Jam Sibuk Berangkat Kerja Bergeser Saat Ramadhan, Pemprov DKI Siapkan Antisipasi Macet
Kemacetan di Jalan Daan Mogot, tepatnya di area Halte Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat akibat banjir pada Kamis (22/1/2026) pagi(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
17:07
19 Februari 2026

Jam Sibuk Berangkat Kerja Bergeser Saat Ramadhan, Pemprov DKI Siapkan Antisipasi Macet

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemacetan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, terutama karena adanya pergeseran jam sibuk masyarakat berangkat kerja.

Koordinasi dilakukan bersama Polda Metro Jaya untuk memastikan kelancaran mobilitas warga, baik pada pagi maupun sore hari.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan bahwa pola pergerakan masyarakat selama Ramadhan akan berubah signifikan.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa di Jakarta Selama Sebulan

Jika pada hari biasa jam sibuk mulai terjadi pukul 06.00–07.00 WIB, selama Ramadhan kepadatan justru bergeser ke pukul 08.00–09.00 WIB.

“Pagi ada pergeseran. Kalau dulu jam 6–7 orang-orang sudah mulai padat, sekarang ini jam 8–9 dan seterusnya,” ujarnya di Balai Kota.

Antisipasi kemacetan pagi hingga jelang buka puasa

Selain di pagi hari, lonjakan kepadatan lalu lintas juga diperkirakan terjadi menjelang waktu berbuka puasa, terutama di kawasan yang ramai penjual takjil.

Aktivitas masyarakat yang mencari makanan berbuka kerap menambah kemacetan pada jam kritis sekitar pukul 16.00–18.00 WIB.

Gambaran ngabuburit di IndonesiaGoogle Gemini AI/Agus Susanto Gambaran ngabuburit di Indonesia

“Terutama dari jam-jam sore ketika mau berbuka puasa,” kata Pramono. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur itu.”

Untuk itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta diminta menyiapkan rekayasa lalu lintas di berbagai ruas jalan vital, terutama koridor yang biasa mengalami lonjakan aktivitas saat Ramadhan.

Pramono menyebut bahwa perubahan pola mobilitas selama Ramadhan merupakan fenomena rutin setiap tahun. Meski begitu, antisipasi tetap perlu dilakukan agar kemacetan tidak menumpuk di titik-titik tertentu.

Baca juga: Overwork Makin Mengakar di Jakarta, Sosiolog Nilai Negara Belum Optimal Lindungi Pekerja

“Kemarin saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan ini. Karena ini kan hal yang sudah rutin dijalani,” ujarnya.

Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemprov DKI berharap pergeseran jam sibuk di pagi hari dan peningkatan mobilitas menjelang berbuka dapat tetap terkelola dengan baik sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga ibu kota sepanjang bulan suci.

Tag:  #sibuk #berangkat #kerja #bergeser #saat #ramadhan #pemprov #siapkan #antisipasi #macet

KOMENTAR