Amran Sampai Titiek Soeharto Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Utara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat meninjau proses rehabilitasi sawah yang rusak akibat banjir bandang di Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni’am)
11:36
15 Januari 2026

Amran Sampai Titiek Soeharto Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Utara

- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meninjau langsung proses rehabilitasi atau perbaikan sawah rusak akibat banjir bandang di Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026).

Pantauan Kompas.com, sawah rusak yang ditinjau Amran bersama Titiek dan Bima terletak di gampong Pinto Makmur, Muara Batu, Aceh Utara.

Begitu turun dari mobil, Amran langsung berjalan ke sawah dan mendengarkan penjelasan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto terkait luasan lahan rusak sedang dan ringan yang segera direhabilitasi.

Di gampong Pinto Makmur, lahan yang saat ini tengah direhabilitasi sebanyak 200 hektar.

Mendengar penjelasan itu, Amran meminta proses perbaikan tidak menggunakan proyek, melainkan memberdayakan petani setempat dan dibayar atau mekanisme padat karya.

“Kalau perlu petaninya ikut kerjakan sendiri dan itu dibayar pemerintah, jadi swakelola,” kata Amran di lokasi.

Setelah itu, Amran, Titiek, dan Bima turun ke area persawahan yang sedang diperbaiki petani setempat.

Mereka tampak berbincang dengan petani yang separuh badannya terendam lumpur.

Banjir bandang pada akhir November lalu memang mengakibatkan lahan persawahan terkubur lumpur, membuat petani kini tenggelam hingga 1-1,5 meter lebih saat menceburkan diri di sawah.

Setelah itu, petugas menerbangkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa drone untuk menyebarkan benih padi di persawahan dengan lumpur yang dalam.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), total sawah yang rusak ringan-sedang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 69.240 hektar.

Rinciannya, 32.652 di Aceh, 32.964 hektar di Sumatera Utara, dan 3.624 hektar di Sumatera Barat.

Kementan menargetkan, perbaikan sawah ringan-sedang tahap I pada Januari hingga Februari 2026 dengan luas lahan 13.708 hektar.

Rinciannya, 6.530 hektar, Sumatera Utara 6.593 hektar, dan Sumatera Barat 3.624 hektar.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja di Komisi IV DPR RI, Amran melaporkan sebanyak 107,4 ribu hektar sawah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Rinciannya, sawah rusak ringan mencapai 56,1 ribu hektar, rusak sedang mencapai 22,2 ribu hektar, dan rusak berat 29,1 ribu hektar.

Dari seluruh luasan lahan terdampak, sebanyak 44,6 ribu hektar areal tanam padi dan jagung gagal panen.

Kerusakan itu tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia kemudian menjelaskan, luasan sawah yang perlu diperbaiki mencapai lebih dari 100.000 hektar.

“Total target lahan yang akan direhabilitasi mencapai lebih dari 100.000 hektar,” ujar Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Untuk memperbaiki lahan dan irigasi, Kementerian Pertanian (Kementan) menganggarkan dana APBN Rp 736 miliar dan dana tambahan Rp 3,41 triliun.

Tag:  #amran #sampai #titiek #soeharto #tinjau #rehabilitasi #sawah #aceh #utara

KOMENTAR