Evaluasi Bojan Hodak Setelah Persib Bobol 4 Kali dalam 2 Laga
Persib Bandung sebagai tim yang paling difavoritkan menjuarai Super League 2025-2026 malah kebobolan empat kali dalam dua laga terakhir.
Setelah mampu menang 3-2 atas Bali United, Persib lalu ditahan imbang Dewa United 2-2 pada pekan ke-28 Super League 2025-2026, Senin (20/4/2026) kemarin.
Hasil tersebut membuat situasi persaingan menuju gelar juara Super League semakin panas.
Persib kini hanya punya keunggulan dua poin dari tim peringkat kedua, Borneo FC, Samarinda.
Sekali saja Persib terpeleset, Pesut Etam, julukan Borneo FC, akan siap mengudeta puncak klasemen.
Baca juga: Jadwal Pekan ke-29 Super League: PSIM Vs Persija, Persib Vs Arema FC
Pelatih Persib, Bojan Hodak, bicara tentang masalah kebobolan timnya. Dua gol lawan Bali United tidak dapat dihindarkan karena kalah jumlah pemain.
Ketika melawan Bali United, Persib harus menutup laga dengan 10 orang di lapangan usai Patricio Matricardi kena kartu merah.
“Sepanjang musim para pemain bermain tanpa kesalahan. Jadi, pertandingan terakhir (vs Bali United), kami kebobolan dua gol dengan 10 orang. Jadi, ini tidak sama saat anda bermain dengan 10 dan 11 orang,” tutur Hodak.
2 Gol Dewa United Picu Perdebatan
Saat menghadapi Dewa United, Persib kebobolan dua gol yang bisa diperdebatkan.
Gol pertama Dewa United atas nama Alex Martins muncul setelah bola sebelumnya dianggap sudah keluar meninggalkan lapangan terlebih dahulu.
Sehingga, pemain Persib terdiam karena meyakini bola sudah keluar sebelum mencapai kepala Alex Martins.
Baca juga: Eliano Sebut Laga Dewa United Vs Persib Sulit, tapi Maung Bisa Bangkit
Gol kedua juga jadi bahan perdebatan karena Alex Martins diduga menyentuh bola terlebih dahulu dengan tangan sebelum gol Ricky Kambuaya tercipta.
“Kami kebobolan dua gol (vs Dewa United), dan saya tidak ingin memberikan komentar tentang kedua gol tersebut karena saya akan menyebutkan hal ini dalam laporan kepada (ofisial) tentang wasit,” kata Hodak.
Pelatih berkebangsaan Kroasia ini tak mau ambil pusing setelah timnya kebobolan empat kali dalam dua pertandingan.
Persib masih berada di jalur juara. Hal terpenting adalah Maung Bandung menjaga fokus untuk memenangkan enam laga sisa melawan Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara.
“Saya tidak berpikir bahwa ada masalah tentang hal itu (bobol empat kali). Hal ini terkadang terjadi, tapi pada akhirnya saya cukup senang dengan cara para pemain bertahan bermain,” kata Hodak.
Baca juga: Skor Dewa United Vs Persib 2-2, Hodak Ungkap Kesalahan seperti Bocah
Evaluasi Bojan Hodak
Duel Udara antara pemain Persib Bandung Berguinho dengan bek Dewa United Alta Ballah pada laga pekan ke-28 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 2-2, Senin (20/4/2026) di Banten International Stadium.
Laga tak kalah berat akan dihadapi Persib pada pekan berikutnya, yakni menghadapi Arema FC Jumat (24/4/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Hodak perlu melakukan evaluasi atas hasil imbang di markas Dewa United. Sang pelatih Persib melihat sejatinya tuan rumah beralias Banten Warriors tak menciptakan banyak peluang.
“Bagi saya, lihat, kami perlu mengubah hal-hal ini. Untungnya mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang dari beberapa kesalahan taktis, ini adalah kesalahan individu,” sebut Hodak.
“Dan seperti yang saya katakan, gol pertama adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Jadi kami hanya perlu fokus pada hal itu,” tuturnya.
Baca juga: Hanya Unggul 2 Poin dari Borneo FC, Eliano Reijnders Sebut Persib Masih di Jalur Juara
Lini penyerangan dianggap positif bagi Hodak lantaran bisa mencetak gol penyama kedudukan via sundulan Andrew Jung, ketika lawan menerapkan strategi parkir bus.
“Secara penyerangan kami menciptakan peluang lagi. Sulit untuk bermain karena mereka 'parkir bus' setelah mendapatkan kartu merah, jadi tidak mudah untuk menemukan ruang,” tuturnya.
“Namun pada akhirnya saya pikir kami hanya perlu tenang kembali, fokus pada permainan kami,” ucap Bojan Hodak.
Tag: #evaluasi #bojan #hodak #setelah #persib #bobol #kali #dalam #laga