Prospek Kredit Lebih Cerah Tahun Ini, Bank Permata Bidik Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen
Division Head Consumer Lending Bank Permata Haryanto saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU )
22:20
14 Januari 2026

Prospek Kredit Lebih Cerah Tahun Ini, Bank Permata Bidik Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen

PT Bank Permata Tbk (BNLI) menilai prospek kredit tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Oleh karenanya, perseroan optimistis kredit konsumer dapat tumbuh double digit pada 2026.

Division Head Consumer Lending Bank Permata Haryanto mengatakan, kinerja mayoritas segmen kredit mulai dari kredit UMKM, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), personal loan, hingga kartu kredit diprediksi akan lebih tinggi dari tahun lalu seiring dengan pulihnya permintaan kredit.

"Secara umum kami menilai bahwa tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun lalu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Bahkan untuk kredit konsumer, bank dengan kode emiten BNLI ini optimistis dapat tumbuh 10 persen dibanding realisasi tahun lalu.

Target double digit tersebut akan dicapai melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti Japan Airlines.

Menggandeng maskapai asal Jepang itu, perseroan akan menggelar pameran Travel Fair 2026 fase pertama pada 15-18 Januari. Dari perhelatan ini, pihaknya menargetkan transaksi kartu kredit dapat meningkat 20 persen.

Namun, Haryanto menambahkan, tahun ini Bank Permata tidak hanya fokus meningkatkan kredit konsumer di sektor pariwisata tetapi juga menyasar sektor otomotif.

"Kami menjadi main sponsor di Gaikindo Jakarta Auto Week, karena kami juga komitmen untuk mendukung dan mengembangkan industri otomotif juga," ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit lesu sepanjang 2025 dari tumbuh 10,27 persen (yoy) di Januari menjadi hanya tumbuh 7,74 persen (yoy) d November.

Pertumbuhan itu semakin menjauhi target pertumbuhan kredit sebesar 8-11 persen (yoy) sepanjang 2025.

Belum lagi tingkat pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) masih besar, mencapai Rp 2.509,4 triliun atau 23,18 persen dari plafon kredit yang tersedia pada November 2025.

BI menilai permintaan kredit yang melemah ini dipengaruhi oleh perilaku wait and see dari pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang masih lambat.

Tag:  #prospek #kredit #lebih #cerah #tahun #bank #permata #bidik #kredit #konsumer #tumbuh #persen

KOMENTAR