ESDM Sebut Sudah Kasih Jatah Impor BBM buat SPBU Swasta
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman (tengah) dalam acara temu media di Jakarta, Jumat (19/12/2025).(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
21:44
5 Januari 2026

ESDM Sebut Sudah Kasih Jatah Impor BBM buat SPBU Swasta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan telah memberikan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk badan usaha SPBU swasta di tahun ini.

Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kuota impor SPBU swasta ditetapkan naik.

Meski begitu, ia enggan mengungkapkan angka pasti kenaikannya.

Laode hanya menyebut kenaikan kuota impor tahun ini tak jauh beda dari tahun sebelumnya yang sebesar 10 persen.

"Sudah (diberikan kuota impor). Mirip-mirip lah, sama (kayak tahun sebelumnya)," ucapnya saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026). Ia menuturkan, badan usaha swasta sudah mengajukan izin impor BBM 2026 sejak akhir tahun lalu.

Maka dari itu, semestinya proses impor BBM sudah berjalan dan tidak terputus di awal tahun.

Dengan diberikannya izin impor tersebut, Laode berharap pasokan BBM swasta sudah bisa normal kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Harusnya sudah normal, kan kita tidak ada menghentikan (impor)," kata Laode.

Sebelumnya, Laode sempat menyatakan, operator SPBU swasta telah mengajukan permohonan kuota impor BBM untuk 2026, seperti Shell, Vivo, BP dan ExxonMobil.

Ia bilang, penetapan kuota impor BBM SPBU swasta akan mengacu pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa sumber daya alam di dalam negeri harus dikelola untuk kepentingan rakyat.

Itu berarti, penetapan kuota impor BBM juga akan memperhitungkan produksi dalam negeri.

Selain itu, akan mempertimbangkan pula tingkat permintaan atau konsumsi BBM nasional.

"Kita harus mengelola sumber daya alam itu berdasarkan Pasal 33. Nah, jadi kita akan memberikan kuota itu juga sesuai dengan Pasal 33 kurang lebih seperti itu gambarannya," ujar Laode di Jakarta, Jumat (19/12/2025). Ia enggan mengungkapkan besaran kuota impor BBM SPBU swasta.

Laode hanya menyebut sepanjang 2025 permintaan BBM menunjukkan tren yang cukup tinggi, termasuk di SPBU swasta.

Tingkat konsumsi ini juga akan menjadi salah satu faktor penentu dalam penetapan kebijakan kuota impor BBM tahun depan.

"Sampai hari ini juga demand-nya tinggi. Jadi kebijakan yang akan diambil tentu akan dipengaruhi juga oleh pola konsumsi atau demand dari BBM tersebut," kata dia.

Tag:  #esdm #sebut #sudah #kasih #jatah #impor #buat #spbu #swasta

KOMENTAR