Per Desember 2025, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 40,9 triliun kepada 355.658 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), per Desember 2025.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pihaknya secara aktif memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang menjadi pilar utama perekonomian nasional.
“Sepanjang Tahun 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” kata Riduan dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
“Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga di level optimal, dengan tingkat kredit bermasalah dibawah 1 persen,” lanjutnya.
Dia mengatakan, penyaluran KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, pihaknya ingin membantu pelaku UMKM.
“Termasuk, memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” ujar Riduan.
Penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang 2025 yang didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,54 persen atau senilai Rp 25,13 triliun.
Secara rinci, sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan sebesar Rp 12,75 triliun atau setara 31,23 persen dari total penyaluran KUR Bank Mandiri.
Selanjutnya, sektor jasa produksi tercatat sebesar Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan Rp 3,03 triliun atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp 562 miliar atau 1,38 persen.
“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” kata Riduan.
Lebih lanjut, dalam upaya menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah.
Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.