Kisah ''Miss Cimory'', dari Teras Rumah, Ibu Rumah Tangga Bangun Aset Keluarga
- Berangkat dari aktivitas ekonomi di rumah, sejumlah ibu rumah tangga mulai membangun aset keluarga secara bertahap. Fenomena ini mencuat dalam Miss Cimory Awards 2026, yang menampilkan perubahan cara pandang penghasilan harian menjadi fondasi ekonomi jangka panjang.
Di balik ajang penghargaan yang digelar pada Januari 2026 tersebut, Direktur Cimory Group Hendri Viarta menilai capaian utama para peserta bukan semata pertumbuhan penjualan.
“Bagi kami, pencapaian terbesar Miss Cimory bukan angka penjualan, tapi ketika para ibu mulai membangun aset,” ujar Hendri. “Ketika pendapatan berubah menjadi tanah, emas, atau pendidikan anak, di situlah kemandirian ekonomi benar-benar terjadi,” ujar Hendri melalui keterangannya, Kamis (29/1/2025).
Melalui program Miss Cimory, hasil penjualan produk diolah menjadi investasi jangka panjang, mulai dari properti, lahan pertanian, hingga modal usaha. Pola ini menunjukkan pergeseran perilaku ekonomi rumah tangga dari konsumsi jangka pendek menuju perencanaan masa depan.
Sejumlah kisah peserta menggambarkan dampak tersebut. Ibu Niar (45) asal Tegal, yang bergabung sejak 2017, menyebut konsistensi menjadi kunci. “Dulu fokusnya cukup hari ini,” tuturnya. “Sekarang saya berpikir lima hingga sepuluh tahun ke depan, mulai dari rumah sendiri hingga biaya kuliah anak.”
Cerita serupa datang dari Ibu Dini (41) asal Bandung. Ia mengonversi hasil penjualan menjadi emas, dua unit rumah, satu mobil, serta usaha laundry sebagai penyangga ekonomi keluarga. Sementara itu, Ibu Sunanti (49) di Jakarta memanfaatkan penghasilan untuk memodali bengkel suami dan menyekolahkan kedua anaknya hingga lulus sarjana.
Dari Pondok Aren, Ibu Darini (51) membangun aset berupa sawah produktif, rumah kontrakan, dan mobil. Ia juga berhasil menunaikan ibadah Umrah. Kisah-kisah tersebut menunjukkan efek ganda pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga terhadap kesejahteraan keluarga.
Pencapaian tersebut dicapai melalui proses panjang. Pada Miss Cimory Awards 2026, sebanyak 461 Miss Cimory menerima penghargaan atas konsistensi sepanjang tahun. Sebanyak 199 peserta meraih kategori Growth Business dan 211 peserta masuk kategori Growth People.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada 25 peserta kategori Best MP untuk distribusi produk daging olahan dan 25 peserta kategori Best CMD untuk lini produk susu dan dairy. Satu peserta dinobatkan sebagai Best Miss Cimory 2025, yakni Ibu Tianisah Siregar (51) dari Cimory Center wilayah Jawa Barat.
Baca juga: Sisa Dana IPO Cimory Rp 2,19 Triliun, Mengendap di Deposito dan Obligasi
Hendri menyebut disiplin menjadi fondasi utama. Salah satunya melalui Noon Ceremony (NC), sesi rutin pukul 13.00 yang menjadi ruang pembelajaran. “Miss Cimory bukan sekadar program jangka pendek, tapi sistem pembelajaran hidup,” kata Hendri. “Dari disiplin harian, ibu-ibu belajar merencanakan masa depan, bukan hanya bertahan hari ini.”
Dampak program ini juga tercermin pada sektor pendidikan. Sepanjang 2025, tercatat 29 anak peserta Miss Cimory lulus sarjana, lima di antaranya berasal dari pemenang penghargaan tahun ini. “Bangga rasanya bisa bawa anaknya sampai sarjana, sekarang punya karir masing masing, dua duanya jadi guru,” ujar Ibu Tutut asal Yogyakarta.
Hendri menilai capaian pendidikan tersebut menjadi indikator keberhasilan jangka panjang. “Ijazah sarjana anak-anak mereka adalah simbol kemenangan terbesar dari perjuangan para ibu yang memutus rantai kemiskinan antar generasi,” ujarnya.
Memasuki 2026, Cimory membuka kesempatan bagi lebih banyak ibu rumah tangga untuk bergabung dalam program Miss Cimory. Dari aktivitas ekonomi rumahan, para peserta menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi keluarga dapat dimulai dari keputusan finansial yang konsisten setiap hari.
Tag: #kisah #miss #cimory #dari #teras #rumah #rumah #tangga #bangun #aset #keluarga