Kemenhub dan Pemprov Jawa Timur Siapkan Skema Tanpa Macet untuk Lebaran 2026
— Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan langkah besar untuk memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih aman, lebih lancar, dan lebih terprediksi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi di Gedung Negara Grahadi, Jumat, yang dihadiri TNI-Polri serta jajaran lintas instansi.
Dalam momentum persiapan yang disebut sebagai “salah satu mudik terbesar dalam sejarah”, pemerintah menyiapkan strategi menyeluruh dari darat, laut, udara, hingga jalur penyeberangan.
Bersiap hadapi lonjakan 144 juta pemudik
Kemenhub mencatat potensi pergerakan 143,7 juta orang selama periode Lebaran 2026. Angka ini sangat tinggi dan menuntut rekayasa lalu lintas yang presisi di sejumlah titik rawan kemacetan di Jawa Timur.
Beberapa langkah konkret yang disiapkan:
1. Penambahan armada kapal dan penguatan pelabuhan
Pemprov Jatim meminta penguatan layanan penyeberangan, terutama di rute Ketapang–Gilimanuk yang selalu mengalami lonjakan tajam saat mudik dan jelang Hari Raya Nyepi di Bali (19 Maret 2026).
Kemacetan di jalur keluar masuk kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Kemenhub akan:
- Menambah armada kapal,
- Menerapkan delaying system (penundaan keberangkatan bila terjadi kepadatan),
- Menyiapkan buffer zone di area pelabuhan,
- Menyampaikan jadwal penutupan sementara layanan ke Bali secara resmi kepada masyarakat.
2. Antisipasi pasar tumpah dan titik wisata
Beberapa titik di Jatim, seperti kawasan Probolinggo–Lumajang, Malang Raya, hingga jalur menuju kawasan Bromo dan pesisir, dikenal mudah macet karena pasar tumpah serta wisatawan.
Aktivitas di Pasar Bulakamba di jalur pantura Brebes, Jawa Tengah diprediksi rawan kemacetan saat arus mudik Lebaran mendatang, Selasa (4/3/2025).
Kemenhub dan Pemprov Jatim akan melakukan:
- Pengawasan intensif di lapangan,
- Penertiban pedagang,
- Rekayasa arus lokal sesuai kebutuhan.
3. Pengaturan kendaraan angkutan barang
Pembatasan untuk truk sumbu tiga ke atas diberlakukan pada 13–29 Maret 2026, kecuali angkutan bahan pokok.
Pembatasan angkutan barang Mudik Lebaran 2026
Bukan pelarangan total, tetapi pengaturan jadwal dan jenis kendaraan untuk mencegah kemacetan dan menjaga distribusi logistik tetap jalan.
4. Kebijakan WFA untuk mengurai kepadatan
Untuk pertama kalinya diterapkan dalam skala nasional, pemerintah memberlakukan work from anywhere (WFA):
Baca juga: Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Kebijakan WFA untuk Lebaran 2026
- 16–17 Maret → Mengurai arus mudik awal
- 25–26 Maret → Mengurai arus balik
Langkah ini telah disetujui Presiden serta Kementerian PANRB, dan dinilai sangat efektif menggeser puncak mobilitas.
5. Rekayasa lalu lintas di tol
Kepadatan di Tol Trans-Jawa, khususnya ruas Surabaya–Jombang–Madiun, akan dikelola melalui koordinasi dengan Korlantas Polri dan Polda Jatim.
Menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi mengoperasikan secara fungsional ruas Jalan Tol Probolinggo?Situbondo?Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending?Paiton.
Skema yang disiapkan:
- Contraflow,
- Sistem satu arah (one-way) pada saat puncak kepadatan,
- Ganjil genap di titik-titik tertentu demi memperlancar alur kendaraan.
Gubernur Khofifah menegaskan, Jawa Timur bersiap menjadi daerah dengan pelayanan mudik terbaik melalui sinergi penuh antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat, dan membahagiakan,” ujar Khofifah.
Posko Mudik di Jawa Timur 2026: 13–29 Maret
Posko terpadu akan beroperasi selama 17 hari untuk:
- Mengawasi operasional angkutan,
- Mengkoordinasikan pergerakan moda transportasi,
- Memastikan respons cepat jika terjadi kemacetan maupun gangguan cuaca.
Tag: #kemenhub #pemprov #jawa #timur #siapkan #skema #tanpa #macet #untuk #lebaran #2026