Sejarah Fotografi dan Perubahannya dalam Merekam Kehidupan
Ilustrasi sejarah fotografi(Britannica)
15:36
1 Februari 2026

Sejarah Fotografi dan Perubahannya dalam Merekam Kehidupan

Ringkasan Berita: 

  • Fotografi merupakan medium visual yang merekam kehidupan manusia melalui kerja cahaya pada material peka cahaya. Sejak istilah photography diperkenalkan pada 1830-an, fotografi hadir sebagai cara baru untuk mengabadikan wajah, peristiwa, dan realitas sosial yang sebelumnya hanya bisa digambarkan lewat tulisan atau lukisan.
  • Perkembangan fotografi berawal dari prinsip kamera obscura yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu, kemudian berlanjut dengan penemuan bahan peka cahaya seperti garam perak. Tonggak penting terjadi pada 1826 ketika Nicéphore Niépce berhasil menghasilkan foto permanen pertama. Sejak itu, berbagai inovasi seperti daguerreotype dan calotype membuat fotografi semakin praktis dan hasilnya lebih tajam.
  • Dalam perjalanannya, fotografi kerap dianggap sebagai medium yang objektif karena mampu merekam realitas secara langsung. Namun, proses fotografi tetap melibatkan keputusan kreatif fotografer, mulai dari sudut pandang hingga pengolahan gambar. Dengan peran gandanya sebagai alat dokumentasi dan sarana ekspresi visual, fotografi disebut sebagai salah satu penemuan terpenting dalam sejarah peradaban manusia.

- Fotografi bukan sekadar hasil bidikan kamera, melainkan jejak sejarah tentang bagaimana manusia merekam dan memahami kehidupannya.

Sejak pertama kali ditemukan, fotografi hadir sebagai medium baru yang mampu membekukan waktu, mengabadikan wajah, peristiwa, dan realitas sosial yang sebelumnya hanya bisa diceritakan lewat tulisan atau lukisan.

Dari potret keluarga hingga dokumentasi peristiwa bersejarah, fotografi perlahan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Seiring perkembangan teknologi, cara fotografi merekam kehidupan pun ikut berubah.

Dari proses rumit dengan pelat kaca dan kamera analog, hingga kemudahan kamera digital dan ponsel pintar saat ini, fotografi tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu.

Lantas, bagaimana perkembangan fotografi dari masa ke masa hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern? Selengkapnya berikut ini ulasannya.

Baca juga: Leica Q3 Monochrom Resmi, Kamera Digital Hitam-putih dengan Sensor Full-frame

Pengertian dan asal-usul fotografi

Fotografi merupakan metode merekam gambar suatu objek melalui kerja cahaya pada material yang peka terhadap cahaya.

Istilah photography berasal dari bahasa Yunani, photos yang berarti cahaya dan graphein yang berarti menggambar.

Menurut Britannica, istilah ini mulai digunakan pada 1830-an, seiring berkembangnya teknik perekaman gambar secara mekanis yang berbeda dari seni lukis atau gambar tangan.

Kamera Obscura sebagai fondasi awal

Ilustrasi kamera ObscuraBritannica Ilustrasi kamera Obscura

Jauh sebelum fotografi modern ditemukan, prinsip camera obscura telah dikenal lebih dari 2.000 tahun lalu oleh peradaban Tiongkok dan Yunani kuno.

Kamera obscura berupa ruang gelap dengan lubang kecil yang memproyeksikan bayangan objek dari luar ke dinding di dalam ruangan. Meski alat ini membantu seniman dan ilmuwan memahami cahaya serta perspektif, gambar yang dihasilkan belum bisa disimpan secara permanen.

Upaya menciptakan gambar permanen mulai berkembang pada abad ke-18, ketika ilmuwan menemukan bahwa garam perak dapat menggelap saat terkena cahaya. Penemuan ini menjadi dasar penting bagi fotografi. Namun, pada tahap awal, hasil gambar masih bersifat sementara dan mudah rusak ketika kembali terpapar cahaya.

Baca juga: Fujifilm Rilis Instax Mini Evo Cinema, Kamera Instan yang Bisa Rekam Video dan Punya Filter Vintage

Foto permanen pertama dalam sejarah

Tonggak penting fotografi terjadi pada 1826 ketika Nicéphore Niépce berhasil menghasilkan foto permanen pertama menggunakan proses heliografi.

Foto yang dikenal sebagai View from the Window at Le Gras tersebut dibuat dengan paparan cahaya selama berjam-jam menggunakan kamera obscura dan pelat logam berlapis bahan peka cahaya. Keberhasilan ini menandai lahirnya fotografi sebagai medium visual baru.

Setelah penemuan Niépce, fotografi berkembang pesat melalui berbagai inovasi, termasuk proses daguerreotype dan calotype yang memungkinkan hasil gambar lebih tajam dan waktu pemotretan lebih singkat.

Perkembangan ini membuat fotografi mulai digunakan secara luas, baik untuk potret, dokumentasi ilmiah, hingga pencatatan peristiwa sosial dan sejarah.

Fotografi dan gagasan objektivitas

Britannica mencatat bahwa fotografi kerap dianggap sebagai medium yang objektif karena kemampuannya merekam realitas secara langsung. Anggapan populer seperti “kamera tidak pernah berbohong” pun muncul.

Namun, fotografi sejatinya tidak sepenuhnya otomatis. Pilihan sudut pandang, momen pemotretan, lensa, serta proses pengolahan gambar tetap melibatkan keputusan kreatif dari fotografer.

Dengan kemampuannya merekam detail kehidupan manusia dan alam secara akurat, fotografi disebut sebagai salah satu penemuan terpenting sejak mesin cetak.

Fotografi tidak hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana komunikasi visual, ekspresi seni, dan pembentuk memori kolektif masyarakat dari masa ke masa.

Baca juga: FujiFilm InstaX Mini Liplay Plus Meluncur, Kini Dilengkapi Kamera Selfie

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

 

Tag:  #sejarah #fotografi #perubahannya #dalam #merekam #kehidupan

KOMENTAR