, serta abai menggunakan password manager dan autentikasi ganda.
Kombinasi antara sandi yang lemah dan kebiasaan ini menjadikan password sebagai titik paling rapuh dalam keamanan digital. Karena itu, bukan hanya sistem yang perlu diperkuat, tetapi juga cara pengguna memilih dan mengelola sandi mereka.
Pada akhirnya, password mudah dibobol bukan karena teknologi keamanan tertinggal, melainkan karena jenis sandi yang digunakan belum dirancang untuk menghadapi ancaman siber modern.
Mengubah kebiasaan lama, mulai dari memilih sandi yang lebih panjang hingga beralih ke passphrase menjadi langkah penting untuk menjaga akun tetap aman di tengah meningkatnya risiko kejahatan digital.
Baca juga: Tiba-tiba Diminta Reset Password Instagram? Amankan dengan Cara Ini
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #kenapa #password #mudah #dibobol #jawabannya #jenis #sandi