Hampir 10 Tahun Penantian, Lifting Minyak RI Ukir Tonggak Sejarah Baru
— Untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, produksi minyak Indonesia melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Capaian ini memberi sinyal baru bagi sektor hulu migas di tengah upaya menjaga penerimaan negara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat volume produksi minyak bumi yang siap dijual atau lifting pada 2025 mencapai 605.300 barrel per hari (bph).
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 barrel per hari.
Realisasi itu turut menopang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minyak dan gas bumi pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 105,4 triliun.
“Target kita di APBN, lifting minyak itu 605 ribu barrel per hari. Alhamdulillah, target kita tercapai. Realisasi lifting mencapai 605,3 ribu bph atau setara 105 persen dari target,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Capaian Pertama Sejak 2016
Bahlil menyebut, capaian tersebut menjadi yang pertama sejak 2016, ketika realisasi lifting minyak berhasil melampaui target APBN.
Pada saat itu, produksi minyak tercatat mencapai 822.000 barrel per hari, lebih tinggi dari target 820.000 barrel per hari.
“Kalau kita melihat target APBN dalam 10 tahun terakhir, lifting minyak tidak pernah tercapai,” kata Bahlil.
Menurut dia, keberhasilan melampaui target ini menjadi titik balik setelah bertahun-tahun produksi minyak nasional berada di bawah sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Dorong Target 1 Juta Barrel per Hari
Ke depan, pemerintah berencana terus menggenjot produksi minyak dan gas bumi secara bertahap hingga mencapai 1 juta barrel per hari pada 2030.
Untuk mengejar target tersebut, Kementerian ESDM akan mempercepat proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari percepatan kegiatan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru, pemanfaatan teknologi seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking, hingga penyederhanaan regulasi di sektor hulu migas.
Pemerintah juga akan mengevaluasi skema insentif serta mengintegrasikan perizinan agar proses investasi dan peningkatan produksi dapat berjalan lebih cepat.
Tag: #hampir #tahun #penantian #lifting #minyak #ukir #tonggak #sejarah #baru