Awal Tahun Diprediksi Sepi IPO, Citi: Baru Terealisasi Paruh Kedua 2026
- Citi memperkirakan pasar modal Indonesia akan sepi dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada paruh pertama tahun ini.
Head of ECM Syndicate for Asia Citi Rob Chan mengatakan, investor masih mempertimbangkan untuk melakukan IPO karena kondisi likuiditas perdagangan saham masih belum kuat.
Kemudian dia juga menyoroti equity capital markets (ECM) Indonesia yang 2025 berada di kisaran 1 miliar dollar AS. Nilai tersebut relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan capaian dua tahun sebelumnya.
"Untuk aktivitas IPO dalam jangka pendek di Indonesia, kami tidak memperkirakan adanya IPO signifikan pada paruh pertama tahun ini," ujarnya dalam Citi Asia South Investment Banking Outlook 2026, Kamis (15/1/2026).
Meski demikian, peluang IPO tetap terbuka secara selektif. Chan menilai perusahaan di sektor-sektor tertentu, khususnya komoditas, berpotensi menarik minat investor seiring dengan kinerja yang menunjukkan penguatan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam konteks tersebut, emiten dengan fundamental solid dan prospek pertumbuhan yang jelas masih berpeluang melakukan aksi penambahan modal melalui pasar saham, meskipun skalanya cenderung terbatas.
Namun melihat kondisi tersebut, aksi IPO ini kemungkinan baru akan terjadi pada Semester II 2026 atau tahun 2027.
"Sejumlah rencana IPO kemungkinan baru akan terealisasi pada paruh kedua tahun atau bergeser ke tahun berikutnya," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, anmio perusahaan untuk melakukan IPO di penghujung 2025 masih terjaga dan bakal berlanjut pada 2026.
Hingga 5 Desember 2025, BEI telah mencatat 24 perusahaan yang sukses melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 15,21 triliun.
Kemudian masih ada 13 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham. Dari 13 perusahaan tersebut, delapan perusahaan memiliki skala aset besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar.
Sementara tiga perusahaan berada pada kategori aset menengah dengan nilai Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta dua perusahaan tergolong berskala aset kecil di bawah Rp 50 miliar.
Berdasarkan sektor usaha, dari delapan perusahaan berskala aset besar tersebut, terdapat emiten dari sektor bahan baku, barang konsumsi non-primer, dan energi.
Selain itu, pipeline IPO juga diisi oleh perusahaan dari sektor keuangan, teknologi, serta transportasi dan logistik.
Tag: #awal #tahun #diprediksi #sepi #citi #baru #terealisasi #paruh #kedua #2026