Kelihatan Sepele, Charger yang Ditinggal Menancap Bikin Listrik Boros
Ringkasan Berita:
- Dalam keseharian, banyak kebiasaan mengisi daya ponsel yang dilakukan tanpa disadari, seperti membiarkan charger tetap menancap atau mengisi daya terlalu lama. Kebiasaan ini kerap dianggap sepele, padahal dapat membuat konsumsi listrik rumah tangga menjadi lebih boros.
- Charger yang dibiarkan menancap tetap menarik daya listrik dalam jumlah kecil melalui fenomena standby power atau phantom power. Jika terjadi berulang dan melibatkan banyak perangkat, akumulasinya berkontribusi pada pemborosan energi.
- Selain itu, kebiasaan mengisi daya semalaman, lupa mencabut charger, hingga menggunakan charger tanpa standar efisiensi juga berpotensi meningkatkan konsumsi listrik. Mencabut charger saat tidak digunakan menjadi langkah sederhana untuk menghemat energi sekaligus menjaga keamanan perangkat.
- Dalam keseharian, banyak kebiasaan kecil terkait pengisian daya ponsel yang dilakukan tanpa disadari.
Mulai dari membiarkan charger tetap menancap hingga mengisi daya terlalu lama, kebiasaan-kebiasaan ini kerap dianggap sepele karena dampaknya tidak langsung terasa.
Padahal, jika dilakukan berulang dan melibatkan banyak perangkat, pola tersebut dapat membuat konsumsi listrik rumah tangga menjadi lebih boros. Berikut sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari membuat charger terus menguras listrik.
Baca juga: Tagihan Listrik Membengkak? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Sering Diabaikan
Membiarkan charger tetap menancap meski tidak digunakan
Charger yang dibiarkan menancap di stop kontak tetap menarik aliran listrik, meskipun ponsel atau perangkat lain tidak terhubung. Kondisi ini dikenal sebagai phantom power atau standby power, di mana daya listrik tetap tersedot dalam jumlah kecil.
Secara kasat mata, konsumsi listriknya memang nyaris tidak terasa. Namun, jika kebiasaan ini terjadi setiap hari dan melibatkan banyak charger di rumah, akumulasinya dapat berkontribusi pada pemborosan energi dalam jangka panjang.
Mengisi daya semalaman tanpa perlu
Mengisi daya ponsel sebelum tidur dan membiarkannya terhubung hingga pagi hari sudah menjadi kebiasaan umum. Padahal, saat baterai telah penuh, charger tetap bekerja untuk menjaga daya di level maksimum.
Selain membuang energi, pengisian daya terlalu lama juga berpotensi menimbulkan panas berlebih. Dalam jangka panjang, panas ini dapat memengaruhi kesehatan baterai dan meningkatkan risiko keamanan, terutama jika charger berkualitas rendah.
Lupa mencabut charger setelah baterai penuh
Banyak pengguna tidak menyadari kapan baterai ponsel mencapai 100 persen. Akibatnya, charger dibiarkan terus terhubung meski pengisian sudah selesai.
Perangkat modern memang dirancang untuk menghentikan pengisian saat baterai penuh, tetapi aliran listrik kecil tetap terjadi. Kebiasaan ini terlihat sepele, namun jika berlangsung terus-menerus, tetap berdampak pada konsumsi listrik rumah tangga.
Menancapkan banyak charger di satu stop kontak
Di rumah dengan banyak gawai, satu stop kontak sering dipenuhi beberapa charger sekaligus. Selain membuat konsumsi listrik tidak efisien, kondisi ini juga meningkatkan beban pada instalasi listrik.
Jika dibiarkan, panas berlebih bisa muncul pada terminal listrik atau power strip. Dalam situasi tertentu, hal ini berpotensi menimbulkan risiko korsleting atau gangguan kelistrikan.
Mengisi daya meski baterai masih tinggi
Sebagian orang terbiasa mengisi daya ponsel meski baterai masih berada di kisaran 70–80 persen. Kebiasaan ini membuat charger lebih sering aktif, meski sebenarnya belum dibutuhkan.
Selain berdampak pada efisiensi energi, pola pengisian seperti ini juga dapat memengaruhi siklus baterai. Mengisi daya seperlunya membantu mengurangi konsumsi listrik sekaligus menjaga umur baterai.
Menganggap mode standby sudah tidak mengkonsumsi listrik
Mode standby sering disalahartikan sebagai kondisi mati total. Padahal, charger dan perangkat elektronik yang berada dalam mode ini tetap menggunakan listrik dalam jumlah kecil.
Ketika banyak perangkat dibiarkan dalam kondisi standby, konsumsi listriknya bisa menumpuk. Inilah sebabnya kebiasaan mencabut charger saat tidak digunakan menjadi langkah sederhana namun efektif.
Menggunakan charger murah tanpa standar efisiensi
Charger dengan kualitas rendah atau tanpa sertifikasi efisiensi daya cenderung kurang optimal dalam mengelola aliran listrik. Akibatnya, konsumsi daya saat menancap bisa lebih besar dibanding charger resmi atau bersertifikasi.
Selain lebih boros listrik, charger semacam ini juga berisiko menghasilkan panas berlebih. Menggunakan charger berkualitas tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Baca juga: 8 Alasan Tagihan Listrik Membengkak Tiba-tiba, Penting Diperhatikan
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #kelihatan #sepele #charger #yang #ditinggal #menancap #bikin #listrik #boros