Anne Hathaway Ucapkan Insya Allah Saat Bahas Sekuel The Devil Wears Prada 2
Anne Hathaway (x.com)
12:20
22 April 2026

Anne Hathaway Ucapkan Insya Allah Saat Bahas Sekuel The Devil Wears Prada 2

Aktris papan atas Anne Hathaway mendadak menjadi pusat perhatian netizen global setelah secara spontan melontarkan kalimat religi "Insya Allah".

Pernyataan tersebut muncul saat dirinya melakukan sesi tanya jawab eksklusif dengan majalah People terkait proyek film terbarunya, The Devil Wears Prada 2.

Kejadian ini dianggap sebagai momentum besar bagi representasi budaya Arab di industri hiburan Barat yang seringkali mengalami marginalisasi.

Potret Anne Hathaway (Instagram/annehathaway)Potret Anne Hathaway (Instagram/annehathaway)

Hathaway menggunakan frasa tersebut untuk mengekspresikan kerendahan hati dan kepasrahan atas umur panjang serta kesehatan yang ia dambakan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk normalisasi istilah lintas budaya yang selama ini jarang ditemukan dalam kamus percakapan aktor Hollywood.

Bintang film peraih Oscar tersebut menyelipkan doa tersebut saat merefleksikan proses pendewasaan hidup dan rencana masa depannya dengan lebih tenang.

"Aku hanya berharap bisa hidup dan menikmati hidup. Insya Allah, aku berharap demikian," tutur Anne Hathaway secara santai.

Secara terminologi, kalimat yang berasal dari bahasa Arab ini mengandung arti mendalam yakni "Jika Tuhan menghendaki" bagi masyarakat dunia.

Meski sering digunakan oleh umat Muslim, istilah ini kini mulai merambah menjadi kosakata populer global yang digunakan oleh berbagai figur publik.

Namun penggunaan oleh Hathaway dianggap jauh lebih bermakna karena ketepatan konteks yang menunjukkan rasa hormat pada keberagaman bahasa.

Kontras Budaya dan Isu Mikroagresi Hollywood

Reaksi hangat masyarakat muncul sebagai bentuk kontras atas insiden kurang menyenangkan yang melibatkan penyanyi Sabrina Carpenter sebelumnya.

Carpenter sempat menuai gelombang kritik pedas setelah dianggap meremehkan tradisi suara melengking khas Arab, Zaghrouta, di panggung Coachella.

Sikap spontan Carpenter yang menyebut tradisi tersebut sebagai hal yang asing memicu luka mendalam bagi komunitas imigran di Amerika.

Hadirnya ucapan tulus dari mulut Hathaway seolah menjadi penawar yang menegaskan bahwa budaya Timur bukanlah sesuatu yang aneh.

Fenomena ini memperkuat narasi bahwa bahasa dan identitas budaya Arab merupakan bagian integral dari jalinan kehidupan global yang modern.

Sebelumnya, aktor Ramy Youssef juga melakukan langkah serupa dengan memperkenalkan kata "Habibi" melalui program edukasi anak-anak, Sesame Street.

Keberhasilan aktor Riz Ahmed dalam serial "Bait" juga turut memperpanjang daftar kesuksesan narasi inklusif bagi tokoh-tokoh berlatar belakang Timur.

Normalisasi istilah seperti ini perlahan mulai mendobrak batas-batas stigma negatif yang selama puluhan tahun melekat pada identitas budaya tertentu.

Hathaway kini dipandang bukan sekadar aktris berbakat, melainkan sosok yang membawa angin segar bagi terciptanya lingkungan industri yang inklusif.

Popularitas kata "Insya Allah" di tangan Hathaway membuktikan bahwa kekuatan kata-kata mampu menyatukan perbedaan persepsi di mata dunia.

Trend penggunaan istilah Arab oleh pesohor dunia mulai meningkat seiring dengan tuntutan inklusivitas di industri media dan hiburan Amerika Serikat.

Sebelumnya, tokoh besar seperti Joe Biden hingga rapper Drake pernah menggunakan istilah serupa dalam konteks publik yang berbeda-beda.

Isu mikroagresi terhadap budaya imigran tetap menjadi topik sensitif yang terus diperdebatkan di panggung hiburan global saat ini.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #anne #hathaway #ucapkan #insya #allah #saat #bahas #sekuel #devil #wears #prada

KOMENTAR