Lempar Koin ke Air Mancur Bersejarah Ini, Kini Mesti Bayar Rp 34.000
Fontana di Trevi(KOMPASIANA/ TONY SHARIEL)
18:07
20 Februari 2026

Lempar Koin ke Air Mancur Bersejarah Ini, Kini Mesti Bayar Rp 34.000

Legenda mengatakan, melempar koin ke Air Mancur Trevi di Roma menjamin seseorang bisa kembali ke Kota Abadi itu.

Dua koin membawa harapan menemukan cinta dengan orang Italia, dan tiga koin konon berarti kelak menikah dengan orang Italia.

Namun mulai 2 Februari 2026, ritual itu tak lagi gratis. Pemerintah Kota Roma resmi mewajibkan turis non-residen membeli tiket 2 euro (sekitar Rp 34.000) untuk bisa mendekat ke bibir air mancur dan melempar koin ke dalamnya.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Ikon Wisata Romantis di Italia Hancur Saat Valentine

Aturan baru untuk kendalikan ledakan wisatawan

Kebijakan tiket ini diberlakukan sebagai upaya terbaru mengatasi overtourism di salah satu landmark paling padat di dunia tersebut.

Jam wajib tiket:

  • Senin & Jumat: 11.00–22.00
  • Selasa–Minggu: 09.00–22.00
  • Setelah pukul 22.00, pagar dibuka dan akses kembali gratis bagi siapa pun.

Di hari pertama, tidak semua wisatawan mau membayar. Sekelompok turis asal Spanyol memilih melempar koin dari balik pagar, membuat koin berjatuhan ke arah pengunjung yang sudah membeli tiket.

Baca juga: Kota di Italia Ini Akan Berlakukan Pajak Wisata untuk Anjing

Pemerintah setempat akhirnya menyiapkan patroli untuk mencegah lemparan koin yang membahayakan.

Simbol overtourism Roma

Diabadikan dalam film La Dolce Vita, Air Mancur Trevi telah lama menjadi magnet turis. Pada puncak musim panas, piazza kecil tempat air mancur berada kerap dipenuhi pengunjung bahkan hingga 70.000 orang per hari.

Pada 2024, Roma sempat melakukan uji coba pemasangan pagar pembatas. Hasilnya, jumlah orang yang mau antre untuk melihat air mancur dari dekat langsung anjlok, menandakan betapa ekstremnya kepadatan sebelumnya.

Wali Kota Roma Roberto Gualtieri menyebut bahwa lebih dari 10 juta orang mengunjungi Trevi pada 2025. Pemerintah memperkirakan kebijakan tiket baru ini dapat menghasilkan 6,5–20 juta euro per tahun (sekitar Rp110–338 miliar) untuk pemeliharaan dan gaji petugas.

Larangan dan keuntungan bagi pemegang tiket

Pemegang tiket dilarang makan dan minum di area sekitar air mancur. Selain itu, sistem baru disebut dapat mengurangi aksi copet yang sering memanfaatkan kerumunan turis.

Anggota dewan kota Rome untuk sektor pariwisata, Alessandro Onorato, menegaskan bahwa tarif ini bukan untuk meraup keuntungan, tetapi mengendalikan jumlah pengunjung.

Baca juga: Paus Leo XIV Habiskan Liburan Musim Panas di Kastil Gandolfo Italia

“Kalau Air Mancur Trevi ada di New York City, mungkin biayanya 100 dolar,” ujarnya.

Seorang turis asal Argentina, Raul, mengatakan bahwa membayar 2 euro masih masuk akal untuk melihat Trevi dari dekat pertama kalinya, meski hari itu ia tetap melempar koin dari luar pagar karena sudah pernah berkunjung sebelumnya.

“Dua euro masih oke. Lebih dari itu, mungkin tidak,” katanya.

Ilustrasi air mancur Trevi Fountain atau Fontana di Trevi di Roma, Italia. Bangsa Romawi kuno telah mampu membangun saluran air yang canggih dan masih berfungsi hingga masa kini.SHUTTERSTOCK/Michele Bitetto Ilustrasi air mancur Trevi Fountain atau Fontana di Trevi di Roma, Italia. Bangsa Romawi kuno telah mampu membangun saluran air yang canggih dan masih berfungsi hingga masa kini.

Kebijakan tiket Trevi bergabung dengan langkah-langkah Italia lainnya dalam mengatasi overtourism, seperti:

  • Biaya masuk wisatawan harian ke Venesia
  • Pembatasan di balkon Juliet, Verona
  • Regulasi pengunjung di Gereja Santa Maddalena, Dolomites

Sementara itu, koin yang terkumpul dari Trevi, sekitar 1,5 juta euro atau Rp 25,3 miliar per tahun, tetap akan disumbangkan ke Caritas, badan amal Katolik yang membantu masyarakat miskin.

Tag:  #lempar #koin #mancur #bersejarah #kini #mesti #bayar #34000

KOMENTAR