Citra Nasdem Dinilai Berpotensi Memburuk Usai Kader Hijrah ke PSI
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengumumkan Rusdi Masse bergabung dengan PSI di Makassar, Sulsel, Kamis (29/1/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
16:54
29 Januari 2026

Citra Nasdem Dinilai Berpotensi Memburuk Usai Kader Hijrah ke PSI

- Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai citra Partai Nasdem berpotensi memburuk, setelah sejumlah kadernya hengkang dan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Dampak terhadap Nasdem pasti ada, salah satunya mendapatkan citra yang tidak baik karena beberapa kader meninggalkan Nasdem. Tentu publik menganggap bahwa Nasdem tidak solid dan sedang diterpa masalah. Persepsi ini tentu akan merusak citra partai di mata publik,” kata Lili saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Lili menjelaskan, perpindahan kader atau elite partai dari satu partai ke partai lain sebenarnya bukan fenomena baru dalam politik Indonesia, dan kerap dianggap sebagai hal yang lumrah.

“Perpindahan kader atau elite partai dari partai yang satu ke partai yang lainnya tampaknya menjadi hal yang dianggap biasa atau lumrah sehingga tidak heran bila fenomena ini orang kerap menyebutnya sebagai ‘kutu loncat’,” ujar dia.

Baca juga: Buktikan ke Surya Paloh Nasdem Menang di Sulsel, Rusdi Masse: Perjuangan Saya Selesai

Menurut Lili, ada banyak faktor yang mendorong migrasi kader, mulai dari kekecewaan terhadap partai sebelumnya hingga keinginan memperoleh posisi yang lebih strategis.

Dalam kasus Nasdem, Lili menilai perpindahan sejumlah kader ke PSI bisa disebabkan oleh satu atau gabungan dari faktor-faktor tersebut.

“Ada banyak faktor migrasi kader dari satu partai ke partai lain. Bisa karena faktor kecewa terhadap partai sebelumnya, faktor untuk mendapat posisi yang lebih baik, faktor kepentingan politik dan ekonomi, faktor untuk mendapatkan perlindungan dengan patron yang baru,” kata Lili.

“Pindahnya beberapa kader atau pengurus Nasdem ke PSI tersebut bisa karena dari berbagai faktor-faktor di atas atau gabungan dari faktor di atas,” sambungnya.

Lili menambahkan, perpindahan tersebut juga bisa terjadi karena adanya peluang memperoleh jabatan strategis di partai yang baru.

Baca juga: Rusdi Masse Resmi Gabung PSI Usai Tinggalkan Nasdem, Dipakaikan Jaket Oleh Kaesang

“Artinya, bisa jadi karena ada kekecewaan di Nasdem lalu pindah ke PSI karena ada kesempatan untuk mendapatkan posisi strategis dalam partai sehingga kemudian bergabung dengan PSI,” kata dia.

Namun, Lili menegaskan bahwa perpindahan ke PSI juga tidak serta-merta menjamin citra positif bagi kader yang hijrah.

“Ketika mereka yang pindah ke PSI belum tentu juga mendapat respons yang positif, alih-alih bisa negatif dengan muncul anggapan sebagian orang yang oportunis dan pragmatis dan bisa muncul stigma sebagai ‘kutu loncat’,” ujar Lili.

Untuk diketahui, setidaknya terdapat dua kader Nasdem yang bergabung ke PSI, yakni mantan Wakil Ketua Umum Nasdem Ahmad Ali dan mantan anggota DPRD Jakarta Fraksi Nasdem Bestari Barus.

Selain itu, Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan Rusi Masse juga mengundurkan diri dari Nasdem dan bergabung ke PSI.

Baca juga: Kaesang Hadiri Rakernas PSI di Makassar, Ada Rusdi Masse dan Wagub Sulsel Kader Nasdem

Menanggapi perpindahan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa menyatakan bahwa partainya menghormati keputusan politik masing-masing kader.

“Ya itu kan hak dan pilihan masing-masing dan tentu kita menghormati pilihan politik masing-masing,” kata Saan di Gedung DPR RI, Selasa (27/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Saan juga menepis anggapan bahwa perpindahan kader tersebut disebabkan oleh persoalan tak mendapatkan jabatan di internal partai.

Dia mencontohkan posisi yang pernah diemban Ahmad Ali selama berkiprah di Nasdem.

“Enggak. Ya Ahmad Ali kan pernah jadi Wakil Ketua Umum, Ketua Fraksi. Jadi semua enggak ada masalah, partai enggak ada masalah dengan yang bersangkutan,” ujar Saan.

Menurut Saan, jika ada kader yang memilih jalur politik lain, hal tersebut sepenuhnya menjadi keputusan pribadi yang patut dihormati.

“Tapi kalau yang bersangkutan menentukan pilihan politik yang lain, kita hormati dan kita hargai,” kata dia.

Terkait mundurnya Rusi Masse dari kepengurusan Nasdem Sulawesi Selatan, Saan memastikan partainya tetap fokus menjaga kekuatan di wilayah timur Indonesia.

Baca juga: Ambisi PSI Gusur Nasdem Jadi Juara di Sulsel

Dia pun menegaskan bahwa Nasdem telah menyiapkan pengganti yang memahami betul kondisi politik di wilayah tersebut.

“Ya kita tetap konsen agar Nasdem di wilayah Timur tetap menjadi kekuatan utama Nasdem. Makanya penggantinya yang memang sudah memahami betul situasi peta kondisi yang ada di wilayah Timur, khususnya di Sulawesi Selatan. Dia juga Sekretaris DPW sebelumnya, pernah juga menjadi Ketua DPRD Sulawesi Selatan sebelum menjadi Bupati Sidrap,” tutur Saan.

Dengan kesiapan tersebut, Saan menilai partainya tidak terlalu khawatir akan kehilangan basis dukungan di wilayah Indonesia Timur.

Saan juga menekankan bahwa dinamika politik tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak berkaitan dengan hasil kongres maupun rapat kerja nasional partai.

“NasDem tetap berupaya memberikan kenyamanan bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga enggak bisa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan,” pungkasnya.

Tag:  #citra #nasdem #dinilai #berpotensi #memburuk #usai #kader #hijrah

KOMENTAR