Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Hyundai Tanam Investasi 3 Miliar Dollar AS
Logo Hyundai(Car-brand-names.com )
21:12
23 Januari 2026

Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Hyundai Tanam Investasi 3 Miliar Dollar AS

PT Hyundai Motors Indonesia memperkuat produksi kendaraan listrik melalui investasi senilai 3 miliar dollar AS.

Langkah ini diambil di tengah wacana penghentian insentif mobil listrik impor utuh atau completely built up pada 2026.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan, perusahaan mendukung arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat industri otomotif nasional dan mendorong produksi kendaraan listrik domestik.

"Hal ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Hyundai dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujar Fransiscus, Jumat (23/1/2026).

Fransiscus menjelaskan, investasi 3 miliar dollar AS tersebut diarahkan untuk memperkuat basis produksi lokal kendaraan listrik.

Investasi ini mencakup operasional pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, pabrik baterai sistem Hyundai LG Industry, serta pabrik baterai pack Hyundai Energy Indonesia.

Keberadaan fasilitas produksi lokal dinilai memberi ruang bagi perusahaan menjaga stabilitas pasokan kendaraan listrik di pasar domestik. Produksi yang terintegrasi juga mendukung efisiensi rantai pasok.

"Prinsip kami adalah mengutamakan kebutuhan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas, layanan purna jual komprehensif, serta komitmen berkelanjutan terhadap investasi lokal," imbuh Fransiscus.

Ia menambahkan, strategi perusahaan tetap mengacu pada regulasi kendaraan listrik yang berlaku.

Penetapan harga dan strategi penjualan ke depan juga mempertimbangkan struktur biaya serta daya beli konsumen.

"Kami siap menyesuaikan strategi seiring kejelasan kebijakan ke depan,” pungkasnya.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Hyundai Siapkan US$ 3 Miliar untuk Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

Tag:  #produksi #mobil #listrik #indonesia #hyundai #tanam #investasi #miliar #dollar

KOMENTAR