Laporan BI: Penjualan Eceran Naik Seiring Tren Belanja Akhir Tahun
- Menjelang periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, penjualan eceran pada November 2025 tercatat meningkat, seiring menguatnya permintaan masyarakat di berbagai kelompok barang.
Bank Indonesia (BI) melaporkan, Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 mencapai 222,9 atau tumbuh 1,5 persen secara bulanan (month to month/mtm) dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 219,7.
Secara tahunan (year on year/yoy), IPR juga tumbuh 6,3 persen dari posisi 209,7 pada November 2024.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kenaikan penjualan ritel pada November terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.
"Penjualan eceran pada November 2025 tumbuh sebesar 1,5 persen (mtm), seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
Kelompok barang dengan kenaikan tertinggi
Menurut dia, pertumbuhan bulanan tersebut didorong oleh permintaan yang lebih tinggi pada mayoritas kelompok barang dibandingkan bulan sebelumnya.
Kelompok barang dengan kenaikan tertinggi secara bulanan antara lain peralatan informasi dan komunikasi yang tumbuh 13,9 persen, serta subkelompok sandang sebesar 5,3 persen.
Selain itu, kelompok barang lainnya naik 4,6 persen, perlengkapan rumah tangga lainnya 3,6 persen, barang budaya dan rekreasi 3,5 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau 3,7 persen.
Sementara itu, beberapa kelompok mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, seperti bahan bakar kendaraan bermotor yang hanya tumbuh 1,5 persen serta suku cadang dan aksesori sebesar 4 persen.
Pertumbuhan Tahunan Menguat
Secara tahunan, kinerja penjualan eceran November 2025 menunjukkan penguatan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
"Pada November 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen (yoy)," ujar Ramdan.
Pertumbuhan tahunan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori yang tumbuh 12,4 persen, diikuti makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,9 persen, serta barang budaya dan rekreasi 3,5 persen.
Dari sisi wilayah, peningkatan penjualan eceran secara tahunan tercatat di sejumlah kota, antara lain Surabaya dengan pertumbuhan 21,4 persen, Semarang dan Purwokerto masing-masing 10,5 persen, serta Denpasar 3,8 persen.
Sementara secara bulanan, pertumbuhan tertinggi terjadi di Manado sebesar 13,5 persen, diikuti Medan 5,3 persen, dan Surabaya 1,3 persen.
Tag: #laporan #penjualan #eceran #naik #seiring #tren #belanja #akhir #tahun